Bismillah... open order pdf yaw... bittersweet marriage sudah ready versi ebook dan pdf...
Harga pdf bittersweet 50k yaaa untuk harga satuannya..
Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...
Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)
Dapatkan promo 100k dpet 13 pdf bebas pilih judul..
***
Kalila's Cake
Daffa tahu toko kue ini karena salah satu rekannya membawakan sebuah kue kering untuknya. Rekannya ini tahu bahwa Daffa adalah seorang pecinta kue. Jadi, karena menurutnya kue di toko tersebut memiliki cita rasa yang khas, ia membawakan satu toples untuk Daffa.
Dan benar saja, Daffa menyukainya. Dan pria itu diam-diam datang sendiri ke outlet yang tercantum alamat pada toplesnya untuk mencari tahu siapakah owner dari Kalila's Cake?
Tapi, meski ini minggu ketiga Daffa datang ke outletnya, pria itu belum juga bertemu dengan ownernya kecuali bocah menggemaskan bernama Azzura itu. Dan ada juga bocah laki-laki yang seumuran dengan anak perempuan itu.
"Kenalkan, ini Masku... kakak kembarku..." jelas Azzura pada Daffa yang baru saja datang.
Azzam sempat menatap protes pada adiknya dan berbisik. "Jangan ramah pada semua orang," katanya memperingati.
"Hai, siapa namamu?" Tanya Daffa sambil membungkuk.
"Azzam," jawab bocah itu ketus. "Silahkan," katanya lagi.
Daffa tersenyum geli. "Salam kenal, Azzam..."
"Om mau duduk di sebelah mana?" Tanya Azzura.
"Di tempat biasa, Kalila..."
"Jangan panggil dia Kalila," protes Azzam ketus yang membuat Daffa tersentak hingga menatap Azzura dan Azzam secara bergantian. "Itu adalah panggilan kesayanganku untuknya..."
Daffa masih mengulas senyum. "Baiklah.. maaf kalau begitu," kata Daffa tulus. "Aku pesan seperti biasa, ya? Oke?" Katanya pada Azzura.
"Siap, Sir!"
Lima menit kemudian Azzura mengantarkan makanan pesanan Daffa.
"Dia terlihat nggak menyukai aku?" Komentar Daffa sambil melirik Azzam.
"Siapa?"
"Kakak kembarmu," kata Daffa. "Sebelumnya kamu nggak bilang kalau punya kakak."
"Oiya, soalnya dia jarang mau di ajak ke toko. Kami kembar identik lho, ya walaupun nggak begitu mirip. Tapi ikatan batin kami sangat kuat," jelas Azzura. "Maaf ya kalau dia ketus, dia memang seperti itu..."
"Oiya?"
"Hmm.. selamat menikmati hidangannya," kata Azzura.
"Terima kasih," kata Daffa. "Oiya, kapan aku bisa bertemu mamimu?" Tanya pria itu.
"Om mau ketemu mamiku? Serius?" Azzura berbalik.
Sedangkan Daffa mengangguk serius. "Iya, kenapa dia nggak pernah ada di toko?"
Azzura mendekat.
"Bagaimana kalau Om pertemukan aku dengan paman yang ada di foto?"
"Lalu permintaan Om bagaimana?"
"Aku akan atur jadwal pertemuan Om sama mamiku, asal om atur juga pertemuanku dengan paman yang ada di foto."
"Hmm, baiklah... boleh Om minta nomer ponselmu? Kita bisa atur jadwalnya dan berkirim pesan sesering mungkin."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Marriage
RomanceRio Dewangga yakin bahwa ia tidak pernah berkhianat, meski nyatanya seorang Andini hadir di kehidupan rumah tangganya bersama Arin untuk memporak-porandakan hidup pasangan itu. Wanita itu mengaku hamil anaknya saat Arin-wanita yang dia nikahi selam...
