Bab 29 - 🔞

2.4K 110 2
                                        

DILARANG SIDERS⚠️

DILARANG PLAGIAT STORY ME⚠️

VOTE SEBELUM MEMBACA⚠️

***

Semua orang kini menunggu Ruby siuman. Apalagi Rosé yang paling mengkhawatirkan keadaan kakaknya, ia duduk disebelah Ruby yang kini tengah tertidur karena biusan. Rosé menggenggam tangan Ruby, ia bahkan ikut memejamkan mata berdoa pada tuhan.

"Tuhan, jangan ambil kakakku."

Tanpa sadar air matanya mengalir ke pipinya. Sedangkan yang lain menatap Rosé dengan tatapan berbeda-beda. Affandra, Floella dan Gretha menatap Rosé bingung. Siapa dia?

Sagara berjalan kearah ranjang dimana istrinya berada dan Rosé disampingnya. Sagara mengambil alih tangan istrinya sampai genggaman Rosé pada tangan Ruby terlepas, sontak Rosé membuka matanya dan menatap kearah orang yang sudah berani melepaskan genggaman tangannya.

"B-bos..." ucap Rosé terbata-bata.

Sagara menatap datar pada bawahannya. "Pergilah, saya yang akan menjaganya."

Rosé menggelengkan kepalanya tanda dia tidak setuju. "Tidak Bos. Saya yang akan menjaganya. Saya punya kewajiban untuk menjaga pasien saya."

Dari nada bicaranya, kata-kata yang keluar dari mulutnya menyiratkan makna yang hanya bisa dimengerti Rosé.

"Ruby istri saya, jadi kau tidak ada hak melarang saya!!"

Rosé membuang napasnya perlahan, ternyata sangat sulit untuk memberikan petuah pada Sagara. Bukannya menuruti apa kata dirinya, dia malah membalas dengan tolakan. Bahkan dari nada bicaranya saja sudsh terlihat dia pemarah.

"Bagaimana eonnie bisa tahan dengan bos gila ini?" gumam Rosé pelan.

Sagara menatap tajam pada Rosé, beraninya dia mengatakan dirinya gila. "Pergi kalian dari kamar saya!!" usirnya menunjuk pintu kamarnya.

Rosé berdecak kesal, ia turun dari ranjang. Sebelum ia pergi, Sagara mengucapkan beberapa kata yang membuat tubuhnya membeku.

"Ada hubungan apa kau dengan istri saya," bisik Sagara.

Rosé mengepalkan tangannya, ia tidak akan pernah membongkar semua rahasia Ruby. Tidak akan pernah lagi ia membiarkan kakaknya lepas kendali.

Ia bersumpah akan menghabisi semua orang yang turut andil membuat Ruby berbuat onar seperti tadi. Pasti ada orang yang memanfaatkan keadaan kacau dan mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah kakaknya lakukan.

Rosé tau kakaknya sudah bersusah payah bertahan sampai saat ini. Kalau Rosé jadi Ruby, mungkin ia tidak akan bisa bertahan sampai sekarang. Dia lebih memilih bunuh diri dan menghapus semua dendam dalam hatinya.

Tapi berbeda dengan Ruby, hati dan fisiknya sudah dilukai sedari kecil. Apalagi melihat seseorang yang dibunuh didepan matanya sendiri, Membuat kejiwaannya terguncang berat. Sampai sebuah berita yang sangat tragis ditayangkan ditelevisi rumahnya, Rosé saat itu sampai merinding bahkan tidak berani melihat berita itu.

Tetapi keluarganya malah melihat berita itu. Bagaimana tidak, Ratusan korban terbunuh dengan beberapa tusukan diseluruh tubuhnya bahkan organ-organnya sudah keluar dari tubuhnya. Bahkan tersangka dari pembunuhan itu belum ditemukan.

Sampai Rosé bertemu dengan seorang gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, duduk dibawah pohon dekat taman rumahnya. Baju itu penuh dengan bercak darah, bahkan wajah gadis itu terdapat beberapa bekas darah. Tetapi tangan gadis itu bersih dari darah, bagaimana bisa?

Married With MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang