Begini saja, cukup

7.6K 887 159
                                        


"Hubungan orang dewasa terkadang tidak butuh validasi. Mereka seolah menikmatinya seperti air mengalir atau angin yang tak kasat mata."

Now playing ; Give your Heart a Break by Demi Lovato

22:30 P.M Singapore-

Padahal pesawat yang ia tumpangi belum sepenuhnya mendarat pada landasan pesawat yang luas, namun tak henti-hentinya Helena mendesah pelan dengan kaki yang bergerak risau. Ditempat ia duduk, ia terus-menerus mengigiti kukunya.

Kok deg-degan banget ya? Dan pertanyaan itu adalah untuk dirinya sendiri. Seperti rindu setengah mati padahal mereka baru berpisah 3 hari.

Pukul 22:50 menit, pesawat mendarat dengan selamat.

Helena tidak ingat kapan terakhir ia merasa deg-degan seperti ini. Perasaan yang Helena yakini adalah perasaan yang sama ketika ia mendapat setangkai mawar diloker pada masa SMA, ungkapan cinta dari seseorang yang Helen suka. Malam ini, perasaan itu mampir lagi dengan sama persis, meledak-ledak seperti kembang api tahun baru, bersahutan dari satu titik ke titik lain, dengan meriah.

Sejauh ini, Helen memang menyukai Mahesa. Ia menyukai setiap kali pergi berdua, ngobrol, dan mungkin saat-saat mereka tidak sengaja saling bertatapan lama. Tapi entah mengapa, kali ini benar-benar beda rasanya.

Mahesa Antariksa
Tunggu di gate 2, aku udah deket.

Dan sekali lagi, seperti baru saja musim semi. Ketika ia melewati ambang pintu pesawat dan menyalakan ponselnya, pesan Mahesa langsung menyapa seolah semesta tahu sekali kalau Helen rindu berat.

Dengan sebuah koper hitam berukuran sedang, Helen berjalan bersisian dengan beberapa penumpang lain menyusuri bandara sembari menilik beberapa plang arah yang tersedia. Hatinya masih berdebar. Seolah ia lupa akan segala hal yang terjadi antara mereka berdua sebelum berpisah, sebait pesan yang dikirim Mahesa sepeninggal dirinya seolah menjadi obat mujarab yang mengabaikan segala sesak yang sempat singgah, menutupi sisa-sisa pahit dari kenyataan yang Mahesa lontarkan. Juga berkat orang-orang yang sepeninggal Mahesa telah banyak memberi tahunya bahwa Mahesa benar-benar menganggap Helena seseorang yang penting, terlepas apa hubungan mereka sampai kini.

Plang dengan tulisan 'GATE 2' menyapa Helen, ia mendongak untuk memastikan, matanya menjelajah sekitar. Setelah beberapa saat, Helen memutuskan untuk duduk disalah satu bangku yang tersedia. Ternyata-- Mahesa belum sampai.

Mahesa Antariksa
Udah di gate 2? Aku udah deket situ.

Melihat pesan masuk lagi ke ponselnya, otomatis Helen mengedarkan pandangann. Matanya seolah tak lelah mencari sosoknya yang dirindukan, meski untuk beberapa detik yang begitu membosankan, sosoknya belum juga tertangkap netra.

Helena
Aku duduk pas didepan pintu masuk

Tidak berselang lama setelah Helen mengetik pesan balasan, seseorang tertangkap netranya dari kejauhan.

Tidak berselang lama setelah Helen mengetik pesan balasan, seseorang tertangkap netranya dari kejauhan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2. Antariksa Berkelana [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang