"Kau ingin tau siapa dirimu yang sebenarnya Aryana?" ucap sang ayah yang kini duduk di depannya bersama istri dan juga Ardana.
Aryana mengangguk dengan cepat.
"Kau adalah Putri Adisti yang terlahir kembali, kau adalah seorang putri dengan kisah cinta yang tragis itu, kau adalah pemilik cinta yang kian belum menemukan penyatuan, dan kau adalah seorang wanita dengan jiwa yang sama, cinta yang sama, bahkan fisik yang hampir sama yang kini kembali terlahir untuk menyempurnakan kisah cinta antara pemilik jiwamu dan pemilik cintamu. Kau kembali hadir di bumi ini untuk menyebarkan kisah cinta yang sebenarnya, kau terlahir untuk mengajarkan kepada dunia bahwa cinta yang sebenarnya adalah cinta yang harus memberikan pengorbanan di setiap langkahnya."
Mendengar itu, Aryana mengernyitkan keningnya.
"Putri Adisti ayah? Bagaimana mungkin aku adalah dirinya yang terlahir kembali? Bukankah dia adalah seorang putri dari kerajaan, sedangkan aku hanyalah rakyat biasa, lalu bagaimana mungkin aku adalah dirinya?" ucapnya.
"Kau bukanlah rakyat biasa anakku, kau adalah putri dari kerajaan yang sama seperti yang ditempati oleh Putri Adisti, kau adalah seorang putri dari Kerajaan Adyapura."
Aryana semakin dibuat terkejut oleh ucapan ayahnya, ia sedikitpun tidak mengerti tentang apa makna dibalik ucapan ayahnya itu.
"Mungkin kau tidak akan langsung percaya dengan apa yang ayah ceritakan ini Aryana, karena Ayah akan mengatakan rahasia besar kepadamu, ayah harap kau bisa mencerna ucapan ayah dengan sebaik mungkin."
Aryana mengangguk.
"Sebenarnya ayah adalah seorang raja di Kerajaan Adyapura, ayah adalah putra mahkota disana. Ayah memilih pergi meninggalkan kerajaan karena ayah merasa sangat tertekan dengan aturan-aturan yang ada disana. Dulunya ayah hanya ingin pergi meninggalkan kerajaan seorang diri, namun di tengah jalan ayah menemukan bundamu. Waktu itu ayah melihatnya berdiri tepat di pinggir laut dengan merentangkan kedua tangannya. Ayah kira waktu itu bundamu ingin menghirup udara segar, namun siapa sangka dia malah ingin bunuh diri. Ayah sangat khawatir saat melihat ada seorang gadis yang berniat melompat dari atas jembatan itu. Segera ayah berlari dan menangkapnya saat dia akan melompat waktu itu, dan untungnya ayah berhasil menyelamatkan bundamu waktu itu. Dari situlah ayah pertama kali melihatnya, wajah yang polos dan rambut yang berantakan itu membuat ayah merasa iba dengannya. Ayah sempat memarahi bunda kalian habis-habisan karena keputusannya yang sangat aneh dengan mencoba untuk bunuh diri. Entahlah ayah juga tidak tahu alasan apa yang membuat bundamu mencoba untuk bunuh diri, namun saat ayah memarahinya bundamu hanya diam saja tanpa menghiraukan ucapan dari ayah. Melihat kondisinya yang acak-acakan membuat ayah tidak tega untuk meninggalkannya dan akhirnya ayah pun menggendongnya menjauhi jembatan itu. Saat melihat sebuah tempat yang ayah rasa aman, ayah pun segera menurunkan bundamu. Ayah menanyainya secara terus-menerus namun bundamu tetap saja tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjawab pertanyaan dari ayah. Ayah merasa kesal dan langsung pergi meninggalkannya, namun saat ayah hendak akan pergi tiba-tiba ayah merasakan ada seseorang yang menggenggam tangan ayah."
"Bunda?"
"Iya benar, saat ayah akan pergi meninggalkan nya tiba-tiba dia menggenggam tangan ayah. Saat membalikkan badan, ayah melihat wajahnya seakan meminta ayah untuk membawanya pergi. Melihat itu ayah langsung membawanya kemanapun ayah pergi, tapi tetap saja bundamu tidak pernah mengeluarkan suaranya, dia masih memilih untuk diam saja. Tapi lama kelamaan, akhirnya bundamu membuka suara juga. Dan ayah pun akhirnya tahu bahwa dia adalah seorang putri dari Kerajaan Mexico. Ayah bahkan juga tahu alasan kenapa bunda kalian ingin bunuh diri waktu itu, karena bunda kalian merasa tertolak dengan seorang pria yang dia sukai. Sangat aneh bukan? Ayah juga tidak paham dengan apa yang ada di pikiran bundamu kala itu. Dari situlah kami berdua sering bersama, ada sebuah rasa yang mengikat antara aku dan bundamu, dan pada akhirnya kami pun memutuskan untuk menikah. Tapi sebelum itu ayah pernah di tolak oleh bundamu ini , ayah merasa sakit hati waktu itu karena dari segi paras, ayah terbilang sangat tampan dan bagaimana mungkin bundamu ini tidak menerima ayah? Tapi setelah beberapa hari bundamu akhirnya menerima ayah dan kami berdua pun menikah. Bertahun tahun akhirnya ayah dan bunda memiliki kalian berdua. Ardana lahir tepat ketika bulan purnama waktu itu, sedangkan kau lahir bertepatan dengan gerhana matahari."
"Kak Ardana tau tentang ini?" tanya Aryana seraya melihat Ardana yang sedari tadi diam tak bergeming.
Ardana tersenyum, lalu berkata "Aku tau semuanya sejak aku berusia 7 tahun adik, aku juga sama sepertimu, aku merasa bingung dan juga sedikit tidak menyangka bahwa aku adalah anak seorang pangeran mahkota yang melarikan diri dari kerajaan. Ditambah aku semakin heran ketika mendengarkan cerita ayah dan bunda sebelum mereka bertemu, disitu aku merasa semakin aneh. Namun lama kelamaan aku mulai menerima bahwa aku memang keturunan dari kerajaan, karena ketika kecil aku selalu memimpikan menjadi seorang pangeran, dan itu benar terjadi."
"Kakak pernah ke Kerajaan Adyapura?"
"Belum Aryana, sejak kecil ayah tidak pernah menginjakkan kakinya kembali ke Kerajaan Adyapura. Ayah memilih untuk tetap tinggal di pinggiran laut hanya untuk mengasingkan diri dari kerajaan itu."
"Apakah disini tidak ada yang mengenalimu ayah?" tanya Aryana.
"Ayah memilih tinggal disini karena kebanyakan masyarakat disini tidak terlalu mengenal keluarga kerajaan, mengingat disini adalah perbatasan dari Kerajaan Adyapura. Jadi karena itulah ayah memilih untuk tinggal disini."
"Apa ayah tidak ingin kembali ke kerajaan?"
"Pasti kembali Aryana, bahkan mungkin sekarang sudah waktunya untuk kita kembali ke Kerajaan Adyapura."
"Apa keluarga bunda tidak tau bahwa bunda masih hidup?"
"Entahlah, tapi bunda yakin mereka akan sangat terkejut ketika bunda ada di depan mereka."
"Apa bunda tidak merindukan keluarga bunda?"
Sang bunda tersenyum, "Bohong rasanya jika bunda tidak merindukan mereka Aryana, bunda berusia sama sepertimu ketika bunda memutuskan melarikan diri dari kerajaan. Bagimu mungkin bunda memilih keputusan yang salah, atau bahkan sangat diluar nalar. Tapi percayalah, jika kau merasakan sama seperti apa yang bunda rasakan, kau pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa yang bunda lakukan. Hanya saja memang bunda sedikit tidak tau diri ketika berkenaan dengan perasaan. Bunda lebih memilih mengakhiri hidup bunda dibanding menikmati indahnya kehidupan bersama keluarga yang sangat menyayangi bunda. Jujur bunda merasa menyesal jika mengingat tentang itu, namun disisi lain bunda juga sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan bunda kesempatan untuk menjalani hidup dengan membawa ayahmu masuk ke kehidupan bunda."
•••••
See you next time 🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
AMBARAWA
FantasyAkankah cinta harus berakhir lantaran maut yang memisahkan antara sepasang kekasih yang memang ditakdirkan untuk hidup bersama? Bagaimana menurutmu? Menurut sebagian orang, kematian mungkin merupakan akhir dari segalanya, namun ada juga yang percaya...
