Happy reading
***
Pagi harinya.
Alley bangun lebih awal dari sebelumnya, dia sudah selesai bersiap-siap.
Dia berjalan menuju barak militer untuk mempersiapkan semuanya.
"Apakah semua sudah lengkap?" Tanya Alley memastikan apakah prajuritnya sudah berkumpul semua.
"Sudah panglima"
Mata Alley bergulir memperhatikan prajurit yang berada di barisan depan.
"Baiklah, semua bergabung ke kelompok masing-masing dan memposisikan diri dimana tempat kalian berada hari ini. Saya mohon kerja sama kalian semua" kata Alley dengan tegas
"Laksanakan Panglima"
Semua prajurit langsung berkumpul ke kelompok masing-masing dan berbalik pergi untuk menuju dimana tempat mereka akan berjaga.
"Kalian bertiga ikut denganku"
"Baik Panglima"
Mereka ber4 menuju gerbang utama untuk menyambut kedatangan kekaisaran Charles karna penyambutan kali ini akan dipimpin oleh Alley sendiri.
***
"Rombongan kekaisaran Charles memasuki gerbang utama." Teriak Kasim penjaga gerbang sambil menunduk hormat.
"Salam kaisar Frans, Pangeran Fengyin dan putri Xinyi, saya panglima Alley akan mengawal anda sampai di depan pintu utama kaisar" ucap Alley dengan tegas
Kaisar Frans, Pangeran Fengyin dan putri Xinyi yang mendengar itu reflek berbalik menghadap ke arah Alley memastikan mereka tidak salah dengar. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa yang menyambut mereka adalah Alley. Mereka bertiga begitu merindukan Alley sampai-sampai kaisar hampir hilang kendali untuk segera memeluk Li Wei. Xinyi langsung ingin memeluk Alley karna Alley tepat berada di sampingnya tetapi dengan cepat Fengyin menahan tangan Xinyi agar tidak memeluk Alley. Xinyi yang tidak terima langsung menatap tajam Fengyin tetapi Fengyin juga malah menatapnya lebih tajam dan membisikkan sesuatu.
"Jika kau ingin identitas Li Wei terbongkar silahkan peluk dia sekarang" ucap Fengyin dengan pelan dan langsung melepaskan tangan Xinyi.
Xinyi yang tersadar langsung menunduk dan meminta maaf kepada Fengyin.
"Maafkan aku kak"
"Sudah sampai kaisar, kalau begitu saya pamit untuk undur diri." Ucap Alley saat rombongan kekaisaran Charles sudah tiba di tempat kaisar Zayed dan keluarga berada.
Kaisar Frans hanya mengiyakan saja.
Alley memberi hormat dan langsung berbalik untuk kembali bergabung bersama 3 anak buahnya. Siapa lagi jika bukan Victor, Theo dan Hans.
"Salam kaisae Zayed, permaisuri elizhabeth, Pangeran mahkota Huanran, pangeran Hongli dan putri Xinyi, semoga kalian hidup seribu tahun lagi." Kaisar Frans beserta kedua anaknya memberi salam tapi mereka tidak menunduk hormat karna kedudukan mereka sama.
"Tidak usah terlalu formal Frans, anggap saja seperti biasa."
Tanpa aba-aba Kaisar Zayed langsung memeluk Kaisar Frans ala-ala laki-laki.
"Silahkan duduk" kaisar Zayed mempersilahkan mereka ber4 untuk duduk.
"Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Ucap kaisar Zayed memulai percakapan.
"Kau tahu selama ini keadaan ku tidak baik tanpanya." Jawab kaisar Frans dengan terkekeh ringan.
"Yah tapi kau tenang saja dia baik-baik saja selama ini dan ada yang perlu aku bicarakan dengan mu nanti, ini sangat penting." Kata kaisar Zayed dengan mode serius.
Kedatangan kekaisaran Charles bertepatan juga dengan hari Festival Chong. Festival Chong Yang jatuh pada setiap tanggal 9 bulan 9 penanggalan Imlek (Hokkian : kaw-kaw). Festival Chong Yang yang memiliki arti panjang umur ini juga dirayakan sebagai Hari Lansia (Lanjut Usia) oleh kekaisaran Nuvoleon
Menurut kitab I Ching, angka sembilan memiliki sifat ‘Yang’ atau positif. Sementara angka sembilan 九 (Jiǔ) merupakan angka tertinggi dari angka-angka yang lainnya, dan mempunyai bunyi yang sama dengan ‘Jiu-Jiu’ yang artinya ‘lama-lama’, jadi sering diartikan sebagai panjang umur.
Ting
Ting
Ting.
Berbagai macam perlombaan Kini sudah terlaksana. (Kita persingkat saja yah heheh, soalnya males nulis panjang-panjang 😆🙏🏻). Kini semua penduduk kekaisaran Nuvoleon membubarkan diri untuk kembali ke rumah masing-masing, begitupun dengan Alley beserta para prajuritnya, mereka langsung kembali ke barak militer untuk beristirahat karena aktivitas hari ini cukup menguras tenaga. Banyak sekali orang yang ingin mencelakai para petinggi kekaisaran tetapi untung saja selalu digagalkan oleh para prajurit.
"Terima kasih untuk hari ini, kalian melakukan yang terbaik." Kata Alley dengan tegas.
"Terima kasih kembali Panglima."
"Baiklah kalian lanjut untuk istirahat, saya akan berkeliling sebentar."
"Apa anda tidak perlu di kawal panglima?" Tanya Victor yang sudah duduk selonjoran di bawah karpet.
Alley melirik Victor sedikit dan memperhatikannya, dia tersenyum tipis. 'Dia berniat menawariku atau hanya basa-basi?' tanya Alley kepada dirinya sendiri.
Dia tersenyum tipis.
"Tidak perlu."
"Baik"
🐾🐾🐾
Written
21-09-22
KAMU SEDANG MEMBACA
Huang Li Wei (hiatus)
Historical FictionHarap bijak dalam membaca Mengandung kata-kata kasar Huang Li Wei Charles adalah anak Dari kaisar franz Charles dan permaisuri shopie Adipati Charles dari kekaisaran Charles dan adik dari Huang fengyin Charles. Li Wei kurang beruntung dalam kasih s...
