Hallo pdf sudah ready yaa... dg harga 50k saja...
Ebook tersedia di playstore
Versi kbm aplikasi juga ada.
Yang mau beli pdf bisa di order via wa di 089633021705 (klik link wa di bio ya)
Atau mau ikutan promo 100k dpet 13 pdf bebas pilih judul, kuyy.. kuota terbatas ya :) list judul sy kirim via wa yaaaw....
***
"Gimana dengan respon papa kalian?" Andini sengaja menghubungi The G untuk bertemu langsung dan menanyakan perihal respon papanya.
Gavin dan Giovano saling bertukar pandangan.
"Papa diam saja. Tapi terlihat agak risih saat di temui wartawan. Siapa ya yang sudah memberitahu media?" Giovano yang menjawab sekaligus bertanya pada Andini. "Padahal papa belum banyak bicara, Mbak!"
"Ada kesalahpahaman. Itulah kenapa Media menggosipkan keluarga kalian. Mungkin ada paparazzi yang membuntutiku? Benar kan?"
"Bisa jadi," jawab Gavin. Percaya dengan ucapan Andini.
"Saya ingin meminta maaf secara langsung pada papa kalian, apa kalian bisa mempertemukanku dengan beliau?"
"Tentu saja bisa," jawab Gavin cepat.
"Vin," Giovano menatapnya penuh peringatan.
"Udah, Van. Nggak apa-apa! Papa pasti mau kok!" Kata Gavin meyakinkan. Kemudian cowok itu menatap Andini yang masih memasang ekspresi penuh harap. "Nanti aku hubungi Mbak Andini lagi, ya? Papa pasti setuju!"
"Oke kalau begitu," sahut Andini sumringah. "Aku pamit dulu, karena ada jadwal pemotretan. Makasih atas waktu kalian!"
Usai kepergian Andini, Giovano memasang ekspresi masam.
"Kok asem banget, Van?"
"Apanya?"
"Wajahmu, lah! Apalagi?"
"Vin, jangan suka membuat keputusan tanpa persetujuan papa, deh! Aku nggak suka. Dan nanti kalau papa sampai marah besar gimana?"
"Ya nggak gimana-gimana, Van. Kan ada mama yang dukung kita!"
"Mama aja masih belum yakin kalau Andini itu anak papa kok."
"Tapi kata mama, papa itu selalu jaga atau pantau anak perempuannya. Bahkan, papa sewa orang buat ngasih info ke dia kok."
"Tapi belum tentu Andini 'kan?"
"Gimana bisa belum tentu? Anaknya Wulandari kan Andini, Van! Terus mau Wulandari yang mana, mama bilang aja, memang beneran Wulandari yang itu kok," Gavin berkata mantap sekali. Ia yakin kalau Andini adalah kakak kandungnya walau beda ibu.
***
"Mbak Arin, ada tamu di depan. Istrinya Mas Kris," kata Mbok Siti ketika memberitahu perihal tamu di depan. Arin yang sedang merasa nggak enak badan, langsung beranjak dari pembaringannya.
"Mbak udah agak baikan?"
"Sedikit, Mbok. Jangan bilang apapun sama Mas Rio ya?"
Dengan ragu-ragu wanita tua itu mengangguk. Setelah mengoleskan sedikit lip balm di bibirnya, Arin segera menemui istri teman suaminya itu.
"Hai, Lin..." sapa Arin yang langsung di sambut hangat oleh Alinda.
Kedua wanita itu saling berpelukan sejenak sebelum duduk di tempatnya masing-masing.
"Gimana kabar kamu? Kudengar ada hal yang nggak mengenakan dari Kris," Alinda bertanya dengan muram. "Oiya, Kris juga bilang kalau kamu nemuin tespek di saku celana Rio. Itu milikku, Rin."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Marriage
RomanceRio Dewangga yakin bahwa ia tidak pernah berkhianat, meski nyatanya seorang Andini hadir di kehidupan rumah tangganya bersama Arin untuk memporak-porandakan hidup pasangan itu. Wanita itu mengaku hamil anaknya saat Arin-wanita yang dia nikahi selam...
