Bismillah... pdf bittersweeet marriage sudah ready ya dg harga 50k / 50.000
Masih ada kuota promo niyyy...
Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...
Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)
Dapatkan promo spesial dari author untuk pembelian pdf!!
***
"A-apa maksud mami?" Arin berhasil menguasai rasa terkejutnya. "Ini rumahku, mami nggak berhak mengajak orang lain tinggal di rumah ini tanpa seizinku!" Protes wanita itu setelah sang mertua mengutarakan kedatangannya.
Melinda mencebik dengan tatapan meremehkan pada menantunya. "Rumahmu?" Tanya Melinda dengan tatapan mengejek. "Ini rumah anakku! Nggak usah berlagak sok deh, Rin. Andini juga istri Rio, dia memiliki hak yang sama..."
Arin tercekat oleh kata-kata mertuanya.
Benar. Apa yang di katakan oleh Melinda memang benar! Tapi apakah mereka juga harus berbagi rumah?
"Mulai saat ini, Andini akan tinggal disini bersama kalian."
Apa Melinda berniat membunuhnya secara perlahan?
Ah tidak... membunuh memang tidak harus menyentuh, begitukah cara Melinda menyingkirkannya? Dengan membuat dia tidak betah tinggal di rumahnya sendiri?
Mbok Siti yang mengetahui ada keributan di rumah itu langsung gegas ke belakang dan menghubungi majikannya. Pasalnya, Melinda sangat pintar karena datang di saat Rio bahkan tak ada di rumah untuk menekan menantunya.
"Den, pulang sekarang, Bu Melinda datang ke rumah dan mengajak ribut dengan non Arin." Diam-diam Mbok Siti menelepon Rio agar pria itu segera pulang untuk menangani masalah yang ada.
"Inget ya, Rin. Seharusnya yang memiliki hak lebih banyak dari Rio itu Andini. Meskipun kalian sudah lama menikah, tapi denganmu— Rio tidak mempunyai keturunan kan?"
Lagi? Haruskah hal semacam ini pun di bahas disini?
Meski Arin tertekan dengan kata-kata Melinda, wanita itu berusaha tegar. "Belum mempunyai bukan berarti tidak akan pernah memiliki kan, Mam? Aku di nyatakan sehat oleh dokter. Dan kesempatan itu selalu ada..."
"Kesempatan apalagi, Rin? Lima tahun, sudah cukup lama aku menunggu cucu dari Rio."
"Kenapa semua ini hanya tentang keturunan sih, Mam? Kenapa? Apa nggak ada hal lain yang harus mami bahas?" Arin nampak geram dengan ocehan Melinda yang selalu membahas hal yang sama. Bukankah ia juga memiliki rasa muak?
"Berani melawan kamu, ya?" Melinda maju dengan geram, sementara Arin tidak takut menghadapi mertuanya. Ia terlalu sakit hati menerima perlakuan tidak adil ini.
Bagaimana bisa ia harus berbagi rumah dengan Andini setelah sebelumnya dia juga harus berbagi suami?
Tidak bisakah mereka hidup terpisah saja?
"Ada apa ini?" Tidak sampai sepuluh menit, datang untuk melerai pertengkaran itu.
Rio menatap Andini dan maminya secara bergantian dan juga Arin yang nampak marah dengan kedatangan mereka.
"Lihat istrimu, dia itu cuma itik buruk rupa yang kamu sulap jadi Angsa, Rio. Tanpa kamu, dia nggak bisa apa-apa. Tapi sekarang, dia berlagak seperti nyonya! Apa pantas dia berlaku seperti itu pada mertuanya?"
Rio menatap Arin meminta penjelasan tapi wanita itu memilih membuang pandangannya dengan kesal.
"Apa yang mami lakukan di rumahku?" Tanya Rio pada ibunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Marriage
RomanceRio Dewangga yakin bahwa ia tidak pernah berkhianat, meski nyatanya seorang Andini hadir di kehidupan rumah tangganya bersama Arin untuk memporak-porandakan hidup pasangan itu. Wanita itu mengaku hamil anaknya saat Arin-wanita yang dia nikahi selam...
