"Maaf saya terlambat," ucap Elora sedikit menundukkan kepalanya menghadap ketiga orang yang duduk dikursi.
Mami Olive menatap tak suka pada Elora, menurutnya Elora seorang manipulatif dan memerankan karakternya menjadi orang tegas dan polos. Suka bertindak sesuka hati, jika putranya tidak ada dimansion.
Elora semakin menundukkan kepalanya, ia merasakan aura tidak suka mengarah padanya.
"Nini, Where are you?" ujar Ruby melihat banyaknya pelayan dihadapannya sampai membuat dirinya pusing. Bahkan Ruby tak menghiraukan kedatangan Elora, ia hanya ingin Jennie untuk menjelaskan hubungan dirinya dan Sagara.
"Sooya kenapa manggil ya?" batin Jennie bingung.
Elora yang tak dihiraukan oleh tuannya berjalan menuju barisan tapi suara tegas milik tuannya membuat ia terhenti.
"Berhenti. Siapa yang menyuruhmu bergabung dengan mereka?" Sagara berucap dengan datar.
Elora menarik sudut bibirnya tertahan, ia tak mau orang lain melihatnya tersenyum. Tapi dia tidak tau, kalau Ruby terus memperhatikannya.
Mami Olive bahkan sudah berdecih tak suka, saat putranya menegur pelayan itu.
"Apakah kau lupa peraturannya?"
Elora terdiam, ia sedikit mendongakkan kepalanya menatap tuannya. "Saya tidak pernah melupakan aturan yang harus saya tepati."
"Sayangnya kamu lupa aturannya," ketus Ruby.
Elora mengepalkan kedua tangannya, "Apa yang saya lupakan, Nyonya?!" tekannya dengan amarah tertahan.
Ruby menatap Elora dengan tatapan datar, "Kau lupa aturan bahwa siapapun yang telat tidak boleh ikut berbaris dengan yang lainnya. Bukan begitu, sayang?"
Ruby menatap Sagara menunggu jawaban yang akan diberikan pada kepala pelayan yang sudah lancang.
"Of course, baby," jawab Sagara diakhiri dengan bisikan ditelinga Ruby.
"M-maaf tuan saya melupakan satu hal itu, tolong maafkan saya," mohon Elora menundukkan badannya 180°.
"Bukan cuma itu, kamu juga melupakan ini.." Ruby menggantung ucapannya. Ia menatap Sagara meminta persetujuan. Bukannya menjawab, Sagara malah mencium kening Ruby dihadapan semua pelayan bahkan didepan mata Mami Olive.
"Omo! Omo! Rasa-rasanya Mami bakalan kehilangan kadar gula mami sekarang," gumamnya memegang dadanya dramatis.
Ruby terlihat sangat khawatir, "Tante tidak apa-apa? Apakah ada yang sakit? Sagara kita harus panggil dokter!!" panik Ruby melihat mertua terlihat kesakitan.
Ruby mengguncang badan Sagara kencang, wajahnya bahkan sudah terlihat sangat berantakan. "Sagara jangan diem aja!! Mami kamu kehilangan kadar gula, Saga cepat!! Jangan lelet!" Marah Ruby bahkan matanya terus melohat kearah Mami Olive.
Sagara menangkup kedua pipi Ruby dengan kedua tangannya, ia bahkan melihat kekhawatiran dimatanya. Matanya terlihat berkaca-kaca.
"Sudah, berhenti. Mami nggak kenapa-kenapa, percaya sama saya. Mami sudahlah jangan buat menantumu paniks eperti ini," decak Sagara menatap tajam Mami Olive.
Mami Olive kembali duduk dengan tegak, ia berdiri mendekati kursi yang diduduki Sagara dan Ruby.
"Sayang mami hanya bercanda, jangan khawatir." Mami Olive bahkan tak percaya jika menantunya akan menganggapnya menjadi seserius ini.
Ruby menatap Mami Olive dengan tatapan sendu, Ia bahkan memegang kedua tangan mertuanya. "Tante jangan seperti itu lagi, Ruby khawatir."
Mami Olive mengelus rambut Ruby dengan sayang. "Tidak akan sayang, sudah kita lanjutkan ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomantiekRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
