Selamat Memperingati Hari Raya Idul Fitri 2022 M/1443 H. Author mengucapkan Minal 'Aidzin Wal-Faizin. Mohon Maaf lahir dan Batin 🙏🙏😘😘
"""
Happy Reading
***
Aaron mendengus ketika pria di belakangnya itu terus menendang pantatnya.
"Sabar, woi."
Kedua pria berbeda status itu kini sudah memasuki rumah mewah dua lantai. Butuh sekitar satu jam untuk Calvin menjemput Aaron.
Aaron berjalan gontai ke arah sofa, pria dengan hoodie putih dan kupluk yang menutupi rambut pirangnya itu langsung merebahkan tubuh di sofa ruang tamu.
"AY! AYANG! AARON, NIH!"
Calvin berteriak dari lantai bawah, ia menoleh ke atas ketika mendengar suara derap langkah. Di sana Ayla sudah memakai jilbab Dan juga cadar yang menutupi wajahnya. Sedikit berlari Ayla menuruni tangga membuat Calvin memelotot tajam.
"Hati-hati," peringat Calvin.
Ayla cengar-cengir di balik cadarnya, "Mana Aaron?" tanya Ayla antusias.
Calvin menunjuk sofa yang membelakanginya, Ayla langsung menghampiri Aaron.
"Aaron," panggil Ayla dengan suara keras.
Calvin mengusap dadanya terkejut. Astaga kenapa istrinya jadi bar-bar seperti ini? Aaron tersentak mendengar suara melengking Ayla. Pria itu mengubah posisinya menjadi setengah berbaring, melepas kupluk hoodie yang menutupi rambut pirangnya.
"Aaa ... Aaron, gemes banget!"
Tangan Ayla menggantung di udara, ia yang hendak memegang muka bantal Aaron mengurungkan niatnya karena teringat jika pria itu bukan mahramnya. Satu lagi, tatapan tajam suaminya membuat Ayla tersenyum kikuk. Calvin membawa Ayla untuk duduk di sofa di seberang Aaron. Aaron kembali merebahkan tubuhnya, bersedekap dada bersiap kembali tidur.
"Aaron ngantuk?" tanya Ayla pelan.
Aaron tak menjawab. Ia masih sangat mengantuk, dirinya baru tidur pukul 1.00 malam karena terlalu asik bermain game online. Dan, sekarang baru pukul 3.00 dini hari Aaron harus diusik ketenanganya.
Yang harus kalian ingat, jangan pernah menganggu Aaron yang sedang tidur jika tak mau menerima amukan pria itu.
"Kok, Aaron-nya diem?" tanya Ayla polos menoleh ke arah Calvin.
"Mati paling," jawab Calvin santai.
Ayla memukul perut suaminya, membuat Calvin menoleh. "Nggak boleh gitu," ucap Ayla, lalu kembali menatap Aaron yang sepertinya sudah kembali masuk ke alam mimpi.
"Aaron mau tidur di kamar Ayla nggak?"
Calvin membelalak, tak percaya dengan ucapan istrinya barusan. "Jangan macem-macem, ya, Ay."
"Kenapa? Kasian, kan, Aaron kalau tidur di sini."
Aaron yang merasa tidurnya terganggu membanting bantal sofa yang tadi digunakannya sebagai bantal. "BERISIK!" teriaknya menggema seisi ruangan.
Ayla tersentak, memeluk Calvin dari samping, menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya. "Aaron, kok, marah Hikss ... nggak suka, takut."
Ayla kembali menangis, membuat Calvin menatap Aaron tajam. Semenjak hamil, perasaan Ayla memang sangat sensitif. Wanita itu tak bisa mendengar suara tinggi, apalagi bentakan. Ayla akan menangis nanti.
Aaron mengerjabkan mata pelan ketika melihat Ayla yang tiba-tiba menangis. Menoleh ke arah Calvin, pria itu meneguk salivanya susah karena tatapan tajam Calvin yang seperti ingin menguburnya hidup-hidup.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Calvin [TERBIT]
Roman pour AdolescentsNamanya Calvin Aldeguer. Pria penuh kharisma yang mampu membuat kaum hawa ketika melihatnya langsung terpana. Pemegang kandidat pembalap termuda di dunia membuat pria itu cukup populer di banyak kalangan. Hidup Calvin yang biasanya hanya di penuhi...
![My Sweet Calvin [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/307080265-64-k351434.jpg)