Happy reading
***
Xia he yang mendengar perkataan Hongli langsung menatapnya tajam.
"Kakak bukannya menyemangati ku malah membuat ku berpikir yang tidak-tidak karna perkataan kakak barusan" Xia he berbicara dengan raut muka kesal
" Hahaha kakak hanya bercanda Xia he, kakak yakin tidak mungkin pangeran Fengyin dijodohkan, kau pernah mendengar tentang kaisar Frans yang tidak ingin menjodohkan anaknya tetapi dia ingin anaknya menikah dengan orang yang dicintaikan" Hongli berbicara panjang kali lebar.
"Tapi apa pangeran Fengyin mencintai ku" ucap Xia he dengan lirih
"Coba saja dulu untuk menarik perhatiannya tapi dalam artian yang positif, jangan sekali bersikap yang tidak enak dipandang, bersikaplah dengan sifat mu sendiri. Jangan karna kamu mencintai orang itu sifat mu berubah total ke hal yang negatif karna mencintai orang itu. Percayalah kakak selalu mendukungmu dan selalu berada di sampingmu Xia he".
Xia he yang mendengar perkataan kakaknya tentu terharu dan langsung memeluk kakaknya dengan erat.
"Aku makin sayang dengan kakak, terima kasih karna selalu menyemangati ku walaupun sifat kakak kadang membuat ku naik darah"
"Kakak juga menyayangimu"
***
Keesokan harinya
Tok
Tok
Tok
Cklek
"Ada apa?"
"Mohon maaf panglima karna telah mengganggu waktu anda tetapi pangeran Huanran menyuruh saya untuk memanggil anda karna pangeran Huanran sudah menunggu anda sedari tadi dikandang kuda Panglima." Ucap prajurit yang telah membangunkan tidur Alley
"Astaga" Alley menepuk jidatnya dengan keras
"Katakan kepada pangeran Huanran 10 menit aku akan datang"
"Baik panglima, saya izin untuk undur diri"
"Hmm"
Alley menutup pintunya dan masuk dengan tergesa-gesa untuk bersiap-siap karna dia benar-benar lupa dengan janjinya untuk menemani pangeran Huanran jalan-jalan.
"Astaga, baju apa yang harus ku pakai."
"Ini tidak,ini terlalu norak.
Astaga baju ku kenapa banyak yang berwarna hitam dan biru.
Hitam atau biru?
Kalau aku memakai warna hitam akan seperti ninja dipagi hari, jadi pakai yang berwarna biru saja."
Setelah memilih baju yang lumayan menyusahkan itu, Alley pun langsung masuk kamar mandinya untuk berganti pakaian. Mandi? Dia sudah mandi tadi.
***
"Salam pangeran Huanran"
"Bagaimana?"
" Panglima Alley akan tiba dalam waktu 10 menit pangeran"
"Hmm. Kembalilah"
"Baik, salam pangeran." Prajurit itu langsung pergi setelah memberikan hormat kepada pangeran Huanran
"Apa dia lupa dengan janjinya?" Pangeran Huanran bertanya kepada dirinya sendiri
Tak
Tak
Tak
Suara gema langkah kaki yang berlari dengan tergesa-gesa terdengar begitu jelas.
Alley berlari dengan cepat karna dia benar-benar sudah terlambat, dia adalah orang yang paling tepat waktu tapi untuk hari ini dia telat yang pertama kalinya.
"Pagi yang sial" Alley berlari sambil mengutuk dirinya sendiri.
Pangeran Huanran yang melihat panglima Alley yang berlari dengan lumayan cepat ke arahnya pun tersenyum tipis.
Hosh
Hosh
"Salam pangeran Huanran, semoga anda hidup seribu tahun lagi.
Maaf atas keterlambatan saya dan lupa dengan janji saya untuk menemani anda hari ini jalan-jalan pangeran. Anda bisa menghukum saya." Alley tiba dalam waktu kurun 10 menit, dan langsung menunduk hormat.
"Tidak perlu, Saya memaafkan mu. Sekarang kita berangkat"
"Baik terima kasih pangeran"
Alley pun berbalik dan langsung masuk ke dalam kandang kuda untuk mengambil kuda miliknya.
Alley pun naik dan menunggangi kudanya dan berjalan keluar.
Saat tiba di luar, Alley dibuat heran karna tidak ada satupun prajurit yang menjaga pangeran Huanran.
"Maaf atas kelancangan saya pangeran, tetapi apakah tidak ada satupun prajurit yang ikut bersama kita?" Alley bertanya dengan raut wajah penasaran.
"Tidak ada" Huanran menjawab dengan singkat walupun hatinya ingin menjawab
'aku ingin menghabiskan waktu denganmu hari ini' tetapi dia gengsi untuk mengatakannya.
Alley hanya ber oh ria saja.
"Bisa kita jalan sekarang?"
"Silahkan pangeran"
Huanran menunggangi kuda miliknya dan berjalan dengan pelan diikuti oleh Alley yang berada disampingnya.
Hening, tidak ada obrolan sama sekali dalam perjalanan. Huanran ingin memulai obrolan tetapi dia tidak tahu harus mengatakan apa, sedangkan Alley hanya acuh saja sambil memperhatikan sekitar apakah ada atau tidaknya bahaya yang mengintai nyawa mereka. Perbedaan yang sangat jauh bukan?, Tetapi tidak ada yang tahu dengan hati Alley.
Alley bingung dengan dirinya sendiri, kenapa perasaannya begitu senang jika dia bersama pangeran Huanran dan juga jantungnya berdetak kencang jika berdekatan dengan pangeran Huanran. Maklumlah Alley tidak pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta, jadi tidak peka dengan perasaannya.
🐾🐾🐾
written
16-09-22
KAMU SEDANG MEMBACA
Huang Li Wei (hiatus)
Fiction HistoriqueHarap bijak dalam membaca Mengandung kata-kata kasar Huang Li Wei Charles adalah anak Dari kaisar franz Charles dan permaisuri shopie Adipati Charles dari kekaisaran Charles dan adik dari Huang fengyin Charles. Li Wei kurang beruntung dalam kasih s...
