Sekumpulan remaja berproses menjadi dewasa di tengah kenyataan hidup yang tak ramah. Mereka ditampar oleh realita, dipaksa tumbuh dalam luka yang bahkan belum sempat mereka pahami.
Bagi mereka, rumah bukanlah tempat berlindung yang dinantikan setela...
Sudah 2 kali bus berhenti di tempat perhentian halte bus, tetapi Keysa sama sekali belum bergerak dari tempatnya. Bahkan dia sempat melihat Dinda dan Aldi naik motor berdua menuju arah pulang.
"Ayah, apa ayah melihat Keysa dari atas sana? Menurut ayah, apa Keysa bisa melewati semua ini dengan mudah? Atau Keysa gak bakal sanggup melewatinya?" Ucap Keysa berbicara sendiri dengan menatap langit, berharap ada betul jawaban dari ayahnya yang telah berada di surga.
"Apa,"
Keysa merasa ragu dengan ucapannya sendiri tetapi, dia berharap sungguh. "Ibu bisa sembuh, ayah?"
dring...dring...
Suara headphone langsung membuyarkan lamunan Keysa, ternyata Tio yang menelepon. Sebenarnya Keysa sedang tidak mood berbicara dengan abangnya karena tadi sebelum berangkat sekolah, keduanya bertengkar hebat di halaman rumah.
Tadi Pagi.
"Lu kalau gak ikhlas ngurus ibu, gak usah ngurusin ibu. Biar gue! Asal lo tau, gue gak suka liat lo makin kurang ajar sama ibu." Ucap Tio dengan wajah serius.
Keysa juga tidak mau bersikap seperti itu kepada ibunya, tapi jika tidak dikasari kadang ibunya tidak mau mendengar. Malah mengabaikan dirinya.
"Kalau lo gak suka gak usah liat bang, gue juga muak sama rumah ini. Tidak pernah sehari pun gue merasakan ketenangan, orang orang biasanya pulang ke rumah untuk istirahat bang, tapi gue gak pernah!" Bentak Keysa yang sudah menahan air matanya agar tidak keluar.
Tio semakin emosi dengan jawaban adiknya, "PERGI LO BANGSAT! JANGAN PERNAH PULANG KE RUMAH INI!" Usir Tio lalu pergi meninggalkan Keysa di halaman rumah.
Keysa hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan suara selama di perjalanan, karena tidak punya ongkos akhirnya dia jalan kaki menuju sekolah. Walau pada akhirnya dia di hukum karena terlambat, tapi dari luka yang selama ini Keysa dapatkan dari rumah, dia tidak pernah sekalipun menceritakannya ke temannya. Bahkan pada sahabatnya. Yang mereka tahu, bahwa Keysa adalah perempuan cantik dan pintar yang memiliki hidup paling sempurna di sekolah.
Karena merasa risih dengan headphone nya yang terus berbunyi, akhirnya Keysa melihatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.