Rumah itu bukan tempat pulang

7.2K 892 47
                                        

Now Playing ; Know Me by GEMINI

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Now Playing ; Know Me by GEMINI

Mahesa memang aneh. Ada banyak orang yang kadang tidak mengerti bagaimana jalan pikirnya. Kadang irit bicara, tapi tak jarang dia adalah yang paling cerewet. Samahalnya ketika ia dengan bimbang membicarakan persoalan hatinya pada dua sahabatnya beberapa hari lalu, yang ia putuskan malah berbeda.

"Kalian nggak jadian?" Dari kursi sebelah, Jonathan memandangi Mahesa dengan skeptis. "Katanya lo suka juga sama dia?"

"Nggak bisa, Jo. Takut dia nggak bahagia sama gue."

"Nggak bahagia lagi kalau kalian nggak jadian padahal udah suka sama suka, nggak jelas ah lo!"

Mendengar ucapan Jonathan, bahu Mahesa merosot. Sebenarnya dia sudah memikirkan, ia sudah menimbang-nimbang semuanya bahkan ia ingin benar-benar mengajak Helen pacaran kalau bisa. Tapi- tiba-tiba saja ia merasa kurang ajar. Apalagi saat Narda meminta tolong padanya untuk mendampingi sang ibu pergi ke Singapore, pagi itu juga ia mendengar kabar kalau Miko jatuh sakit. Ada banyak orang yang menjadi tanggung jawabnya belakangan ini. Lantas bagaimana Helen kelak jika bersamanya? Bahagiakan dia? Sedangkan Mahesa sendiri jelas-jelas tidak akan mengurusi hubungannya dengan Helen saja, tapi juga Kara dan anaknya, teman-teman sejiwanya yang juga membutuhkan dirinya. Bahagiakan Helen jika bersama Mahesa?

Hubungan selalu memberi tuntutan. Mahesa tahu kok. Meski Helen akan setuju pada apapun yang dilakukan Mahesa, perempuan itu juga akan membutuhkannya lebih dari sekadarnya, lebih dari hari ini dan mungkin hari-hari kemarin.

Ini bukan memperumit suatu hal. Karena yang Mahesa inginkan adalah untuk menjaga Helen, untuk tidak merasakan sedihnya menjadi bagian dari hidup Mahesa.

"Apa lo masih ada rasa sama Kara, Bang? Dan perasaan lo sama Helen itu sekadar karena kalian sering saling membutuhkan. Sedangkan jauh di dasar hati lo itu ..., yang lo mau adalah Kara?"

Mendengar pertanyaan Jonathan, Mahesa melirik sahabatnya itu dengan kebingungan. Jauh didasar hatinya, ia juga mempertanyakan itu.

"Untuk memiliknya lagi gue udah menyerah. Tapi untuk mencintai seseorang seperti dulu gue mencintai Kara-- ya, gue belum bisa."

Karena cinta yang pernah ia jaga susah payah pun pada akhirnya menjadi sesuatu yang paling menghancurkan hatinya. Sampai sejauh ini, hatinya masih belum siap.

"Cinta nggak sesepele suka sama suka aja, Jo. Kalau lo mau tau " Lirih Mahesa dengan nada-nada putus asanya. "Karena cinta sama cinta mungkin cuma manis di awal-awal aja. Sedangkan yang gue mau cinta itu bakalan manis selamanya."

Selama yang bisa ia perjuangkan, selama yang bisa ia pertahankan. Dan bagaimana pada akhirnya selamanya adalah tujuan, Mahesa ingin mempersiapkannya lebih dari sekadar jatuh cinta saja. Ia ingin memastikan satu hal lagi, satu yang terpenting bahwa--

"Ada yang lebih sulit dari memulai hubungan antara dua hati. Dan itu adalah mempertahankan sampai waktu yang nggak bisa ditentukan. Gue mau memulai semua itu lagi sama Helen, dan semoga gue bisa mencintainya lebih baik dari gue mencintai Kara dulu."

2. Antariksa Berkelana [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang