31 - Kenapa harus begini?

45 2 0
                                        

_____

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_____

"Gue boleh gabung?"

Di malam yang sunyi ini, Geo memutuskan untuk menenangkan pikiran nya di suatu cafe. Berada di rumah dengan pikiran yang kacau balau memuat Geo semakin pusing.

"Ada banyak meja yang kosong, ngapain lo duduk di sini?" Tegas Geo merasa terusik saat seorang laki-laki meminta duduk di depannya.

"Santai, gue juga gak bakal ganggu. Anggap aja gue hantu." Ucapnya sembari mengisap rokoknya.

Melihat cowok itu merokok, membuat Geo juga ingin merokok. Padahal dia pernah janji ke Mamanya tidak akan merokok lagi. "Gue boleh minta rokok, lo?" Tanya Geo walau sebenarnya dia malu, karena sudah kasar.

"Ambil aja."

Geo langsung mengambil 1 batang rokok lalu menyalakan korek api dan mengisap rokok tersebut, menikmati setiap hembusan nya. Membayangkan setiap hembusan yang keluar dari mulutnya berubah jadi masalah, keluar dari kehidupan keluarganya.

"Thanks Bro."

5 menit keheningan berlalu, Geo sibuk dengan pikirannya sedangkan cowok itu sibuk dengan Ponselnya.

"Btw gue Roby, lo siapa?"

"Geo."

Setelah itu mereka kembali lagi hening, Roby menyeruput kopi yang dia pesan diiringi menghisap kembali sebatang rokok itu. Geo yang melihatnya merasa ngeri karena rokok dan kopi adalah combo yang mematikan.

"Lu dari sekolah mana?" Tanya Geo, yah lumayan dari pada diem doang.

"SMA AKSARA BANGSA."

Itukan nama sekolah Geo, jadi dia dengan cowok yang di depannya ini satu sekolah? Kok bisa dia jarang melihatnya.

"Lah? Satu sekolah dong, kok gue jarang liat lo?"

Roby lalu menceritakan semuanya. Sebenarnya nama Roby adalah Tegar Wijaya jadi dia di sekolah dikenal dengan nama Tegar, lalu Roby juga di sekolah selalu memakai kacamata dan berpenampilan cupu. Dia memang sengaja seperti itu karena dia males cari muka atau menjadi bahan omongan ciwi ciwi, maklum orang ganteng.

"Oh gitu, dari kelas mana lu?"

"Gue 12 IPS 3."

Lalu akhirnya percakapan diantara keduanya berlanjut sampai jam 1 pagi. Buset, cerita apa aja tuh.

"Lu mau gue anterin pulang?" Roby menggeleng karena dia pun juga membawa kendaraan. Lalu keduanya pun berpisah di depan cafe.

Dia sangat malas untuk pulang ke rumah, pasti yang ada hanya mendengar perdebatan dari orangtuanya yang sudah mereka perdebatkan terus menerus. "Huh, gue tidur dimana malam ini?" Keluh Geo sambil memakai helmnya.

Aku Butuh RumahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang