Cinta Tulus

116 13 0
                                        

"Tidakkah kau merasa ini semua tidak adil terhadapmu?" ucap Pangeran Adikara di sela-sela tatapannya yang mengarah pada Putri Arinda.

"Jangan berbicara tentang keadilan disini pangeran, semuanya berjalan sesuai dengan garis takdirnya masing-masing. Dan mungkin saja takdirku memang tertulis seperti ini, lalu bagaimana mungkin aku memberotak atas takdir yang memang Dia tuliskan untukku? Bukankah itu sebuah dosa besar?" 

"Bukan seperti itu maksudku"

"Lalu?"

"Aku tau setiap manusia memiliki garis takdirnya masing-masing, tapi terkadang ada satu sisi ketika manusia itu tidak menerima akan garis takdirnya sendiri. Satu sisi ketika dia dipaksa untuk menerima keadaan yang sama sekali tidak ia inginkan, satu sisi ketika hidupnya dipaksa untuk berjalan sesuai dengan garis takdir yang sama sekali tidak pernah ia pikirkan. Dan saat ini itupun terjadi padamu Alana, takdir sedang mempermainkanmu saat ini, tidakkah kau merasa ingin untuk memberontak atas takdir itu?"

Putri Arinda tersenyum.

"Kau mungkin tidak mengenalku secara dalam pangeran, karena itu kau meragukan kepercayaanku atas takdirku. Aku percaya bahwa setiap takdir memiliki garisnya masing-masing, dan ia tidak buruk. Semua takdir adalah anugerah dari Tuhan itu sendiri, bagaimana mungkin aku memberontak anugerah Tuhan pangeran? Memang tidak semua indah, tapi jika seseorang mencerna lebih dalam akan takdir mereka masing-masing, mereka akan tau bahwasanya tidak ada istilahnya takdir itu buruk. Percayalah pangeran, jika semua orang menerima takdir mereka tanpa ada niatan untuk memberontak, maka tidak akan ada yang namanya kehidupan tidak bermakna. Mereka akan memiliki kedamaian, ketenangan, dan bahkan kehidupannya pun akan terasa sangat indah."

"Lalu bagaimana dengan cintamu? Bukankah mencintai tanpa dicintai itu menyakitkan?"

"Menyakitkan?"

Pangeran Adikara mengangguk.

"Cinta tidak pernah menyakiti pangeran, jika ia menyakitimu maka itu bukanlah cinta. Cinta adalah rasa yang tumbuh atas kuasa Tuhan, dan apapun yang dari Tuhan tidak akan pernah menyakitkan."

"Kau mencintai secara sepihak Arinda, bagaimana mungkin itu tidak menyakitimu?"

"Apakah semua orang yang mencintai harus dicintai? Tidak seperti itu pangeran. Aku mencintaimu bukan untuk mendapat imbalan agar kau juga mencintaiku. Memang akan terasa sangat indah ketika seseorang yang kita cintai mencintai kita juga, tapi akan terasa menyakitkan jika seseorang yang kita cintai mencintai orang lain. Awalnya memang sangat menyakitkan ketika aku tau bahwa kau mencintai gadis lain, tapi setelah kupikir lebih dalam, mengapa aku harus merasa tersakiti? Bukankah sedikitpun kau tidak pernah menyakitiku?"

Pangeran Adikara diam sejenak.

"Lagi pula mengapa aku harus merasa tersakiti ketika aku melihatmu tertawa dengan gadis lain? Bukankah seharusnya aku turut bahagia karena kau bahagia bersamanya? Aku memang mencintaimu pangeran, bahkan aku bisa bertaruh bahwa tidak akan ada yang bisa menandingi cintaku walaupun itu hanya sepihak, termasuk gadis yang kau cintai. Tapi aku bukanlah seorang gadis yang egois, aku tidak akan pernah merebut kebahagiaan sesama wanita. Jika kau bahagia bersamanya, maka aku pun akan turut bahagia walaupun hanya dengan melihatmu dari kejauhan. Tapi ketika aku melihat cintamu yang tak bersatu waktu itu, aku merasa tidak terima. Jika cintaku tidak bisa mencapai titik kesempurnaan, setidaknya cintamu harus mencapai titik kesempurnaan itu." ucap  Putri Arinda yang melanjutkan ucapannya.

"Terbuat dari apa hatimu Arinda, kau begitu mulia untuk kukatakan sebagai manusia biasa. Tidak semua gadis memiliki pemikiran dan hati setulus dirimu, itu sangatlah langka. Aku sangat bahagia karena aku dicintai oleh seorang gadis sepertimu, aku sangat berterima kasih. Tapi takdir itu diluar kendaliku, aku tidak bisa membalas cintamu, karena itu maafkanlah aku. Bagimu mungkin ini tidaklah perlu, tapi bagiku ini sangat penting karena aku tetap menyakitimu. Bahkan aku tetap menyakitimu tidak hanya di kehidupan waktu itu, di kehidupan saat ini pun aku juga menyakitimu, maafkan aku."

"Tidak pangeran, kau tidak bersalah disini, tidak ada siapapun yang bersalah disini. Kau punya hak untuk mencintai siapapun, dan itu tidak bisa kuhalangi. Sama halnya denganku, aku mencintaimu, dan itu hakku. Kau tidak bisa menghalangiku untuk mencintaimu, bahkan tidak ada seorang pun yang bisa menghalangiku untuk mencintaimu, termasuk gadis yang kau cintai. Jika kau memiliki hak untuk mencintai gadis lain, maka aku juga memiliki hak yang sama untuk mencintaimu. Aku tidak memintamu untuk membalas cintaku, tapi setidaknya tolong jangan larang aku untuk tetap mencintaimu. Aku tidak berjanji akan mencintaimu selamanya pangeran, tapi untuk saat ini cintaku sudah berusia yang sama seperti cintamu pada gadis itu, bahkan bisa saja cintaku lebih lama dibandingkan cinta kalian. Aku tidak tau sampai kapan Tuhan menitipkan rasa cinta ini padaku, yang kutau aku masih disini dengan cinta yang sama untukmu."

'Apa ini Tuhan? Bagaimana mungkin kau mempermainkan gadis dengan hati setulus ini? Aku tau semuanya akan berjalan sesuai dengan garis takdirmu, tapi setidaknya tolong jangan kembali permainkan hati gadis ini di kehidupan saat ini. Sebentar lagi aku akan mencapai titik kesempurnaan dengan gadis yang kucintai, semoga gadis ini juga mencapai titik kesempurnaan cintanya. Jika aku terlahir kembali untuk menyempurnakan cintaku yang belum selesai di kehidupan sebelumnya, maka dia juga terlahir untuk menyempurnakan cintanya yang belum selesai di kehidupan sebelumnya bukan? Lalu antara cintaku dan cintanya, cinta mana yang akan mencapai titik kesempurnaan itu? Bukankah hanya akan ada satu cinta yang mencapai titik kesempurnaan, baik itu cintaku ataupun cinta gadis ini. Tolong jangan biarkan hatinya kembali terluka untuk ketiga kalinya, sekali saja hadirkan dia sosok pemuda yang bisa membuatnya bahagia, hadirkan seorang pemuda yang akan memberikan dunia baru padanya. Kau harus berjanji padaku Tuhan, di kehidupan saat ini bukan hanya cintaku yang akan mencapai titik kesempurnaan, cinta gadis ini juga akan mencapai titik kesempurnaan itu. Kami berdua akan sama-sama mencapai titik kesempurnaan cinta kami, Kau harus berjanji Tuhan.' ucap Pangeran Adikara dalam hati.

"Hey, apa yang sedang kau pikirkan?" ucap Putri Arinda yang membuyarkan lamunan Pangeran Adikara.

Pangeran Adikara hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum kecut.

"Kenapa kau tidak mengingat sungai ini?" tanya Putri Arinda.

"Elbrata tidak akan ingat sampai ia kembali bertemu dengan Aryana, selama itu ia tidak akan mengingat apa-apa."

"Aryana?"

"Gadis yang kucintai terlahir kembali dengan nama barunya yaitu Aryana, dia terlahir tepat di kerajaan yang sama, Kerajaan Atlantis. Sama halnya dengan Elbrata, Aryana tidak akan mengingat apapun sampai mereka saling bertemu. Mungkin mereka hanya merasa sesuatu hal yang aneh, bahkan mereka mungkin sudah mulai mengetahui bahwa yang sebenarnya mereka adalah orang lain yang kembali terlahir. Namun hanya sebatas itu saja, mereka tidak akan bisa mengingat secara pasti apa yang terjadi antara keduanya."

"Kapan kalian akan bertemu?"

"Bulan depan, dan selama itu Elbrata dan Aryana akan dibuat gelisah setiap harinya."

•••••

See you next time 🤍

AMBARAWACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang