"Jiwamu mungkin telah mati separuhnya, tapi kau masih bisa hidup." Dave menatap Red dengan serius. "Kau masih bisa mengenang Lena dengan cara yang baik—dengan mewujudkan semua hal yang mungkin belum pernah ia dapatkan. Hidupmu adalah pilihanmu. Kau bisa memilih untuk menjalani sisa hidupmu dengan kebaikan."
Red terdiam. Air matanya jatuh tanpa suara. Dalam hatinya, ia ingin berteriak—bertanya pada dunia, kenapa hidupnya begitu sulit? Rasanya dunia begitu kejam padanya.
Dulu, dia selalu ceria, selalu menebarkan kebahagiaan. Bersama Lena, semuanya terasa hangat, nyaman, seperti taman yang selalu berbunga. Tapi sekarang, dia menyesal. Dia menyesal karena waktu yang begitu banyak bersama Lena kini terasa begitu sedikit. Dia menyesal karena dulu terlalu penurut, terlalu takut kehilangan, sehingga tidak pernah meminta Lena menjadi miliknya dengan cara yang benar dan utuh.
Sekarang, semuanya sudah terlambat.
Tangisannya semakin deras. Erion, yang juga terluka, menariknya ke dalam pelukan. Dia tahu, ini pasti sangat berat bagi Red.
Meskipun dari awal Erion dikhianati oleh Red dan ditipu oleh Lena, namun rasanya Redelios lah yang paling menderita.
Red tidak hanya menanggung kesedihan karena berkhianat, tapi juga kehilangan orang yang paling ia cintai—dan lebih menyakitkan lagi, meskipun Lena masih hidup, Red tidak pernah bisa memanggilnya dengan sebutan kekasih dan mungkin juga tidak ada kesempatan di masa depan.
Erion hanya bisa berharap Red mau menjalani hidupnya dengan kebaikan, meskipun ia tahu duka itu akan terus menyelimuti sahabatnya sepanjang hidupnya.
Akhirnya, Red menangis lebih keras, berteriak melepas semua perih yang mengikat dadanya. Namun setelah beberapa saat, ia mengusap air matanya dengan kasar, mengangkat wajahnya, lalu menatap Dave dengan penuh ketegasan.
"Pangeran Dave," suaranya terdengar mantap. "Aku telah memilih jalan yang salah. Dan ini adalah harga yang harus kubayar—kesedihan, kesengsaraan. Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Aku tidak akan kembali ke jalanku yang lama. Aku akan hidup... tanpa Lena. Aku tidak akan menyesali keputusanku lagi."
Dave menatapnya sejenak, lalu mengangguk pelan.
Sebuah keputusan telah dibuat.
"Karena kau sudah memutuskan, aku punya kabar baik dan buruk untukmu," ujar Dave dengan nada serius.
"Buruknya, jika Drac kehilangan kekuatannya, maka ia akan menyerap kekuatan semua pengikutnya—dan itu berarti mereka semua akan mati." Dave menghela napas berat. "Baiknya, aku tidak tahu apakah ini benar kabar baik, kau tidak akan ikut mati, Red. Karena kau bukan orang yang menandatangani perjanjian langsung dengan pengikut Drac."
Red tertegun, namun sebelum ia sempat bertanya lebih jauh, Dave melanjutkan.
"Sebelum itu terjadi, kami menyiapkan rencana cadangan. Kami telah mengambil intisari murni Lena—sebuah mutiara. Klan mermaid memiliki cara untuk menjaga esensi kehidupan seseorang dalam bentuk itu."
Dave mengangkat sesuatu di tangannya—sebutir mutiara berkilauan. "Kau bisa menggunakan ini. Mutiara ini bisa mengubah kematian menjadi kehidupan yang baru, kau bisa menggunakan sebagian dari Lena untuk menyelamatkan seseorang yang sekarat, terutama yang berusia muda seperti anak kecil atau bayi"
Red membeku. Matanya membelalak tak percaya.
"Aku... aku tidak akan kehilangan Lena?" suaranya bergetar.
Ketika kata "anak" meluncur dari bibir Dave, hati Red semakin bergemuruh. Ia masih memiliki bagian dari Lena... Tapi apakah ia sanggup menjadi seorang ayah? Ataukah ia hanya akan menyimpan mutiaranya tanpa pernah menggunakannya?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Vampire And My Werewolf
Hombres Lobo----- ------ Tak pernah terbayang olehku hanya karena tak sengaja menemukan seorang vampire yang tergeletak tak berdaya, itu dapat mempengaruhi kehidupanku bahkan menentukan kematianku. Atau mungkin ini adalah sebuah kesengajaan? _Rora Ini bukan t...
