"Menyerahlah."
"Kau yakin tak memiliki perasaan kepadaku, heichou?" Tanya Reiner duduk disamping Nyx.
Setelah kejadian tadi, mereka berdua tanpa sengaja terduduk bersama menikmati senja yang sebentar lagi akan tertutup oleh langit malam.
Reiner mungkin terlalu kegeeran, saat berharap bahwa wanita itu juga mencintainya.
Nyx tidak ingin Reiner bersikap canggung kepadanya, karena ia menyuruh Reiner untuk menyimpan perasaannya.
Dan Nyx bersikap biasa biasa saja setelah kejadian itu, dan berusaha untuk tidak terlalu melukai hati pria itu.
"Kau berhasil mendekatiku sedekat ini Braun. Tak ada yang pernah dekat denganku seperti ini," ucap Nyx menatap lurus ke arah langit.
"Tapi aku tak berhasil mendapatkan hatimu," lirih Reiner, membuat Nyx jadi kesal.
Kau sudah mendapatkannya
"Kau terlalu muda untukku," calas Nyx dengan alasan yang cukup menyakitkan.
"Aku tak peduli! Umur hanyalah angka!" Ucap Reiner ikut kesal dengan pernyataan gadis itu.
"Lagipula, kita terlihat seumuran!"
"Masih banyak gadis cantik diluar sana. Tak jauh jauh. Ada Christa yang terasa cocok denganmu," rekom Nyx.
"Aku hanya ingin kau," balas Reiner cepat.
Mendengar hal itu, membuat sesuatu mengganjal didada Nyx. Ia tidak ingin bohong lagi, ucapan Mike benar! Ia berada dalam Zona cintanya sekarang.
"Kenapa?" Tanya Nyx tiba tiba membuat Reiner menatap wanita itu dari samping.
Tanpa memandang balik pria itu. "Aku butuh alasanmu menginginkanku," ucap Nyx lagi.
Reiner terdiam sejenak, sebelum kembali mengarahkan pandangannya ke depan. "Aku tak butuh alasan untuk mencintaimu."
Nyx mengangkat satu alisnya, menatap dengan ekor matanya ke arah Reiner.
"Perasaanku datang dengan sendirinya. Begitu melihatmu, aku langsung jatuh hati tanpa ada alasan apapun. Jantungku selalu berdetak kencang saat melihatmu."
"Itulah yang dirasakan seseorang yang sedang jatuh cinta," jelas Reiner.
Terdengar helaan nafas dari wanita itu, tak bisa membantah kata kata yang diucapkan Reiner.
Sekeras apapun hatimu. Jika seseorang yang tepat menghampirimu, hatimu akan meleleh seperti es yang mencair karena didekatkan oleh api.
Tiba tiba Nyx langsung teringat ucapan Mike yang dilontarkan kepadanya.
Sekarang dirinya berjalan sendirian ditengah lorong lorong markas pasukan pengintai.
Sulit untuk mengatakan bahwa ia juga mencintai pria itu. Ada keraguan dalam hatinya, entah apa itu. Ia menyesal karena pria itu, dan menyesal kepada keputusannya.
"Aku sudah gila!" Erang Nyx memejamkan kedua matanya.
Pria itu membuatku gila!
Semenjak sekiranya hampir sebulan, Nyx sering bertemu dengan beberapa prajurit baru. Terlebih lagi Reiner, pria itu tidak sekalipun absen untuk tidak mengganggu Nyx.
Kehadiran pria itu, membuat Nyx merasakan kembali cahaya yang ada dalam dirinya. Seolah olah, pria itu menjadi penenangnya.
Ini gila, pikirnya. Mike benar, penciumannya memang tak pernah salah, Nyx nya saja yang tidak mau mengakuinya.
Reiner, pria itu bisa membuat hati es milik Nyx, perlahan mencair karena kehadirannya.
Ia pernah merasakan cinta. Tapi, cinta itu berbeda. Cinta kedua orang tuanya dulu. Dan sekarang ia merasakan cinta yang berbeda, perasaan yang tumbuh begitu saja tanpa adanya
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐃𝐄𝐈𝐍𝐄 𝐀𝐍𝐖𝐄𝐒𝐄𝐍𝐇𝐄𝐈𝐓 | 𝐑𝐄𝐈𝐍𝐄𝐑 𝐁𝐑𝐀𝐔𝐍✔️
Fanfiction[𝐀𝐓𝐓𝐀𝐂𝐊 𝐎𝐍 𝐓𝐈𝐓𝐀𝐍 𝐗 𝐎𝐂/𝐘𝐎𝐔] - TAHAP REVISI 𝙒𝙚𝙜𝙚𝙣 𝙙𝙞𝙧, 𝙙𝙚𝙞𝙣𝙚 𝘼𝙣𝙬𝙚𝙨𝙚𝙣𝙝𝙚𝙞𝙩 Iris berwarna Onyx itu terlihat sangat gelap dan dalam.. Tapi, dibalik semua kegelapan itu, terdapat sebuah cahaya yang sudah lama tida...
