23 🍒

8.6K 629 68
                                        


Happy reading

Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...

Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)

Dapatkan promo spesial dari author untuk pembelian pdf!!

Promo 100k dpet 13 pdf masih ada yaa :) satset aja kuyyy

***
Ceklek

Rio berhasil memutar knop pintu ruangan tersebut, lantas membukanya dengan perlahan. Jantungnya berdebar-debar tidak karuan, di satu sisi hatinya berharap bahwa Arin ada di dalam. Di sisi lain, ia ingin menepis perasaan curiganya. Ketika ia membukanya lebih lebar. Mata Rio mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dengan tersentak.

Ruangan tersebut sudah kosong. Tidak ada siapapun disana.

Secepat itukah? Apakah Saudara Lukman sudah pulang? Bukankah tadi Lukman bilang ada salah satu saudaranya? Tunggu... saudara yang mana? Haruskah Rio bertanya lebih padahal Lukman adalah orang yang berasal dari panti asuhan?!

Hati Rio sedikit kecewa karena tidak menemukan Arin berada di ruangan tersebut. Apa dugaannya salah?

Kemudian dering ponsel pria itu mengalihkan perhatiannya. Hati Rio sedikit lega melihat siapa yang meneleponnya kali ini. Gegas, Rio kembali menutup pintu, kemudian mengangkat panggilan tersebut.

"Iya, Rin... kamu kemana saja sih?" Protes pria itu sambil berdiri di depan pintu Anggrek 1 yang sudah tertutup.

"Maaf, Mas aku sibuk. Ada apa? Kata Lukman kamu mencariku?"

"Nggak apa. Aku cuma kangen saja." Rio berjalan menuju lift.

"Oiya? Aku pulang beberapa hari lagi. Mas nggak usah cari aku, ya?"

Arin dan Mbok Siti keluar dari kamar mandi setelah sebelumnya mereka bersembunyi di dalam sana. Sengaja kamar di bereskan lebih dulu agar terlihat kosong.

"Aku pengin pulang. Tapi mami bilang minimal seminggu aku disini..."

"Hmm.. begitu..  nggak apa-apa, Mas. Aku juga sepertinya agak lama disini. Ada beberapa anak yang sakit dan butuh perawatan ekstra. Aku akan jagain mereka, ya?"

"Yasudah. Oiya, tadi aku ketemu Lukman di rumah sakit. Aku pikir, kamu yang sakit..."

"Ah, masa sih? Lukman bilang ada kerabatnya yang sedang di rawat."

"Yasudah aku tutup ya, Rin.."

"Iya, Mas..."

Arin dan Mbok Siti saling melempar pandangan.

"Untung aja kita sigap, Non. Kalau enggak, Tuan pasti tahu Non Arin disini.."

"Iya, Mbok..." Arin juga berpikiran hal yang sama. Andai dia telat sedikit saja, rahasianya bisa terbongkar hari itu juga.

Akan ada saatnya Rio tahu.. dan Arin sendiri yang akan memberitahunya.

***

"Kenapa kamu nggak bilang kalau dia sakit?" Abi bicara tanpa menatap lawan bicaranya.

"Maaf, Pak..." pria yang mengenakan masker tersebut menunduk.

Kemudian Abi menatap pria itu. "Apa yang terjadi?"

"Perutnya kram..."

Abi Santoso mengangguk-anggukan kepalanya.

"Sekarang bagaimana keadaannya?"

"Dokter bilang, kalau Mbak Arin harus bedrest, Pak."

"Apa ada kabar lainnya?"

Pria itu mendongak untuk menatap lawan bicaranya. Sebelumnya, pria itu membuka masker yang sempat menutupi sebagian wajah pria itu.

Bittersweet Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang