45 🍒

10K 910 99
                                        

Terima kasih atas vote dan komennya... belum bisa niy tembus 500 vote 😉 tp gpp, bakalan ttp update 🤗

Pdf ready.. ebook tersedia & jg kbm aplikasi ya..

Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...

Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)

Dapatkan promo spesial dari author untuk pembelian pdf!!
***

Rio benar-benar berdandan seperti ketika pria itu hendak berkencan. Malam ini spesial. Dia akan bertemu dengan kedua anaknya untuk makan malam sesuai permintaan Azzam, putranya.

Mereka janjian di tempat yang sudah di tentukan oleh Azzam atas rekomendasi dari Arin.

"Arin tahu kan mereka menemuiku?" Tanya Rio pada Lukman saat pria itu mengantar anak-anaknya sampai di depan mejanya.

"Tahu, Pak... Mbak Arin mengizinkan kalian bertemu..." balas pria itu.

Arin kali ini mengalah, bukan tanpa alasan. Semakin di kekang, anaknya akan semakin nekad. Atas pertimbangan matang dan saran dari Abi serta Anggun-Arin memutuskan untuk menerima kehadiran Rio-sebab cepat atau lambat, mau atau tidak... hari ini akan terjadi juga.

"Baiklah, makasih, Man!"

Lukman berbalik pergi. Meninggalkan dua anak manis itu di depannya.

"Silahkan duduk..."

Keduanya langsung ambil posisi untuk duduk di kursi masing-masing. Hal ini menjadi kesempatan bagi Rio untuk menatap lama kedua anaknya. Betapa manis mereka.

"Om pesan apa?"

Om?

Ah benar, mungkin mereka tidak tahu kalau dia adalah papanya. Rio tahu, dia harus sabar menunggu. Penantian itu tak ada apa-apanya!

"Kalian dulu, mau pesan apa?"

"Yang ini... yang ini... dan yang ini..." jawab Azzura sambil menunjuk buku menu yang sempat di berikan waitters sebelumnya.

"Kamu?" Kini giliran Rio bertanya pada Azzam.

"Sama saja dengan Kalila..." jawab bocah itu santai.

"Oke..." kata Rio kemudian menyerahkan buku menu pada waitters yang menunggu. "Kita makan dulu, setelah itu kita bisa mengobrol..."

Makan malam berlangsung sedikit ricuh dengan suara Azzura yang lebih dominan. Anak itu lebih suka bicara di banding diam, alih-alih sang kembaran yang justru menikmati makanannya dengan tenang.

Perbedaan yang begitu jauh sekali, pikirnya.

"Kenapa mami kalian nggak ikut bergabung?" Rio bertanya setelah dirasa bahwa mereka telah selesai menyantap hidangan utama.

Azzam menatap lekat pria dewasa di depannya.

"Karena aku yang memintanya..." jawab bocah itu. "Aku dan adikku, ingin bertemu secara pribadi dengan Om... perlu membujuknya untuk bisa memberikan kami izin, kenapa harus meminta lebih?"

Rio harus menelan kecewa dengan jawaban yang di berikan oleh Azzam. Bocah manis itu ternyata bermulut tajam. Haha... berbeda sekali dengannya!

"Maaf," kata Rio, karena telah berharap lebih.

"Om, kenapa mami pergi?" Tanya Azzura. "Apa sesuatu membuat mami marah?"

"Kalian mau tahu yang mana dulu?"

Bittersweet Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang