Happy reading
***
Hongli menatap semua orang yang berada di depannya dengan tatapan yang tajam, sedangkan yang ditatap ada yang cengengesan, ada yang santai ada pula yang tidak peduli.
"Kenapa kalian ikut semua?, Terutama kau kak Huanran."
Huanran hanya mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.
Hongli yang melihat respon kakaknya pun menghembuskan nafasnya dengan pasrah.
"Kak Alley juga ikut ?" Xinyi bertanya dengan nada yang kentara bahagia."
"Menurutmu?"
Mendengar jawaban kakaknya, Xinyi langsung mendekat dan memeluk lengan kakaknya dengan erat.
Hongli dan Xia he yang tidak tahu apa-apa mengerutkan alisnya
"Mereka ada hubungan apa?" Tanya Xia he entah kepada siapa.
Huanran yang tepat di samping Xia he melirik sebentar lalu kembali melihat ke arah lain.
"Dia adikku" singkat Alley
"Apaa" teriak Hongli dan Xia he
"Kapan kita akan berangkat jika seperti ini terus?"
"Sekarang"
Hongli dan Xia he berjalan dengan lesu karna belum mendapatkan informasi dengan detail.
Mereka ber 6 berjalan beriringan. Huanran-Alley, Hongli-Xinyi, Fengyin-Xia he.
Di pasar
Orang-orang yang berlalu lalang yang melihat kedatangan mereka langsung menghentikan aktivitas masing-masing dan memberikan hormat kepada mereka.
"Kita akan kemana?"
"Makan" jawab Huanran
"Ck maksud saya kita makan dimana?" Ucap Hongli dengan kesal.
"Kedai yang disana" jawab Xia he
"Disitu" Alley
"Yang disana" Xinyi
Jawab mereka bertiga dengan bersamaan dan menunjuk kearah yang berbeda.
Ketiga pangeran itu dibuat melongo.
"Yang disana enak, aku pernah mencobanya.
"Tapi aku mau yang disana"
"Pokoknya kedai yang itu" ngotot Xia he
"Ihh yang disana" Xinyi tak mau kalah, dia berbicara sambil berkacak pinggang dan melotot ke arah Xia he.
"Berhenti" ucap Alley yang sudah jengah.
"Begini saja, aku dan Xia he ke kedai yang disana, Hongli dan Xinyi kedai yang itu, dan Huanran dengan Alley kedai yang ditunjuk oleh Alley. Bagaimana?" Ucap Fengyin meminta pendapat
"Ide yang bagus"
"Hmm"
"Baiklah"
"Jadi kita akan bertemu lagi disini tepat jam 9 malam. Tidak ada alasan untuk terlambat" ujar Huanran dengan tegas
"Baikk"
Mereka ber4 pergi ke tujuan masing-masing, sedangkan Huanran dan Alley masih di tempat yang sama.
Tanpa membuang waktu, Huanran langsung menggenggam tangan Alley dengan lembut dan berjalan berdampingan.
Alley hanya mengikut saja.
Ditempat lain
"Apa yang kau dapatkan?"
"Izin menjawab yang mulia, pangeran mahkota Huanran, pangeran Hongli, pangeran mahkota Fengyin, Putri Xia he, putri mahkota Xinyi dan Panglima Alley mereka sedang berjalan-jalan ke pasar. Tetapi mereka ber6 berpencar masing-masing dengan pasangannya yang mulia." Ucap prajurit bayangan it
"Kau boleh pergi"
"Baik"
"Bagaimana?" Tanya kaisar Zayed dengan senyum yang sangat menjijikan di mata kaisar Frans
"Hilangkan ekspresi wajahmu bodoh, kah tidak cocok seperti itu" sarkas kaisar Frans
"Tidak bisakah kau melihat ku bahagia walau sebentar saja" ucap kaisar Zayed dramatis
"Tidak"
"Kau..."
"Cukup, jangan berbicara jika bukan hal yang penting jika masih ingin hidup" kaisar Frans menatap kaisar Zayed dengan tatapan tajamnya.
"Baiklah kali ini aku serius"
"Kau sudah dengar sendiri kan apa yang di ucapkan prajurit barusan?"
Frans mendatarkan wajahnya
"Jangan membuang-buang waktuku Zayed"
"Hahaha kau serius sekali Frans, aku heran mengapa shopia bisa jatuh cinta denganmu"
"Karna aku tampan"
"Cihh"
"Kembali ke topik, kapan kita akan menikahkan mereka?"
"Setelah Li Wei kembali ke kekaisaran Charles"
"Itu artinya masih ada 2 bulan lagi, apakah tidak bisa Alley disini saja, selama alley menjadi panglima kekaisaran ku, sudah sangat jarang ada yang berani memonopoli wilayah-wilayah terpencil kekaisaran Nuvoleon"
"Kau ingin mati?"
🐾🐾🐾
Kembali lagi dengan saya Si penulis amatiran hehe😆
Masih ada yang nungguin cerita ini gak sih?
continue or not?
written
15-12-2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Huang Li Wei (hiatus)
Fiksi SejarahHarap bijak dalam membaca Mengandung kata-kata kasar Huang Li Wei Charles adalah anak Dari kaisar franz Charles dan permaisuri shopie Adipati Charles dari kekaisaran Charles dan adik dari Huang fengyin Charles. Li Wei kurang beruntung dalam kasih s...
