Yg mau ikutan promo silahkan, 100k dpat 13 pdf atau bebas pilih judul ya 😁 isi buku sama kaya ebook, Lengkap.... (note; beberapa sudah di repost)
Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...
Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)
Dapatkan promo spesial dari author untuk pembelian pdf!!
Promo 100k berlaku untuk 10 orang saja ya, karena promo bisa berubah kapan saja!!
Transaksi bisa melalui tf bank, dana atau shopeepay!!
***
Andini sudah bangun lebih dulu untuk meminta sarapan. Arin yang baru sampai di lantai bawah sedikit tertegun melihat wanita itu sudah berada di sana.
"Hei, Rin.. sudah bangun?" Andini menyadari keberadaannya.
"Hmm," Arin menyahut sambil bergerak menuju dapur.
"Non Arin juga mau sarapan? Mau buat apa?" Mbok Siti bertanya sambil melirik Andini yang sedang makan roti isi selai yang tadi ia siapkan. Sebenarnya, Andini hanya minta itu.
"Iya, Mbok..."
"Saya bantu, ya? Non Arin duduk saja..." kata Mbok Siti yang terdengar perhatian sekali pada Arin.
"Nggak apa, Mbok. Saya mau buat sarapan sendiri."
"Sandwich kan? Saya bisa kok, Non..." Mbok Siti kembali menawarkan diri untuk membuatkan sarapan. Lagipula, Arin juga tidak boleh terlalu lelah bukan?
Arin tertawa geli. "Pagi ini saya ingin sarapan nasi, Mbok. Sudah matang kan? Bisa buatkan telur dadar juga?"
"Bisa, dong. Siap, non Arin duduk saja ya? Biar saya buatkan..."
Andini menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Rio selalu membangga-banggakan kamu di depanku. Katanya, Arin begini lah, begitu lah... dia perempuan mandiri. Tapi setelah melihatnya langsung, aku bisa menyimpulkannya sekarang..."
Arin mengernyitkan alisnya. "Kenapa? Apa aku terlihat manja? Hari ini adalah pengecualian, dan mungkin seterusnya. Karena mereka memang begitu menyayangiku. Apa salahnya, kita menyewa untuk membayar kan?"
"Benar. Ya paling tidak, aku bisa mematahkan semua ucapan Mas Rio tentangmu..."
Arini menyeringai, bukan karena merasa kalah dengan ucapan wanita itu. Siapa dia berani menilainya?
Mbok Siti yang mendengar kalimat itu terdengar kesal. Wajah cantik Andini terlihat menyebalkan di matanya, meski awalnya Mbok Siti sempat kagum pada wanita itu, tapi begitu mendengar Andini terdengar meremehkan majikannya, Mbok Siti ikut merasa geram.
Keadaan kembali hening, hanya suara yang di timbulkan dari wajan penggorengan milik Arin yang sedang memasak telur dadar. Mbok Siti akhirnya membantu, karena Arin malas bergabung di meja makan, sambil menunggu—Arin membuat sarapannya.
"Mbok, nanti tanyakan ke Mas Rio, dia mau sarapan apa, ya?"
"Oh, nggak perlu, Mbok. Saya sudah pesan sarapan lewat aplikasi..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Marriage
RomanceRio Dewangga yakin bahwa ia tidak pernah berkhianat, meski nyatanya seorang Andini hadir di kehidupan rumah tangganya bersama Arin untuk memporak-porandakan hidup pasangan itu. Wanita itu mengaku hamil anaknya saat Arin-wanita yang dia nikahi selam...
