"Apa-apaan dia itu? Tuhkan seperti yang sudah fikri kan, dia itu busuk! Bahkan buah busuk aja kalah sama bau busuk dia!" dumelnya pada pria dihadapannya.
"Sudahlah Mi."
Wanita itu menatap suaminya galak, "Apa kamu bilang? Sudah? Dia sudah membuat menantu saya percaya sama sahabat busuk macam dia!!" marah Olive pada Alby.
"Itu bukan urusan kita, biarkan masalahnya diselesaikan sama menantu kita," kata Alby ketus.
Olive melotot garang, ia bahkan sudah menjambak rambut suaminya kencang sampai si pemilik mengaduh kesakitan.
"Mulai dari sekarang dan satu bulan kedepan, kamu tidur diluar!!" Alby mendelik tak terima.
"Enggak bisa gitu dong Mi, masa Papi yang tidur diluar! Harusnya kamu yang tidur diluar!!" sungut Alby.
"Kamu berani?!"
"Ya beranilah, orang kamu manusia kok bukan titisan dakjal," cetus Alby bersedekap dada.
Olive melirik sinis pada suaminya, lalu tatapannya tertuju pada dada bidang Alby.
"Dada datar aja bangga," cibir Olive gak habis thinking sama perkataannya.
Yaiyalah datar orang Alby cowok. Masa iya bergindul kayak cewek, berat dong.
"Datar-datar gini, kamu sering meluk saya sampai tidur pules," jawab Alby mengskakmat Olive yang kini terdiam membisu.
"Lebih baik kita ke kamar, buatin Kookie adik," sambung Alby menggeser duduknya lebih dekat pada istrinya.
Olive menahan tubuh Alby yang mendekat, "Apasih kamu, minggir gak!"
"Ya enggak maulah. Udah ayo, bukannya tadi pamit pergi ke kamar tapi kita berakhir diruang tengah buat nguping pembicaraan mereka."
"Itu namanya mertua sayang menantu. Saya 'kan sudah bilang ke anak kamu tuh, untuk tidak menerima si Jendot jadi tangan kanan anakmu. Saya sudah merasa si Jendot agak gak beres otaknya."
"Jendot siapa mi?" tanya Alby memikirkan sebuat nama 'Jendot' yang diberikan oleh Olive—istrinya.
"Jennie! Apa, kamu mau selingkuh?!" Olive melotot garang dengan pipinya digembungkan.
Bagaimana Alby mau selingkuh dari istrinya yang menggemaskan ini? Tidak ada yang lebih menggemaskan daripada istrinya kecuali si menantu kecil.
"Mana bisa saya selingkuh, orang kamu garang gitu."
"Emangnya saya enggak boleh garang?" tanya Olive.
"Kalo saya enggak garang, kamu mau selingkuh?"
Alby menghembuskan napasnya perlahan, sepertinya istrinya sedang mencari perkara dalam rumah tangga mereka.
Tanpa menjawab perkataan istri, Alby membopong Olive bridalstyle. Olive memukul-mukul tubuh suaminya yang menggendong tanpa aba-aba. Ia hampir saja jatuh, jika dirinya tidak refleks memeluk leher suaminya.
***
Di kamarnya, Ruby memainkan tab miliknya tanpa orang ketahui, bahkan suaminya pun tidak tau mengenai tab miliknya. Karena tab ini adalah barang berharga miliknya, pribadi dan tak harus orang ketahui yang ada didalam tabletnya.
Jika kalian menanyakan keberadaan Sagara, dia tidak ada dikamarnya. Karena beberapa menit yang lalu dia meninggalkan kamarnya. Dia berkata pada Ruby karena ada urusan penting.
Pintu kamar terbuka menampilkan seorang gadis yang berdiri menatap Ruby dengan senyum diwajahnya.
"Aku kira kau akan mengungkapnya di Korea. Ternyata kau sudah sangat tidak sabaran ya dan mengungkapkannya sekarang," celetuk Ruby pada gadis yang duduk disofa kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomanceRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
