Sakit Rambut

139 17 0
                                        

"Sungguh Dira, sampai saat ini pun aku tidak menyangka bahwa aku akan benar-benar menikah dengan seorang gadis yang kutemui di hutan." ucap Pangeran Andrian dengan senyumannya.

"Kau tidak menyukainya?" ucap Putri Andira.

Mendengar ucapan dari istrinya kini membuat Pangeran Andrian terdiam, yang awalnya dia tersenyum, kini malah bibir itu menunjukkan reaksi yang sebaliknya.

"Apa ini Dira? Kau yakin berkata seperti itu padaku? Aku kemari kalau bukan karena aku sangat mencintaimu, lalu karena apa? Kan tidak mungkin aku kemari hanya untuk bisa melihat kerajaanmu ini."

"Kau mengatakan kerajaanku tidak cantik?"

'Apa ini Tuhan? Apa semua wanita ketika sudah dinikahi akan bersifat seperti ini? Mereka akan selalu marah-marah pada suaminya? Ya Tuhan.' batin Pangeran Andrian yang semakin dibuat kebingungan dengan reaksi istrinya.

"Aku tidak bermaksud seperti itu Dira, siapa yang mengatakan bahwa kerajaanmu tidak cantik?"

"Kau"

"Kapan?"

"Itu tadi."

"Kau kenapa Dira? Apa aku berbuat salah padamu? Atau ada sikapku yang membuatmu tidak menyukaiku? Ayo katakan padaku."

Mendapati pertanyaan dari Pangeran Andrian, bukannya menjawabnya, Putri Andira malah menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ayo katakan padaku." ucap Pangeran Andrian sekali lagi.

Tanpa berniat menjawab, Putri Andira malah pergi meninggalkan suaminya seorang diri di taman. Sedangkan Pangeran Andrian yang melihat itu semakin dibuat kebingungan oleh sikap sang istri.

Tanpa berlama-lama, Pangeran Andrian pun mengikuti kemana Putri Andira berada, hanya saja dia kehilangan jejak istrinya, sehingga membuatnya menatap kanan kiri seperti halnya sedang tersesat. Mengingat ini baru kedua kalinya ia mengelilingi Kerajaan Astrata, ia pun terlihat sangat kebingungan. Kedua kalinya? Benar sekali. Pangeran Andrian pertama kalinya ke Kerajaan Astrata tepat ketika ia mengantar Putri Andira ketika ia sedang tak sadarkan diri, lalu ini kedua kalinya ia kembali ke kerajaan yang sama sekali tidak ia sangka bahwasanya ia akan menjadi seorang menantu dari kerajaan ini.

Melihat sosok pria yang saat ini sudah berstatus sebagai menantunya, membuat Raja Arsena menghampiri Pangeran Andrian.

"Ada apa?" ucap Raja Arsena seraya menepuk pundak Pangeran Andrian dari belakang.

Mendapat pukulan kecil di pundaknya, membuat Pangeran Andrian pun menoleh ke belakang. Disana ia melihat sosok pria paruh baya yang saat ini sudah menjadi mertuanya.

Tak berniat menjawab, Pangeran Andrian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum.

"Yakin?" ucap Raja Arsena sekali lagi untuk memastikan menantunya baik-baik saja.

"Iya yang mulia, tidak ada apa-apa."

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu Andrian."

"Tidak sopan yang mulia."

"Kata siapa?"

"Saya yang mulia."

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu Andrian."

"Tidak baik yang mulia."

"Kata siapa?"

"Saya yang mulia."

AMBARAWACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang