31 🍒

11.7K 882 54
                                        

Ebook & Pdf Bittersweet marriage sudah ready ya guysss...

Harga Pdf bittersweet marriage 50k ya untuk satuannya 😁

Ada yg minat? Bisa order via wa di 089633021705

Pdf akan d kirim setelah transaksi, payment melalui tf bank / top up shopeepay... file pdf bsa d kirim via wa or gmail... bebas pilih.

Happy reading

***
""Bagaimana keadaannya?" Tanya pria itu dengan cemas.

"Sudah stabil. Kita tinggal menunggu dia sadar saja. Bersyukur obat bius yang di pakai tidak mempengaruhi janinnya."

"Syukurlah..."  Abi menoleh ke arah Lukman. "Makasih, Man. Untung saja kamu cepat menangkap penjahat itu. Sisanya biar saya yang urus."

Lukman menunduk. "Baik, Pak..."

"Kalian bisa jaga dia untuk sementara kan?Saya akan pulang dan menyiapkan kamar untuk putri saya.... kali ini saya nggak akan membiarkannya pergi!"

Mbok Siti dan Lukman saling melempar pandangan kemudian mengulas senyum.

***

Arin menghirup nafas banyak-banyak saat kesadarannya kembali. Yang pertama kali dia ingat adalah kejadian sebelum ia tak sadarkan diri. Arin membuka matanya dengan ekspresi terkejut, hal yang pertama kali Arin lakukan adalah pengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.

"Di rumah sakit?" Bisik Arin parau, wanita itu meringis saat merasakan jemarinya yang telah terpasang infus. Kemudian Arin menyadari tentang kondisinya hingga wanita itu menempatkan jemarinya di perut, dan merabanya dengan gelisah. Tapi setelah merasakan pergerakan janinnya,  Arin terlihat mendesah lega begitu menyadari bahwa bayinya baik-baik saja.

"Terima kasih, Tuhan. Terima kasih sudah selamatkan nyawaku," ucap Arin penuh syukur. Entah bagaimana jadinya kalau semalam dia... ah entahlah.. Arin tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia menyesali keputusannya pergi sendirian ke minimarket hanya karena lapar!

"Selamat pagi, Arin," suara itu membuat Arin tersentak serta menoleh ke sumber suara. Arin tidak menyadari ada seseorang yang duduk di sofa yang berada di ruangan yang sama dengannya. Mata Arin terbelalak saat melihat senyum pria itu menghiasi wajah tuanya.

"Pak Abi? Apa yang anda lakukan disini?"

Abi berdiri dari tempatnya duduk, pria itu sudah rapi mengenakan pakaian kantornya. Sengaja Abi datang pagi-pagi sekali untuk menyapa Arini saat wanita itu sadar nanti. Sementara Mbok Siti dan Lukman ia izinkan keluar dari kamar untuk menyiapkan keperluan Arin di rumah yang telah ia siapkan sebelumnya.

Abi melangkahkan kakinya mendekat agar bisa lebih leluasa menatap wajah ayu wanita itu.

"Syukurlah kamu akhirnya sadar. Bersyukur bat bius yang di gunakan penjahat itu tidak berpengaruh pada kalian."

Arin ingat semalam dia sempat di bekap mulut dan hidungnya hingga tak sadarkan diri. Apa Pak Abi yang menolongnya?!

"Kamu sudah ingat kan?"

Arin mengangguk.

"Apa anda menolong saya karena putri anda?" Arin bertanya penuh selidik. Sebelum kesadarannya hilang, dia sudah berjanji akan berterima kasih pada siapapun yang menolongnya, tapi kenapa dia harus berhutang budi pada Abi Santoso, ayah dari wanita yang telah merebut suaminya?

Apa Abi Santoso menolongnya karena mengasihaninya?

Kenapa pria itu tak membiarkannya mati saja daripada dia harus berhutang budi pada ayah dari wanita yang ia benci?!

Bittersweet Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang