24 🍒

8.5K 635 78
                                        

Pdf ready ya... harga 50k saja..

Promo 100k dpt 13 judul masih ada yaa.. bebas pilih judul, berlaku smpai tgl 25 mei saja.. KUOTA TERBATAS

Minat? Bisa order via wa di 089633021705

Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...

Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)

Dapatkan promo spesial dari author untuk pembelian pdf!!

***

Rangga tercenung mendapati dirinya kedatangan tamu seorang pria tua yang menurutnya masih terlihat sangat gagah di matanya. Pria itu juga mempunyai kesan berwibawa sekali. 

"Apa ada yang bisa saya bantu?" Rangga bertanya formal layaknya seorang dokter yang hendak memeriksa pasien. 

Meski usianya sudah tidak muda lagi, tidak menutup kemungkinan bahwa pria di depannya ini mempunyai sesuatu hal yang harus di bicarakan dengannya bukan? Tapi mengingat ada dua orang bodyguard di belakang pria itu, Rangga terkesan lebih waspada. 

"Boleh saya duduk?" Pria itu bertanya sementara Rangga mempersilahkan. Setelah memberikan kode pada kedua bodyguardnya untuk keluar ruangan, Abi Santoso duduk dengan tenang. 

"Apa ada yang bisa saya bantu, Bapak Abi Santoso?" Rangga sedikit mengernyitkan alisnya ketika mengeja nama tersebut. Dia seperti pernah mendengar nama orang di depannya di sebut oleh seseorang. Tapi siapa? 

Abi Santoso mengulas senyum tipis melihat raut kebingungan di wajah dokter di depannya. 

"Tentu.." jawab pria tua itu. "Wah, saya begitu terkesan bisa menemui dokter kandungan putri saya!" 

"Putri Bapak?" Tanya Rangga heran. Pasiennya yang mana kira-kira? Karena sejauh ini, banyak yang telah datang ke rumah sakitnya. 

Abi Santoso mengangguk-anggukan kepalanya. "Benar. Saya dengar kalau putri saya menjalani Inseminasinya di sini dan senang sekali jika pada akhirnya putri saya mendapatkan apa yang telah dia inginkan. Terakhir kali, saya juga mendengar kalau Dokter lah yang membantunya. Saya begitu terkesan dan terharu karena putri saya di kelilingi orang-orang baik..." 

"Mungkin karena putri Bapak juga anak yang baik," jawab Rangga. 

"Benar. Dia anak yang baik, hanya saja tumbuh di lingkungan yang tidak begitu bagus untuknya. Saya menyesal karena membiarkannya seorang diri...." 

Rangga terdiam sejenak. "Jadi, apa ada yang bisa saya bantu?" 

Abi menatap Rangga. "Tidak ada. Saya datang kesini hanya ingin berterima kasih karena telah ada di saat putri saya membutuhkan pertolongan. Dan, saya merasa senang karena akan menjadi kakek dari kedua calon cucuku..." 

"Dua. Wah, selamat kalau begitu. Tapi tunggu, siapa nama putri Bapak? Setahu saya, hanya beberapa saja yang berhasil memiliki bayi kembar. Apa saya mengenalnya dengan dekat?" Rangga menatap Abi Santoso dengan kilat penasaran di wajahnya. 

Kira-kira siapa pasiennya? 

Pasti putrinya merasa spesial karena ayahnya begitu peduli dengan kehamilan anaknya. 

"Arin..." jawab Abi Santoso.

Rangga tercekat untuk sesaat ketika nama itu di sebut. 

Apakah dia adalah Arin yang dikenalnya? Rangga bahkan sampai mengerjapkan matanya. 

"Namanya Arini Maheswari." Abi Santoso memperjelas segalanya dengan menyebut nama panjang wanita yang jelas dia kenali. 

Apa ini mimpi? 

Bittersweet Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang