Chapter 6

36.8K 1.7K 42
                                        

Mengandung Mature Content (adegan kekerasan dan adegan dewasa). Buat yang masih dibawah umur, boleh di skip ya

************

"What are you doing my naughty bunny?" Suara serak dengan aura kejam terdengar di belakang Freya.

Deg
Sial

Freya merasa nafasnya seperti tercekik. Freya memutar tubuhnya perlahan, mendapati Pedro berdiri tinggi menjulang di hadapannya sambil memegang kabel telepon yang sudah tercabut dari soketnya.

"Bagaimana caranya kau bisa masuk ke dalam ruangan ini, Aya?" Pedro menatap tajam Freya, seolah olah ingin menelannya hidup hidup.

"I-itu...." Freya tampak bingung, apakah ia akan menyebut nama Clay atau tidak.

"Siapa yang mengijinkan my bunny masuk ke sini?" Pedro berteriak nyaring, membuat beberapa pengawal berlari masuk ke dalam ruangan perpustakaan.

Para pengawal yang masuk tampak saling memandang satu sama lain dengan tatapan bingung. Pedro menatap tajam ke arah para pengawal yang tampak kebingungan sebelum berdehem pelan, mengangguk tipis, menarik kesimpulan.

"Clay?" Pedro berbisik serak, menaikkan alisnya, menatap tajam Freya.

Freya meneguk salivanya, tangannya gemetar, aura Pedro terasa sangat mematikan.

"I-itu....."

Plak

Freya tertegun sesaat, mencoba mencerna apa yang terjadi. Butuh sekian detik bagi Freya untuk menyadari bahwa Pedro baru saja menampar pipinya dengan sangat keras, membuat telinganya berdenging menyakitkan, dan pipinya terasa mati rasa.

Plak

Freya jatuh terduduk saat Pedro menampar dirinya untuk kedua kalinya. Freya dengan tangan gemetar, menyentuh pipinya yang terasa panas dan perih. Matanya tertegun saat menemukan jejak darah di jemari tangannya yang menyentuh sudut bibirnya.

"Argghhh...." Freya kembali memekik kesakitan, kedua tangannya mencengkram tangan besar Pedro yang mencekik batang lehernya dengan kejam. Freya memukul mukul lengan Pedro agar Pedro melepaskan cekikan di lehernya.

Pedro menyeringai kejam, mengeratkan cekikannya, mengangkat batang leher Freya, memaksa Freya berdiri. Freya terbelalak ketika tangan kasar Pedro terus terangkat membuat Freya terpaksa berjinjit.

Pedro terkekeh serak, menatap kejam ke arah Freya yang wajahnya sudah memerah dan matanya tampak berair, sebelum akhirnya melepaskan cengkramannya di leher Freya, membuat tubuh kecil Freya merosot jatuh. Freya tampak terbatuk batuk, jemari kecilnya mengurut leher dan dadanya.

"Arghhh....." Freya kembali menjerit menahan sakit saat Pedro menarik kuat rambutnya, memaksanya berdiri.

"Tipe pembangkang sepertimu memang harus mendapatkan hukuman berat, agak tidak mengulangi kesalahan yang sama." Pedro memutar pandangan matanya, menatap beberapa pengawal mansion yang berdiri menatap mereka berdua dengan raut wajah tegang.

"Minta Isaac memeriksa nomor yang dihubungi dari pesawat telepon ini. Jika...." Pedro menyeringai kejam, rahangnya mengeras "Jika my bunny menghubungi nomor ponsel, cari dan lenyapkan ponsel sekaligus pemiliknya."

"A-apa?" Freya membelalak, kaget mendengar kekejaman Pedro.

"Jika ia menghubungi telepon rumah, periksa nomor tujuannya dan kita tentukan langkah berikutnya." Pedro terkekeh serak "Kau bermain main dengan orang yang salah, bunny." Pedro berbisik bengis di telinga Freya.

"Kembali ke tempat kalian." Pedro berbisik serak, menggerakkan kepalanya, memberi kode pada para pengawal.

Para pengawal mansion mengangguk memberi hormat sebelum semua berjalan meninggalkan ruangan perpustakaan.

No Escape (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang