"What!! kamu nggak bercanda kan Jen?" Ruby berteriak dengan raut tak percaya.
Mimpinya beberapa jam yang lalu adalah kenyataan bagaimana bisa? Padahal ia kira itu hanya bunga tidur.
"Bagaimana bisa?" Ruby menggoncang tubuh Jennie dengan penasaran.
Di Private Room hanya ada merka berdua, untuk Sagara dan Mami Olive mereka ada urusan masing-masing.
"Nggak, dia berhak menerimanya." Jennie menjawab dengan datar.
Ruby menatap Jennie dengan puppy eyes, ia bahkan rela mengeluarkan itu demi mendengarkan penjelasan Jennie. Karena dirinya sangat penasaran.
Jennie menatap Ruby sebentar, ia kemudian memulai ceritanya.
"M-maaf tuan saya melupakan satu hal itu, tolong maafkan saya," mohon Elora menundukkan badannya 180°.
"Bukan cuma itu, kamu juga melupakan ini-" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tapi lebih dulu terpotong karena perkataan Mami Olive.
"DIAM!!"
Bukan hanya Elora bahkan Ruby pun ikut mengatupkan bibirnya agar tak mengeluarkan suara.
"Berani sekali kamu!!" Ruby menundukkan kepalanya merasa bersalah, karena sudah berani ikut campur.
Mami Olive berdiri dari duduknya mendekati Elora," Berani sekali kau menatap putra saya!! Apakah kau tidak melihat ada istri tuanmu?!" tunjuknya pada Ruby yang kini sudah tertidur dalam pelukan Sagara.
Sagara menatap istrinya dengan senyum tipisnya, bahkan mereka tidak dapat melihat senyumannya. Mungkin karena terlalu banyak beban pikiran ia berakhir tidur.
Elora mendongakkan kepalanya menatap Mami Olive tajam, "Saya adalah sahabat tuan dan selamanya akan begitu. Bahkan jika tuan memiliki istri, tuan tidka akan melupakan saya. Tapi, sekarang karena dia..." tunjuknya pada Ruby dengan mata memerah bahkan giginya bergemelutuk, matanya berkilat marah.
"Gara-gara dia, tuan melupakan saya!" jeritnya tak terima, ia berjalan mendekat kearah tempat Ruby. Tangannya terangkat, sebelum tangan itu sampai pada tubuh menantunya. Mami Olive lebih dulu menampar Elora.
PLAK!
"Berani sekali kau menyentuh menantu saya!!" marah Mami Olive ia menarik rambut Elora kencang.
"Jangan pernah berani menyentuh dia, atau nyawamu sebagai gantinya."
BUGH!
Tendang Mami Olive tepat didadanya, hingga tubuh Elora terlempar begitu jauh tepat dihadapan para pelayan barisan depan.
Elora menatap para pelayan itu dengan tatapan marah, berani sekali mereka memandang rendah dirinya. Padahal semua pelayan tidak memandang Elora seperti yang ada dipikirannya.
Elora bangkit kemudian menerjang salah satu pelayan, sebelum ia mengangkat tangannya. Rambutnya lebih dulu ditarik oleh Mami Olive.
"Mundur!!" perintahnya pada semua pelayan, mereka mundur sesuai perintah.
"Permainan belum selesai Elora!!" ujarnya dengan suara berat.
Elora mendongak tanpa mengeluarkan ringisan sedikitpun. Ia menatap Mami Olive dengan tatapan tajam dan amarahnya.
Elora menghempas tangan Mami Olive dari rambutnya, membuatnya terdorong mundur. "Berani sekali kau menyentuh rambutku!!"
Elora berjalan pelan menuju Mami Olive tak lupa dengan tatapan marahnya, "Berani sekali kau membentakku!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomanceRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
