34 - Roda kehidupan

59 2 0
                                        

Siapa sangka, kehidupan setelah lulus SMA bisa terasa begitu mengerikan dan penuh tekanan.

__–––__

Seragam putih abu yang dulunya selalu bergantung di belakang pintu kamar saat malam hari kini berganti jadi seragam pegawai Alfamart. Siapa lagi kalau bukan Keysa. Perempuan yang dulu sering jadi juara kelas, menang di olimpiade, menjadi idola di sekolah. Kini, berubah menjadi pegawai Alfamart. Kemana mimpi untuk jadi dokter itu?

Hahaha....salahkan Keysa karena bermimpi terlalu tinggi, sampai lupa untuk melihat ke bawah kalau ternyata di bawah sana banyak binatang buas yang ingin menerkam nya.

Lalu, bagaimana dengan Tio?
Ternyata selama ini, tanpa Keysa ketahui. Tio tidak bekerja di perkantoran. Melainkan dia bekerja di sebuah rumah makan sebagai pelayan makanan dan bagian cuci piring. Setiap Tio lembur itu karena restoran ataupun cafe yang dia tempati kerja harus buka 24 jam.

Tio tidak bekerja di satu tempat, dia bahkan bisa kerja di berbagai tempat dalam 1 hari. Apa yang bisa Tio lakukan dengan pendidikan terakhir SMA? Bahkan ijazahnya masih di tahan di sekolahnya karena tidak mampu membayarnya. Salah juga dulu dia malah milih untuk sekolah di swasta. Sekarang, kedua saudara itu mati-matian cari kerja agar tidak mati menyusul orangtuanya.

"Yatim piatu seperti kita ini bisa apa bang? Gue yakin anak kecil yang ada di tubuh kita pasti udah nangis liat nasib kita." Ucap Keysa tengah bersantai di ruang tamu bersama Tio.

"Jangankan anak kecil, di umur gue yang sudah ketuaan ini juga nangis liat kita berdua berakhir seperti ini. Orangtua udah ga ada, nyari duit susah, bahkan sekedar ngejar mimpi aja gak bisa." Tio berucap sembari meneguk kopinya hingga tandas, seandainya dia tau kalau dewasa seperti ini, dia pasti tidak akan mau dewasa secepatnya.

Banyak diantara teman-teman Keysa yang nasibnya berubah drastis sejak lulus SMA.
Derron, berubah jadi pria penyuka dunia malam. Padahal dulu Derron dipilih menjadi ketua kelas karena sangat pintar dan berani, tapi ternyata keberanian itu tidak bisa membawanya ke jalan yang benar.

Aldi, dia bekerja menjadi barista di suatu club yang sering di datangi oleh Derron. Bukan berarti pekerjaan Aldi tidak layak hanya saja tempat itu termasuk tempat yang seharusnya di hindari oleh orang-orang awam seperti mereka. Apalagi Aldi lumayan ganteng, takutnya dia malah di goda atau di jebak dalam sana. Aldi bekerja di tempat itu juga karena terpaksa. Karena hanya tempat itu yang mau menerimanya dan gajinya sangat mencukupi kebutuhannya.

Saras? Ntah, Keysa dengar dari Aura kalau Saras jadi TKW di china. Dia lebih memilih meninggalkan Indonesia dari pada harus mengikuti jejak Ibunya sebagai PKS. Itu lebih, walaupun Saras tidak tahu bagaimana nanti nasibnya di sana.

Yuda dan Yuna di kirim ke luar negeri untuk kuliah. Mau tidak mau keduanya harus mengikuti kemauan Papa mereka. Keduanya percaya bahwa pilihan Papanya pasti tidak akan salah, ini semua juga demi masa depan.

Sedangkan Wulan, dia milih kabur dari rumahnya. Wulan tidak kuat harus tinggal bersama Mamanya apalagi di waktu kelulusan, Wulan malah tidak masuk dalam 10 besar. Mamanya marah besar, bahkan Wulan di tampar saat masih di parkiran sekolah. Banyak siswa dan orangtua murid yang memperhatikan mereka. Hingga akhirnya Wulan kabur secara diam-diam.

Zeyyan, Geo, Naura, Bara, Andika dan Aura tetap kuliah. Ada yang kuliah di jurusan impian mereka dan ada yang kuliah hanya karena tuntutan dari orangtua mereka.

Aku Butuh RumahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang