Bismillah...
Pdf BitterSweet Marriage sudah ready ya guys... ebook juga sudah tersedia di playstore ya 😁 file versi ebook gemoy bgt pokoknya, yg pada beli pasti suka deh..
Pdf harga 50.000 isi full seperti ebook nantinya...
Dapatkan promo spesial dari author untuk pembelian pdf!!
Promo pdf 100k dapat 13 pdf yaw... (note; beberapa sudah di repost, tapi saya ttp masukin ke promo, ya 🙇♀️) isi lengkap seperti ebook/versi aslinya ya...
Minat?
Bisa order via wa di 089633021705
Payment melalui tf bank saja... (note ; saya ga punya gopay, dana dll) 😁
Pdf akan d kirim setelah transfer dan bisa melalui wa/gmail...
Happy reading.. maaf kalo ada typo^^
***
"Siapa suaminya?" Dokter perempuan di depannya itu bertanya. "Dokter Rangga?"
Rangga dan Lukman saling pandang sejenak sebelum akhirnya dokter tersebut kembali bicara.
"Pasien dalam keadaan tidak baik-baik saja. Kram yang terjadi di perutnya karena pasien mengalami stress berkepanjangan. Untuk saat ini, biarkan pasien bedrest selama 3 hari.. setelah keadaannya lebih baik, pasien boleh pulang."
"Bayinya, Dok?"
"Tidak apa-apa. Keduanya sehat."
"Dua? Maksud dokter ibu dan bayinya?" Tanya Lukman.
"Bukan. Pasien sedang mengandung bayi kembar. Ada dua kantung janin di rahimnya..."
Lukman membekap mulutnya, merasa terharu dengan kabar ini. Tentu saja. Selama 5 tahun Arin menunggu mereka hadir, Tuhan tidak tanggung-tanggung memberikannya 2 bayi sekaligus.
"Dok, ini nyata kan?" Tanya Lukman dengan pandangan sulit di percaya.
"Benar, Dokter Rangga bisa kembali memeriksanya nanti. Apa dia pasien dokter?"
"Iya... kami kesini karena hanya rumah sakit ini yang terdekat, Dok."
"Tidak masalah. Kalau begitu, saya pamit dulu. Untuk sementara biarkan pasien istirahat."
***
"Mbok, lihat Arin nggak?" Sejak tadi, setelah inti acara selesai, Rio gegas mencari istrinya. Setahunya, Arin duduk di barisan belakang. Setelah itu, Rio tidak melihat Arin dimana pun.
"Nggak lihat, Tuan..."
"Nomernya nggak aktif," gerutu Rio ketika pria itu berulang kali menghubungi istrinya.
Kecemasan menghiasi wajah pria itu. Apa Arin pulang?
"Lukman di depan?"
"Sepertinya iya, Tuan... nanti saya cek dulu..."
Rio setuju, membiarkan Mbok Siti pergi ke depan untuk mengecek Lukman.
Sementara Liana kebingungan mencari putranya.
"Kemana sih Rangga? Apa ada pasien, ya? Pergi kok nggak bilang-bilang!" Liana terus saja menggerutu karena di tinggal pada acara ini sendirian.
Liana kesal karena menurutnya acara ini tidak menyenangkan. Kebahagiaan Melinda membuatnya muak. Bisa-bisanya wanita itu tertawa serta tersenyum di depan tamu seperti itu, mengabaikan perasaan Arin menantunya?
Dering ponsel wanita paruh baya tersebut menyadarkannya. Nama putranya tertera disana sebagai pemanggil. Akhirnya setelah sejak tadi mengabaikan panggilan darinya, Rangga menghubunginya juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Marriage
RomanceRio Dewangga yakin bahwa ia tidak pernah berkhianat, meski nyatanya seorang Andini hadir di kehidupan rumah tangganya bersama Arin untuk memporak-porandakan hidup pasangan itu. Wanita itu mengaku hamil anaknya saat Arin-wanita yang dia nikahi selam...
