Happy reading
***
Buru-buru Xinyi menyeka air matanya itu, tidak dia tidak boleh menangis hanya karna orang yang tidak mengharapkan kehadirannya. Saat Xinyi hendak ingin kembali ke kamarnya dia mendengar suara.
Seketika ia merinding langkahnya terhenti. Suara itu berasal dari balik-balik semak belukar.
Xinyi menoleh ke segala arah hingga pandangannya terpaku pada sebuah bayangan seseorang yang berdiri dibalik semak.
Dia tak tahu itu siapa, karena gelapnya malam mengganggu penglihatannya.
Seseorang itu mendekat membuat Xinyi reflek melangkah mundur waspada. Dia tidak tahu mengapa ia tidak bisa berteriak seolah mulutnya sudah dikunci.
"Akhhhhh" Xinyi mulai mengerang kesakitan
Xinyi jatuh saat rasa panas terbakar itu semakin terasa. Sangat menyiksanya. Kepalanya seolah akan meledak dan jantungnya seolah ditarik paksa dari rongga dadanya.
Dia meringkuk kesakitan. Tubuhnya seolah dihujam ribuan anak panah dan terasa seperti diiris oleh sesuatu tak kasat mata.
Dengan sekuat tenaga Xinyi menengadahkan kepalanya ke atas dan melihat seseorang itu sudah tepat berada di depannya. Mata Xinyi membola saat tahu siapa orang itu.
"Merindukan ibumu ini putriku"
"Kau..."
Ucapan Xinyi terpotong kala dia tidak bisa menahan sakit di sekujur tubuhnya
"Kau harus ikut bersamaku Xinyi"
Setelah mengatakan itu Diora menghilang bersamaan dengan kepulan asap hitam yang pekat dan tak lupa membawa Xinyi ikut bersamanya.
Saat pertama kali Xinyi membuka matanya dia melihat dinding yang sudah lapuk termakan usia, saat ia mencoba untuk berdiri ternyata kaki dan tangannya sudah terikat rantai besi.
"Merepotkan"
Xinyi tersentak kala mendengar suara itu, ia menoleh ke kiri dan melihat Diora memakai jubah hitam yang sementara menatapnya tajam.
Xinyi meringsut mundur merasa dirinya dalam bahaya.
"Kau takut pada ibumu ini?" ucap Diora yang berjalan mendekati Xinyi
"Bagaimana jika mulai sekarang kau harus tinggal bersamaku" Diora mencengkeram erat dagu Xinyi
"Aku tidak akan pernah ikut denganmu" Xinyi susah payah berbicara karna kuku Diora semakin menancap kulit pipinya
"Kau semakin berani kepadaku, mereka tidak akan mencarimu saat kau hilang, ikutlah dengan ibumu ini Xinyi"
"IBUKU SUDAH TIADA SAAT AKU BERUMUR 10 TAHUN, DIA SUDAH MATI" Xinyi berteriak tepat didepan wajah Diora. Rasa hormat ?dia bukan siapa-siapa yang harus Xinyi hormati
"Jalang kecil, beraninya kau!"
"Akhhh"
Xinyi terbatuk darah, dia meringis ngilu,tak lama dia terbatuk hebat, memuntahkan darah segar yang sangat banyak.
"Ukhukk apa yang kau lakukan kepadaku sialan" pesetan dengan sopan santun, Xinyi sudah menganggap ibunya sudah tiada saat kejadian itu.
"Inilah akibatnya jika kau macam-macam denganku, ini belum seberapa Xinyi. Tunggulah, besok kau akan ku jadikan tumbal selanjutnya agar aku semakin kuat hahahaha."
"Dasar gila"
"Yah aku gila karena dirimu, karna anak sialan dan jalang kecil sepertimu membuatku terusir dari istana." Kilatan dendam Diora semakin terpancar dari bola matanya
"Itu karna kesalahan mu sendiri, berhenti menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kau perbuat" ucap Xinyi mengingatkan sambil meremas dadanya yang semakin sakit
"Cihh akan ku pastikan besok kau sudah tiada putriku."
Diora langsung menghilang
"Hiks ini sangat sakit. Ayah,kakak tolong aku."ucap Xinyi sambil menangis tertahan
"Aku harus kabur dari sini, aku masih ingin hidup"
Xinyi berusaha untuk membuka rantai itu dengan jepitan rambut miliknya yang selalu dipakai.
Dan gotcha berhasil.
Ia buru-buru melepaskan rantai itu perlahan-lahan dan menengok ke segala arah untuk melihat apakah ada penjaga ternyata tidak.
Xinyi segera berlari dan berusaha mencari jalan keluar tapi saat sudah berada di pintu ia ketahuan salah satu bawahan Diora. Ia berlari sekuat tenaga dan bersembunyi dibalik semak semak yang rimbun.
Huftt
Xinyi bernafas lega kala orang yang mengejarnya sudah menghilang.
Tetapi saat baru akan kembali berjalan orang yang mengejarnya sudah berada di hadapannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Huang Li Wei (hiatus)
Historical FictionHarap bijak dalam membaca Mengandung kata-kata kasar Huang Li Wei Charles adalah anak Dari kaisar franz Charles dan permaisuri shopie Adipati Charles dari kekaisaran Charles dan adik dari Huang fengyin Charles. Li Wei kurang beruntung dalam kasih s...
