33 🍒

10.9K 845 39
                                        


Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...

Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)

Dapatkan promo spesial dari author untuk pembelian pdf!!

Happy Reading

Tangisan haru serta bahagia memenuhi ruang makan. Saat Abi memeluk putrinya untuk pertama kali setelah sekian tahun, pria itu tidak ingin melewatkan lagi waktu tanpa memeluk putrinya. Selama ini dia sudah cukup tersiksa karena harus menahan segala rindunya.

Gavin menyenggol Giovano yang nampak terenyuh melihat pemandangan di depannya, serta mama yang terlihat tabah melihat pasangan ayah dan anak itu saling berpelukan.

Arin merasakan perasaan hangat menyusup dalam benaknya ketika dekapan seorang papa menyentuh relung hati wanita itu.

Apakah begini rasanya memiliki keluarga?

Apakah rasanya senyaman ini memiliki tempat bersandar saat kau merasa lelah?

Arin tidak pernah membayangkan jika hidupnya bak drama, ia yang hidup di panti asuhan selalu merasa bahwa ia memang terlahir sendirian untuk menjalani setiap jalan kehidupan di dunia yang fana ini.

Tak pernah terbayangkan sedikit pun dalam benak Arin bahwa ia terlahir dari keluarga kaya raya. Ini seperti mimpi...

Arin mengendurkan pelukannya untuk menatap Abi Santoso dengan seulas senyum.

"Maaf karena membuat kalian menunggu..." ucap Arin.

"Nggak masalah, sayang. Mama dan papa akan menunggu sampai kamu siap," jawab Anggun, wanita itu memeluk Arin penuh kasih. "Duduklah, kita sarapan sama-sama..." Anggun menarik kursi yang akan di tempati Arin.

"Kamu mau makan apa? Biar mama yang ambilkan..." tawar Anggun pada wanita itu. Arin sedikit canggung dengan sikap tersebut.

"Pasti terasa canggung, ya Rin?" Tanya Abi yang di balas anggukan oleh Arin. "Papa tahu, kamu akan terbiasa nantinya... kamu pandai beradaptasi kan? Cobalah... kita ini keluarga," jelas Abi. "Perhatian istriku anggap saja seperti perhatian orang-orang terdekatmu dulu... hanya saja, istri papa mungkin akan lebih care sama kamu karena sejak dulu dia menginginkan anak perempuan, karena sekarang ada kamu, biasakan menerima perhatiannya, ya?"

Anggun mengulum senyum saat suaminya begitu memahami isi hati wanita itu.

"Papa kamu benar, Rin. Selama dua puluh tahun ini, saya mengurusi dua anak bandel yang luar biasa menguji kesabaran saya.. jadi jangan merasa terbebani dengan perhatian saya, oke?"

Arin balas tertawa kecil.

"Oke, Tan."

"Panggil mama saja, Rin. Kamu juga anakku, sama seperti Gavin dan Giovano..."

***

Arin sudah berada di rumah ini sekitar 2 pekan.

"Kamu nggak berniat kembali sama Rio?" Tanya Anggun sore itu saat mereka berdua duduk santai di bangku teras sambil mengupas apel.

Arin nampak berpikir. "Mereka masih bersama kan?"

"Kalaupun enggak, apa kamu akan kembali?"

Arin tercenung. Berpikir tentang pertanyaan yang baru saja di lontarkan Anggun padanya. Apakah dia akan kembali jika Rio tak bersama Andini?

"Aku belum memikirkannya..."

"Papa akan konfirmasi pada media bahwa Andini bukan putrinya. Sayang sekali, Andini nggak bisa ikut karena kondisinya yang sedang hamil. Dia masih menutupi dari media..."

Bittersweet Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang