9 - Seorang Derron

118 16 0
                                        

Happy Reading♡

Seorang laki-laki berseragam SMA dibalut dengan jaketnya sedang berdiri didepan rumah sakit besar, RS.RAHAYU PERMAI.

Dia melangkahkan kakinya masuk dengan lesuh, membawa makanan dan air yang ditenteng nya dalam sebuah kresek putih.

Beberapa ruangan dia lewati dan akhirnya sampai pada ruangan yang dia tujui.

Perawatan Jiwa.

"Selamat Sore Tuan Derron, sudah lama anda baru datang berkunjung."

"Sore juga Sus, maaf. Akhir akhir ini saya sangat sibuk, sekarang baru ada kesempatan untuk mampir kesini."

"Ibu Rahayu ada didalam?"

"Ada Tuan, beliau sedang berada di taman." Derron mengikuti tangan suster yang menunjukkan tempat Ibu Rahayu berada.

"Terimakasih Sus."

Derron memasuki ruangan tempat Ibu Rahayu berada, ruangan khusus yang di desain sesuai dengan kenyamanan Ibu Rahayu.
Dinding rumah sakit yang di cat dengan warna biru laut dan ada banyak bunga mawar putih yang di tata rapi di setiap sudut ruangan, ini adalah bunga kesukaan Bu Rahayu yang dirawat sebaik mungkin oleh para perawat dan dokter yang berada disini.

Derron berjalan menuju pintu keluar ke taman belakang rumah sakit, terlihat seorang wanita paruh baya duduk dikursi roda. Rambut panjang yang masih hitam pekat bahkan diusia segini wajahnya masih kelihatan cantik.

"Mama..."

"Maaf Maa, Derron baru sempat datang mengunjungi mama."

"Derron tadi beliin Mama bubur kesukaan mama. masih hangat, ada Derron simpan di atas meja."

Derron menggenggam tangan Mamanya, hangat. Tangan satunya masih setia memeluk boneka teddy bear pink boneka itu adalah boneka peninggalan adik perempuan nya, Dea. Dea meninggal karna penyakit kanker dan itu membuat Mamanya benar benar stress sampai harus mengalami gangguan jiwa.

"Kakak Reyhan yah?" Tanya Bu Rahayu menatap ke arah Derron, Derron memang sedikit mirip dengan Reyhan.

"Reyhan, lagi?" Perasaan Derron campur aduk, dia sangat benci jika sedang bertemu mamanya hanya Reyhan yang dia cari dan kenal. Kadang butuh waktu lama untuk mengingat siapa Derron.

"Bukan, ini aku Derron Mah."

"Kamu siapa?"

"Anak Mama, Derron. Putra kecil Mama yang suka main layangan."

"Saya tidak punya anak bernama Derron, anak aku cuman Reyhan dan Dea."

Derron menahan air matanya yang hampir lolos, diantara banyaknya luka didunia ini tapi kenapa harus seorang ibu yang melupakan anaknya sendiri diterima oleh Derron. "Mamaa coba ingat ingat deh, siapa yang sering main sama Dea waktu kecil. Siapa yang sering Papa Mama antar ke sekolah pake mobil kesayangan Mama."

"Kakak Reyhan."

"Kenapa sih harus bajingan itu mulu." Batin Derron menahan emosinya.

Aku Butuh RumahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang