Bohong

128 16 0
                                        

"Katakan padaku El, apa kau masih ingat dengan gadis yang kau temui di pasar waktu itu?" ucap Putri Adara yang saat ini masih tetap berada di ruangan Pangeran Elbrata bersama Raja Andrian dan juga Ratu Andira.

"Masih aku ingat Dara." ucap Pangeran Elbrata.

"Seperti apa dia?"

"Gadis it-" ucapan Pangeran Elbrata terpotong.

"Jangan mengulang kesalahan yang kedua kalinya El, kuharap kau mengerti dengan apa yang Bunda katakan." ucap Ratu Andira yang memotong ucapan putranya.

Mendengar itu Pangeran Elbrata langsung terdiam, yang awalnya dia ingin menceritakan bagaimana seorang gadis yang ia temui di pasar, namun kini bibirnya terdiam kaku dan tak mengeluarkan suara. Ia mengerti apa yang sebenarnya ibundanya katakan, ia tau bahwa ia tidak harus menggambarkan sosok gadis yang ia cintai di depan seorang gadis yang mencintainya. Itu akan menyakitkan sekali bukan? Karena itulah Pangeran Elbrata memutuskan untuk tidak melanjutkan ucapannya.

"Kesalahan? Kesalahan apa Dira?" kini Raja Andrian lah yang berbicara.

Melihat reaksi dari suaminya yang kini kebingungan dengan apa yang baru saja ia katakan, Ratu Andira pun langsung memegang tangan Raja Andrian lalu pergi meninggalkan Pangeran Elbrata dan juga Putri Adara.

"Kalian lanjutkan saja, ayah dan bunda ada urusan sebentar, nanti kami akan kembali lagi." ucap Ratu Andira seraya membawa suaminya keluar dari ruangan Pangeran Elbrata.

Melihat kedua orang tuanya yang kini sudah tidak ada bersamanya, Pangeran Elbrata kembali mencerna apa yang ibundanya katakan. Hingga pada akhirnya ia dikagetkan dengan pukulan kecil di bahunya.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku El." ucap Putri Adara yang membuat Pangeran Elbrata kembali sadar dari lamunannya.

"Eh iya, apa pertanyaanmu tadi Dara?"

"Ada apa denganmu El? Sejak kapan kau menjadi pelupa seperti ini?" ucap Putri Adara yang sedikit kebingungan dengan reaksi sahabatnya yang kini menjadi pelupa, padahal dari kecil ingatan dari Pangeran Elbrata ini sangat tajam, dan sedikitpun tidak pernah melupakan hal apapun.

"Maafkan aku Dara, aku tidak fokus dengan apa yang kau katakan tadi, boleh kau mengulanginya sekali lagi?"

"Seperti apa gadis yang kau temui itu?"

"Gadis yang kutemui?"

"Iya El."

"Dia seperti gadis pada umumnya, dia punya kedua mata, satu hidung, satu mu-" ucapan Pangeran Elbrata terpotong.

"Bukan jawaban seperti itu yang aku mau El."

"Terus bagaimana hmm?" ucap Pangeran Elbrata dengan sedikit senyuman.

"Lebih cantik mana dia denganku?"

Mendengar pertanyaan itu membuat Pangeran Elbrata sedikit meneguk ludahnya dalam-dalam. Ia sangat mengakui bahwa sahabatnya itu adalah gadis yang cantik, namun ia juga tidak berbohong bahwasanya gadis yang ia temui itu jauh lebih cantik dibandingkan dengan kecantikan sahabatnya.

Mendadak Pangeran Elbrata kembali mengingat ucapan dari ibundanya sebelum pergi, ia tau betul jika nanti ia mengatakan bahwa gadis yang ia temui lebih cantik dibanding dengan Putri Adara, pasti sahabatnya itu akan kembali merasa sakit hati. Pangeran Elbrata sangat tau hati para perempuan, mereka akan pura-pura kuat padahal mereka sedang sakit hati. Lebih parahnya lagi ketika mereka sedang merasa cemburu dengan suatu hal, mereka tentu tidak akan mengatakan bahwa mereka sedang dalam keadaan cemburu, hanya saja dari sikapnya pasti akan ketahuan bahwa mereka sedang cemburu.

"El, kau dengar ucapanku kan?" ucap Putri Adara yang kembali membuat Pangeran Elbrata tersadar dari lamunannya.

"Eh iya Dara aku mendengarnya."

"Kau kenapa si El? Kau sudah bosan berbicara denganku? Kau sudah tidak tertarik untuk berbicara denganku? Katakan saja El, kau tidak perlu menunjukkan reaksi seperti itu. Jika kau memang sudah tidak mau untuk berbicara denganku, maka katakan padaku. Aku juga tidak akan memaksamu untuk selalu mendengarkan ku, karena aku tidak punya hak atas itu El, kau berhak untuk menolaknya. Ka-" ucapan Putri Adara terpotong.

"Stttt diamlah, kau terlalu banyak bicara Dara. Kau cantik, dan tidak akan pernah ada yang bisa menandingi paras cantik milik sahabatku ini, tidak akan pernah. Hanya karena aku sering melamun ketika kau berbicara denganku, bukan berarti aku tidak mau berbicara denganmu Dara. Kau sahabatku, jadi bagaimana mungkin aku tidak mau berbicara denganmu? Kau selalu ada bersamaku ketika aku masih kecil, lalu bagaimana mungkin kau bisa mengatakan bahwa kau tidak memiliki hak atas diriku? Kau punya hak Dara, kau punya hak atas diriku." ucap Pangeran Elbrata seraya memegang kedua pundak Putri Adara.

Mendengar itu Putri Adara sedikit kagum dengan apa yang baru saja sahabatnya katakan mengenai dirinya. Ia begitu bahagia karena Pangeran Elbrata mengatakan bahwa dirinya sangat cantik hingga tidak akan ada seorang pun yang bisa menandingi kecantikannya. Namun jangan lupakan bahwa ia juga sangat tau dengan sifat sahabatnya itu, ia sangat tau betul bahwa Pangeran Elbrata tidak akan pernah membuatnya sakit hati dengan mengatakan bahwa gadis yang ia temui lebih cantik dibanding dengan dirinya. Ia juga sangat tau betul akan kecantikan dari Putri Adisti, bahkan kecantikannya masih tetap abadi hingga saat ini. Jika Putri Adisti saja memiliki kecantikan yang tiada tandingannya, maka gadis itu juga pasti memiliki paras cantik yang serupa dengan Putri Adisti, mengingat ia adalah Putri Adisti yang terlahir kembali, jadi sudah terjamin bahwa gadis itu akan memiliki kecantikan yang paripurna. Lalu bagaimana mungkin sahabatnya itu mengatakan bahwa dirinya lebih cantik dari gadis manapun? Lelucon yang sangat indah.

Seulas senyuman pun terukir di bibir Putri Adara, Pangeran Elbrata yang melihat itu kian bertanya-tanya mengapa sahabatnya tersenyum? Tak lama dari itu, Pangeran Elbrata mengira bahwa Putri Adara kini menjadi salah tingkah karena baru saja ia memujinya.

"Kau lupa siapa yang saat ini sedang kau ajak bicara El?" ucap Putri Adara yang membuat Pangeran Elbrata menjadi terdiam.

"Apa maksudmu Dara?" ucap Pangeran Elbrata yang kebingungan dengan apa yang sahabatnya maksud.

"Aku sahabatmu kan El?"

"Tentu saja."

"Sejak kapan aku menjadi sahabatmu?"

"Sejak kecil."

"Lalu bagaimana mungkin kau bisa berbohong pada sahabatmu ini?"

"Berbohong?" ucap Pangeran Elbrata bertanya-tanya.

"Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan bahwa tidak akan pernah ada yang bisa menandingi kecantikanku? Kau lupa bahwa aku juga tau dengan kisah Pangeran Adikara dan juga Putri Adisti? Semua orang mengakui bahwa kecantikan Putri Adisti tiada tandingannya, dan kini ia terlahir kembali menjadi seorang gadis yang kau temui waktu itu. Jika Putri Adisti saja memiliki paras kecantikan yang tiada tandingan, maka gadis yang kau temui waktu itu juga pasti memiliki paras yang sama bukan? Hanya karena ingin menjaga perasaanku kau melakukan ini El? Hanya karena ingin aku tidak terluka, kau membohongiku El? Bukan seperti itu caranya El, bukan seperti itu. Aku lebih baik mengetahui yang sebenarnya walaupun itu akan sedikit menyakitkan, daripada aku terbuai dengan pujianmu namun nyatanya pujian itu hanyalah dusta semata."

•••••

See you next time 🤍

AMBARAWACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang