Plakkk
Plakkk
"Lu emang adik paling tolol yang gue kenal. Gue jamin, Papa diatas sana udah kecewa berat sama kelakuan lo sekarang. Andaikan Mama masih sehat, gue yakin dia bakal coret lo dari KK. Otak lo itu kemana Derron??"
Saat ini, Reyhan sedang memberi pelajaran kepada adiknya. Lantaran Derron tiba-tiba viral di sosmed karena wajahnya terekspos di instagram sedang berada di club sambil mabuk-mabukan. Dan itu membuat Derron banyak di kenali di khalayak umum karena merupakan adik dari Reyhan dan Putra sang mendiang dokter hebat.
"Tampar! Tampar lagi anjing!"
Bugh
Kali ini pukulan yang dilayangkan oleh Reyhan hingga membuat Derron tersungkur dilantai, Derron hanya tertawa hambar melihat perlakuan saudaranya.
"Bunuh aja gue kak, lagian gue udah gak punya tujuan hidup lagi. Setidaknya gue udah nikmatin separuh hidup gue selama 3 bulan." Dengan santai Derron berdiri lalu menampakkan ekspresi seolah mengejek kakaknya.
"BAJINGAN! Lu mana tau gue se sengsara apa selama ini, gue harus jadi dokter sekaligus ngurusin Mama di RSJ. Gue harus melihat Mama dalam keadaan depresi, dia kayak orang gila yang sering lo temuin di luar sana. Sedangkan lo malah keasikan hidup sampai terjun ke dunia malam. Setidaknya lu mikir. Mau ditaro mana muka keluarga kita ini? Kita ini berasal dari keluarga terpandang!"
"Ck, peduli apa gue." Derron meninggalkan Reyhan di ruang tamu, dia berjalan menuju kamarnya dan membanting pintu dengan keras.
"MATI LO SETAN!" Akhir umpatan dari Reyhan sebelum meninggalkan rumah.
Derron menatap dirinya dari pantulan cermin.
Sorot mata yang berbeda, bawah mata hitam, tubuh lebih kurus, rambut sedikit lebih berwarna, ntah kemana anak yang dulu sering berpakaian rapi dalam kamar ini. Batin dan fisiknya telah direnggut oleh waktu dan keadaan.
"Lo bukan Derron lagi."
Liana cantik
kmu jadi nggk syg dtng ke kost aku? aku udh beli pengamanan nih buat kita pakai nanti.
aku tunggu yah 🤍
Bahkan notif di hpnya bukan lagi soal temannya yang menanyakan tentang tugas atau soal yang sulit mereka temukan jawabannya.
Tanpa pikir panjang, Derron langsung mengambil jaketnya. Berjalan keluar dari kamarnya dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
"Maafkan aku Pah, Mah." Lirih Derron saat melajukan kecepatan motornya.
Apa yang membuat Derron terjerumus ke dunia malam? Apa yang membuatnya mulai bermain dengan wanita, seolah semua hubungan hanya sementara? Ke mana perginya Derron yang dulu—yang pernah punya arah.
Derron tidak berubah dalam satu waktu. Semua dimulai dari rasa sepi yang terlalu lama dibiarkan tinggal. Tapi kenyataan tak selalu berpihak pada mereka yang bersungguh-sungguh. Ia tidak mencari dunia malam, tapi dunia itu datang saat ia tidak tahu lagi harus bersandar ke mana. Dan perempuan-perempuan itu? Mereka tidak ia cintai. Ia hanya butuh merasa ditemani, walau untuk sesaat.
Derron yang dulu belum benar-benar hilang. Ia hanya bersembunyi di balik sosok yang kini tampak dingin dan jauh. Mungkin, ia sedang menunggu seseorang yang cukup sabar untuk menemukannya kembali.
Wajah polos itu kini berubah menjadi wajah yang hobi memandang wanita, bukan wajah cantik saja yang dia suka pandang. Tapi, dia juga mulai menyukai tubuh dari wanita di luar sana. Derron sudah benar-benar di renggut oleh seseorang, digantikan dengan iblis yang tak berperasaan.
Terkadang, disaat dia sudah mulai meniduri wanita. Kenikmatan itu bertahan hanya sesaat. Pikirannya mulai melayang, kepalanya jadi pening. Padahal dia hanya ingin mencari ketenangan dengan cara seperti ini, tapi ini pun tak juga membuat kepalanya diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Butuh Rumah
FanfictionSekumpulan remaja berproses menjadi dewasa di tengah kenyataan hidup yang tak ramah. Mereka ditampar oleh realita, dipaksa tumbuh dalam luka yang bahkan belum sempat mereka pahami. Bagi mereka, rumah bukanlah tempat berlindung yang dinantikan setela...
