Incomplete 27

393 29 4
                                        

“Begitu, ya? Soalnya Nak Elang belum cerita sama ibu,“ ucap Bu Ratih bingung. Sedangkan Elang menatap Robert dengan tatapan membunuh. Elang jadi tidak enak hati dengan Arini dan Bu Ratih. Duh, gimana ini?, batin Elang. Suasana jadi hening beberapa saat. “Elang? Boleh ibu tau siapa nggak?“ tanya Bu Ratih. Elang pun membeku mendapat pertanyaan seperti itu. Ia tidak tau harus menjawab apa. “Ditunggu aja, Bu. Saya yang bakalan bantu pernikahan Elang sama seseorang yang bakalan lamar dia lusa nanti,“ sahut Robert.

Bu Ratih mencoba untuk memberikan senyuman terbaik, meski dalam hati Bu Ratih sedikit kecewa, karna ternyata Elang telah memiliki tambatan hati. Kalau sudah begitu, Bu Ratih juga tidak bisa memaksa. Semoga Elang bisa bahagia bersama pasangan hidupnya nanti, batin Bu Ratih. Elang mengunci pintu kamar, dan mengajak Robert bicara empat mata. “Kamu jangan kelewatan, ya?!“ ucap Elang memperingatkan. “Maaf, saya nggak tahan, Elang. Kalo kamu main dijodoh-jodohin sama Arini. Biar Arini dan Bu Ratih tau, dan nggak sakit hati di belakang,“ ucap Robert.

“Tapi, aku masih belum kasih keputusan ke kamu, Robert. Tolong jaga sikap,“

“Kamu tau, kamu nggak bisa nolak, dan ampe kapanpun nggak ada penolakan, Elang,“

“Heh, nggak ada penolakan? Emangnya kamu siapa, Robert? Hm? Jangan ngatur-ngatur hidup orang lain,“

“KARNA SAYA YANG UDAH BIKIN KAKI KAMU LUMPUH, ELANG!“

Elang pun langsung terdiam setelah mendengar Robert berteriak dengan keras. Elang juga yakin, bahwa Arini atau Bu Ratih pasti juga mendengarnya. Elang menatap Robert tidak percaya. Bagaimana bisa dia yang udah bikin aku lumpuh?, batin Elang. Bahkan kedua matanya memerah. “Maaf,“ ucap Robert meminta maaf. Lalu, ia pun mengulurkan tangan untuk memeluk Elang. Elang sempat mendorong tubuh Robert. Namun, Robert tetap bersikeras ingin memeluk dirinya. Dada Elang bergemuruh. Ia sangat marah.

“Maaf, karna keegoisan dan kesalahpahaman saya di masa lalu, saya jadi gelap mata, Elang. Saya tau ribuan maaf pun nggak bakalan ada artinya buat kamu, tapi—“

“Stop, aku nggak mau denger lagi. Lepasin aku, Robert,“

Walaupun Elang berontak. Robert tetap setia mendekap tubuh Elang. “Nggak, saya nggak bakalan lepasin kamu, Elang,“ ucap Robert lirih. Jujur Robert juga sedang menahan tangis. Sepuluh tahun di penjara tidak sebanding dengan sepuluh tahunnya Elang merasakan kelumpuhan, dan apa yang dialami Robert cuma sepersekian persen saja. Sejurus kemudian; Elang mencoba mendorong tubuh Robert sekuat tenaga; dan ia pun berhasil. “Kamu mau nikahin aku cuma karna kasihan? Heh,“ ucap Elang dengan suara bergetar.

Tunggu dulu. Barusan Elang bicara apa? Dia mengira aku menikahi dirinya cuma karna kasihan? Jangan bilang jikalau Elang telah memiliki perasaan khusus ke aku?, batin Robert. Sejenak Robert merasa senang. Elang mengatakan kalimat itu tanpa ia sadari. “Kenapa senyum-senyum?“ tanya Elang ketus saat melihat Robert malah senyum-senyum sendiri tidak jelas. Robert pun menghela nafas sembari menyentuh pundak Elang. Lalu, ia dekatkan bibirnya ke telinga Elang, dan membisikkan sesuatu di sana. “Karna saya sayang sama kamu,“ ucap Robert, lalu menjilat kuping Elang sekilas.

Sebelum Elang murka; Robert keluar dari kamar ini terlebih dahulu. Elang menggerutu dalam hati. Tuh orang, ya?!, batin Elang. Tapi, sungguh, semburat merah di kedua pipi Elang terlihat samar-sama tanpa ia sadari. Di luar pintu kamar; Robert tersenyum tipis. Entah mengapa ia sangat senang mendengar kata-kata Elang tadi. Dua hari lagi, saya bakalan dateng, Elang, batin Robert.

Shea libur bekerja dua hari ini. Ia dipusingkan oleh puteranya, Prima, yang tak kunjung pulang hingga hari ini. Bahkan separuh lemari pakaian dia juga kosong. Shea sampai terheran-heran. Siapa gerangan yang mengambil pakaian Prima dari sana? Prima langsung kah? Tapi, itu tidak mungkin. Semua pintu dikunci—pun juga ada satpam dan pembantu. Kalau Prima ada pulang ke rumah, entah itu pembantu atau satpam, pasti akan melihatnya. Tapi, ini tidak sama sekali, batin Shea.

Incomplete [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang