Sekumpulan remaja berproses menjadi dewasa di tengah kenyataan hidup yang tak ramah. Mereka ditampar oleh realita, dipaksa tumbuh dalam luka yang bahkan belum sempat mereka pahami.
Bagi mereka, rumah bukanlah tempat berlindung yang dinantikan setela...
"Gue udah pacaran sama Melody ges, pokoknya lo semua adalah orang pertama yang gue kasih tau." ucap Geo kepada Zeyyan, Yuda dan Rafka yang sedang duduk didepan teras kelas.
"Wih selamat bro, besanan dong gue sama Andika." tutur Yuda bertepatan saat itu ada Andika yang lewat.
"Napa?" tanya Andika ikut duduk disamping mereka.
"Tuh Geo udah jadian sama sepupu lo." balas Zeyyan, Andika berbalik menatap pelakunya. Geo hanya cengengesan karena sangat senang. Perasaannya kepada Melody sudah ada sejak 2 bulan yang lalu. Akhirnya dengan penuh keberanian Geo memulai PDKT dan disambut baik oleh Melody karena itu juga Geo berani untuk mengungkapkan perasaannya.
"Selamat Bro, jangan sampai lo bikin dia patah hati." Ucap Andika memukul punggung Geo.
"Lo kapan mau nembak kembaran gue?" tanya Yuda karena dia juga tau kalau Yuna setiap hari mengejar Andika bahkan tidak kenal putus asa.
"Waduh Bro, gue masih belum kepikiran ampe sana. Sejauh ini gue masih nyaman sebagai teman dengan Yuna."
Naura datang bersama Yuna dari kantin, "Rafka. Kita berdua dipanggil Bu Lina." ucap Naura lalu melemparkan gula gula kaki 3 biji hingga membuat keempat anjing didepan kelas itu heboh sendiri.
"Kenapa?" tanya Rafka cuek.
"Ntah, yuk kita kesana ntar malah dimarahi karena telat." Naura menarik lengan baju Rafka karena kalau tidak dipaksa pasti Rafka tidak akan pergi.
Keduanya berjalan berdampingan seperti orang yang berpacaran, banyak adik kelas yang memandang pasti mereka kira kalau keduanya benar-benar sudah jadian.
"Minggu depan gue kerumah lu yah Ka?" ucap Naura membuka pembicaraan.
"Untuk?"
Naura menggulung senyumnya, dia kira Rafka akan menyambutnya tapi malah bertanya seolah tidak boleh. "Gak boleh?" tanya Naura.
"Boleh aja sih, cuman kalau lo mau datang yah palingan gue gak ada dirumah. Pulang kerja jam 1 malam gue." jelas Rafka membuat Naura kaget, jadi selama ini Rafka kerja part time sampai selama itu? "Ih bocah, terus lo kapan istirahatnya kalau pulang jam 1 pagi."
"Gak tau, gue kayaknya juga insomnia."
"Insomnia?"
"Iya, nggak bisa tidur kalau malam."
Percakapan mereka berlanjut sampai didepan ruang guru, tanpa sadar sejak tadi ada mata yang memandang kearah mereka. Pandangan tidak suka dan membuat hatinya memanas.
"Aura, ngapain lo bengong disitu." tegur Derron saat melewati Aura.
Derron memperhatikan pandangan Aura, oh ternyata Aura sedang memperhatikan Rafka dan Naura yang sedang berjalan berdua. "Cemburu lo?"
"PAKE NANYA!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.