Menyewa jasa Event Organizer membuat Citra tinggal terima beres untuk perayaan satu dekade Lilium Hotel's dan pembukaan untuk hotel di Bandung. Tapi, meski seperti itu, ia tetap berangkat ke Bandung lebih awal, sebelum acara, untuk mengecek apakah konsep acara yang ia inginkan telah sesuai.
Juga, ia menelusuri hotel tersebut. Jika hotel Lilium yang lain dibangun dengan desain mewah dan elegan, dengan arsitektur Yunani Kuno, Hotel Lilium di Bandung, berdesain minimalis, tapi tetap tidak menghilangkan unsur mewah dan elegan. Tidak lupa dengan tanaman bunga lily putih di setiap taman yang ada di hotel tersebut.
"Selamat siang Bu Kenisha," sapa wanita berkulit eksotis yang merupakan General Manager hotel tersebut. Citra balas tersenyum.
"Siang, Je. Gimana dengan posisi baru kamu? Suka?"
"Hm ... terima kasih Bu sudah mempercayakan jabatan ini ke saya. Saya akan bekerja sebaik-baiknya dan membuktikan kalau Lilium Hotel Bandung ini sebaik dengan hotel Lilium lainnya."
"Kalau bisa jauh lebih baik, ya?" Keduanya melempar tawa. Citra pun ditemani Jeje. Sedangkan Gretha, sekretarisnya itu malah pergi makan sate taichan. Sangat kurang ajar.
Hingga mereka tiba di ballroom hotel yang akan menjadi tempat dilaksankannya acara. Dekorasinya tak ramai. Ya, sangat cocok untuk acara formal. Terkesan elegan.
"Selamat siang Bu Jeje dan .... Bu Kenisha Citra Janitra," sapa pimpinan event organizer yang tak lain sosok yang ia kenal.
Citra hanya memutar bola mata malas. Jeje pamit untuk bicara anggota EO. Meninggalkan Citra dan Sharma.
"Kayaknya kemahalan deh buat acara ulang tahun perusahaaan." Citra langsung protes pada budget EO.
"Astaga duit segitu doang gak bakal bikin lo bangkrut, Kak!" Sharma memutar bola matanya malas. Sharma-Megumi, sebelas dua belas. Seharusnya kalau orang terdekat, biasanya harga yang dikenakan dikurangi. Tapi dua wanita itu malah menaikkan harga. Pantas saja mereka bersepupu!
"Harusnya gue ngasih tau Jeje biar gak usah pake EO lo."
"Yee, harga sesuai kualitas."
"Harganya juga gak sampai selangit, Shar!" desis Citra gemas.
Sharma mengibaskan tangannya. "Jajan anak gue mahal, Kak. Lo kan gak pernah jajanin anak gue. Yang lo jajanin anaknya Bang Arga mulu. Masih cinta lo?" ejeka Sharma membuat Citra hendak menjitak kepala wanita yang lima tahun lebih muda darinya itu.
"Duit bapaknya kan banyak, Shar. Fotografer terkenal," balas Citra mengejek membuat Sharma berdecak pelan. Lalu mengibaskan tangan dan pamit untuk mengawasi karyawannya yang mengerjakan dekor ballroom tersebut.
Sementara Citra menghela nafas pelan.
Diingatkan anaknya Arga. Membuatnya merindukan gadis kecil tersebut. Padahal kemarin, mereka seharian bersama.
Ia dan Arga menikah dengan tidak baik-baik, tapi mereka berpisah dalam keadaan baik-baik. Bahkan Citra yang memberi dukungan pada Arga agar kembali bersama Shalita. Hingga pria itu menikah dan sekarang memiliki anak semata wayang yang ia anggap anak sendiri.
Citra menghela nafas pelan. Manusia tidak bisa mengetahui apa yang terjadi ke depannya.
Kepalanya menunduk saat ponselnya berdenting.
Seketika matanya melotot menatap rentetan pesan tersebut dan juga sebuah foto gedung hotel yang saat ini ia singgahi.
Segera ia keluar dari sana. Menelusuri lorong hingga mencapai teras hotel. Menemukan sosok Rafan yang berdiri seraya bersidekap, bersandar di pilar dekat tangga. Pria itu melempar senyum, membuatnya juga tersenyum. Hingga tiba di hadapan Rafan.
KAMU SEDANG MEMBACA
I HATE LOVE
ChickLit|OHMYSERIES-4| Dua kali jatuh cinta Dua kali patah hati Tidak perlu menjelaskan alasannya kenapa ia membenci perasaan yang disebut 'cinta'... ▪︎May, Copyright ©2022 NanasManis
