Pagi ini tepatnya hari Rabu, Ruby disibukkan dengan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Misi Pertama di Leza High School untuk menangkap dan menghukum pelaku pembunuhan, pelecehan dan pembully.
Meski hari masih menunjukkan pukul 06.00 pagi tapi kini dirinya tengah bersiap-siap dengan beberapa pilihan sepatu untuk dipakainya. Yah, semua perlengkapan sekolah sudah dipersiapkan oleh pelayan. Dirinya hanya tinggal menyiapkan diri.
Sekarang Ruby tengah membangunkan suaminya yang sulit sekali untuk dibangunkan. Tidak seperti biasanya, suaminya sekarang masih bergelung didalam selimut.
"Sagara bangun!!" teriak Ruby menoel-noel pipinya.
"Hm. Masih pagi ini," gumam Sagara semakin merapatkan dirinya kedalam selimut.
"Astaga ini sudah jam 6 pagi, bangun Sagara kita harus berangkat sekolah. Ini adalah hari pertama sekolah, kita tidak boleh telat!" tutur Ruby menarik-narik tangan suaminya agar cepat bangun.
"Oh astaga~ ini masih pagi sayang~ Sekolah masuk jam 8. Tidak perlu serajin ini," desis Sagara menarik tangan istrinya sampai terjatuh menindihnya.
"Akhh.. Sagara aku sudah rapih kenapa kamu menarikku!" decak Ruby kesal.
"Aku nggak mau tau, kamu harus bangun!" cetus Ruby bangkit dari tubuh suaminya tetapi sebuah tangan menahan pinggangnya.
"Sagara!" geram Ruby.
"Masih pagi sayang~"
Ruby menundukkan wajahnya tepat didepan wajah suaminya. Ia memberikan ciuman selamat pagi diseluruh wajahnya.
Cup
Cup
Cup
"Ayo bangun! Kalo nggak bangun, aku marah!"
Sagara membuka matanya perlahan, ia terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah memerah pagi-pagi. Tentus aja karena dirinya siapa lagi yang berani membuat istrinya pagi-pagi kesal, kecuali dirinya.
Sagara menarik wajah istrinya tepat dihadapannya. Ia mengecup dan melumat bibir istrinya lembut, hanya 1 menit langsung melepaskan ciumannya.
"Good morning baby," sapanya dengan suara serak.
"Hmph. Pagi," dengus Ruby mencebikkan bibirnya.
"Masih pagi loh sayang, udah cemberut aja," kekeh Sagara mencubit pipi istrinya.
"Emangnya siapa sih yang udah membuat istrinya kesal pagi-pagi kalo bukan kamu!" jeritnya tertahan.
"Pokoknya kamu cepat-cepat mandi. Aku nggak mau dihari pertama sekolah dan misi pertamaku harus berjalan lancar, titik!" tegas Ruby.
Sagara mendudukkan dirinya dengan Ruby yang masih berada diatas tubuhnya, ia menyandarkan punggungnya dikepala ranjang.
"Masuknya jam 8 sayang, jadi masih ada banyak waktu untuk bersiap," ucap Sagara.
"Ihk Kookie! Sekarang kamu harus mandi!" rengek Ruby menggoyangkan bahu suaminya.
"Sayang masih pagi, jangan ngajak olahraga pagi-pagi. Nanti kamu nggak bisa jalan satu minggu. Kamu mau, hm?"
Ruby tersentak seketika dia diam, ia menatap lugu suaminya. "Emangnya ada olahraga yang gak bisa jalan satu minggu?" tanyanya polos.
Sekarang gantian Sagara yang terdiam tidak menjawab. Ini sebenarnya yang bodoh dirinya atau istrinya sih?
"Oke, aku mandi sekarang!" putus Sagara. Ia mengangkat istrinya dan mendudukkannya diatas ranjang. Sagara berjalan kearah kamar mandi daripada menjawab pertanyaan istrinya yang membuat adiknya bangun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomansaRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
