Chapter 36

7.7K 629 6
                                        

Azura duduk di salah satu kursi kafe Chocolate, dengan memakai topi dan juga masker hitam menutupi identitasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Azura duduk di salah satu kursi kafe Chocolate, dengan memakai topi dan juga masker hitam menutupi identitasnya. Masih ada yang ingat dengan kafe ini? Tempat yang di jadikan tempat pencaharian para anggota Mafia karena sudah jarang beroperasi.

Seseorang duduk di hadapannya, dia adalah Rafael Leader Mafia Shipwreck. "Ada bisa kami bantu, Sky?" Pasti jika Bos Besar mereka yang datang langsung pasti ada informasi yang sangat penting.

"Ya, aku butuh bantuan kalian. Tepat di tanggal 1 September, di mana hari itu adalah ulang tahun nenekku —ah, maksudku hari ulang tahun orang yang membunuh Papa," jelas Azura tanpa bertele-tele.

Rafael mengepalkan tangannya di bawah sana. Giginya bergelatuk karena amarah. Dia akan membunuh siapa yang dengan berani membunuh Leader-nya.

"Aku ingin kalian bersiap kala itu, akan aku beritahu di mana letak acaranya nanti. Akan kita adakan pembantaian Marga Parker saat itu juga," lanjut Azura.

"Baik Sky. Tanpa kau pinta kami bersiap, kami sudah siap kapan saja jika menyangkut Tuan Alton," balas Rafael yang mencoba meredahkan amarnya untuk sesaat.

Dia menatap dalam gadis yang diketahuinya adalah anak dari sang Leader yang telah meninggal. Apa ini gadis yang sering dibangga-banggakan Tuannya? Mungkin iya. Dari beladirinya saja Azura sangat hebat, memang didikan Tuannya tak pernah salah.

"Oh ya Rafael, bisa kau bungkuskan aku sekotak brownies? Sepertinya itu sangat lezat."

Oh dan jangan lupakan sifat random gadis itu.

Rafael terkekeh dan menyuruh salah satu laki-laki untuk membungkuskan brownies coklat untuk Azura kamudian diberikannya pada gadis itu.

"Terima kasih," katanya dan meletakkan uang seratus ribu tapi langsung di tolak oleh Rafael, katanya tak enak jika Bos Besar mereka membeli.

Tapi Azura membantah dan memaksa menerima uang tersebut. Dengan terpaksa Rafael menerimanya. Azura melenggang pergi. Tiba-tiba pikirannya tertuju pada Tuannya yang 'sangat baik hati'. Siapa lagi kalau bukan Leadernya.

Azura mengendarai motornya dengan pelan, takut browniesnya rusak. Azura sampai di sebuah toko buku. Bel yang berada di atas pintu berbunyi, seorang perempuan yang berjaga disana menoleh. "Selamat da ...." perkataan nya terhenti saat melihat Azura. "Azura?! Kamu kemana aja sih? Dah lama kok nggak pernah datang?!"

Azura tersenyum. "Ada banyak urusan. Mama juga lagi hamil jadi nggak bisa sering-sering datang," jawab Azura seadanya.

"Tante Alasya hamil? Astaga, padahal rasanya baru kemarin Mama kamu nikah sama Tuan Abraham," celetuk Keisya, perempuan penjaga toko buku.

Azura tertawa pelan. Setelah berbincang-bincang dengan Keisya dia berpamit untuk masuk kedalam.

Keisya adalah salah satu anggota Mafia TKC. Dari sekian banyak anggota TKC, posisi Keisya yang paling menguntungkan. Dia mendapat bagian yang tak berurusan dengan darah, perkelahian, dan misi. Tugasnya hanya memantau anggota-anggota lainnya. Dan enaknya dia, dia mengetahui seluruh anggota Mafia TKC, kecuali Leader mereka dan tangan kanannya.

Mysterious GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang