Terimakasih teman2... votenya sampe 450 lebih 😙🙏🎉🎉 berarti kali ini bisa lah ya smpe 500 vote 😁 buat seru-seruan aja ini mahh hihi 😉
Pdf ready ya... harga 50k, ebook tersedia, versi kbm aplikasi juga ada.. PROMO BAYAR 100K DPET 13 JUDUL yaa...bebas pilih...
Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)
***
Arin pernah berpikir bahwa menikahi Rio adalah takdir terindahnya. Benar, itu semua terjadi sebelum ibu mertuanya mengeluarkan cakar untuk melukai Arini.
Detik ini, orang yang paling di hindari oleh Arin berada di depannya dengan tatapan yang sama seperti terakhir kali mereka bertemu.
Tatapan mengejek dan merendahkan.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Melinda ketus. Terlihat sekali masih tidak menyukai Arin meski waktu telah lama berlalu. Sebenarnya, apa yang membuat wanita itu seolah menyimpan dendam pada Arin?
Tepatnya, Arin tidak tahu sejak kapan mulanya sang mama mertua sangat begitu membencinya.
Arin nampak menghela nafasnya meski dadanya sesak, sejenak wanita itu melemparkan tatapannya pada jemari putrinya yang melingkari pinggang Daffa sementara wajahnya mengintip. Arin sungguh geram dengan kelakuan putrinya.
"Kalila," panggil Arini tegas namun dalam hingga membuat bocah itu terpaksa harus keluar dari persembunyiannya.
Melinda melihat sendiri bahwa bocah bernama Azzura itu bergerak mendekati Arin dengan ekspresi takut.
Kenapa anak itu nampak ketakutan? Jangan bilang kalau Azzura Kalila—bocah yang hampir setengah hari bermain bersamanya itu adalah anak Arin?
"Saya mencari anak majikan saya, Bu Melinda," jawaban Arin membuat Daffa tersentak, begitupun dengan Azzura yang sempat menatap maminya penuh tanya.
Sementara Melinda tertawa dengan tatapan mencemooh. Ia sedikit bernafas lega karena ucapan Arin mematahkan dugaannya. Benar saja... mana mungkin, iya kan?
"Haha... benar... anak majikanmu," kata wanita itu di sela tawanya. "Mana mungkin dia anakmu kalau kau saja mandul," ejek Melinda. "Lagian dia nggak cocok jadi anakmu," tambah wanita itu lagi.
Arin berusaha mengulas senyum seperti biasa meski hatinya remuk redam. Ia menguatkan dirinya dengan meraih jemari putrinya dan menggenggamnya erat. Azzura yang belum mengerti situasinya terpaksa diam dengan berjuta pertanyaan dalam benak bocah itu.
Kenapa neneknya berubah 180 derajat jika di depan mami? Berbeda saat tadi bersamanya?
Kenapa begitu?
"Saya pamit," ucap wanita itu, sebelum berbalik pergi, Arin melemparkan tatapannya pada Daffa dengan sorot kecewa, membuat pria itu terlihat menelan ludahnya kelu— merasa tak enak hati.
Arin meninggalkan pelataran rumah sambil menarik tangan Azzura yang berkali-kali memanggil ibunya.
Saat mereka masuk ke dalam mobil, keheningan jelas tercipta. Arin memilih diam dan menelan kekecewaannya di banding melampiaskan amarahnya kepada sang putri.
"Mam.." panggil Azzura. "Mam... aku minta maaf," ucapnya merasa bersalah. Apalagi ketika di lihat Arin menyeka wajahnya.
Mami menangis?
Kenapa?
Apa karena dia nakal?
"Mam..." panggil Azzura lagi dengan nada yang lebih pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Marriage
RomantikRio Dewangga yakin bahwa ia tidak pernah berkhianat, meski nyatanya seorang Andini hadir di kehidupan rumah tangganya bersama Arin untuk memporak-porandakan hidup pasangan itu. Wanita itu mengaku hamil anaknya saat Arin-wanita yang dia nikahi selam...
