Bab 41 - Lisa

636 43 2
                                        

DILARANG SIDERS ⚠️

JANGAN LUPA FOLLOW ⚠️

BAGI NEW READERS, WAJIB VOTE ALL CHAPTER⚠️

Seorang gadis dengan bahu sebahu itu berlari dari panti asuhan dengan air mata yang terus-menerus berjatuhan.

Berlari terseok-seok dari panti asuhan neraka, beberapa luka sayatan dan lebam memenuhi tubuhi gadis berusia 3 tahun itu.

Dinginnya malam membuat tubuh ringkih kurus itu menggigil kedinginan. Gadis itu kini berjongkok dibawah pohon rindang dengan kepala menunduk.

"Hiks, Tuhan lilis mohon kirimkan malaikat baik hati," permohonan seorang gadis bernama Lisa Celest.

Suara petir mengagetkan tubuh mungil dari do'anya kepada Tuhannya. Perlahan-lahan hujan mengguyur tubuhnya. Bibir yang kian membiru, wajah pucat, sesekali bibir itu terus mengeluarkan ringisan kesakitan.

Tuhan, kenapa Lisa harus hidup dineraka? Kenapa engkau tidak mencabut nyawanya saja? Apakah anak sekecil itu boleh mendapatkan kekerasan dari kecil. Bahkan ia tidak melakukan apa-apa tapi mereka terus menyiksanya tak pernah berhenti dari usianya yang ke-1 tahun.

Gadis yang harusnya hidup dengan baik, tapi Lisa malah mendapatkan hal yang sebaliknya. Apakah dia punya kesalahan dimasa lalu, sampai dia harus menanggung sakit di masanya yang sekarang?

Dengan tubuh menggigil Lisa kembali berjalan menyusuri jalan sepi, kilasan memori itu seperti sebuah film yang dia putar disetiap langkahnya.

"Aakh epas hic, lilis maaf.." tangis seorang gadis berusia satu tahun saat merasakan luka sayatan dipahanya untuk pertama kalinya dia mengenal dunia yang begitu kejam.

Di usianya yang ke-1 tahun ia harus merasakan disakiti secara fisik oleh orang yang dia sayangi, yang sudah dia anggap sebagai keluarganya. Anak sekecil itu harus menanggung pahitnya dunia.

"Saya tidak akan berhenti membuatmu menderita bocah!" Seorang wanita berumur 30 tahun itu menatap Lisa dengan tatapan tajamnya.

"Hic mama, lilis maaf, lilis salah..." Setetes demi setetes air mata dan darah itu berjatuhan secara bersamaan. Lisa bocah kecil itu seakan melupakan sayatan yang masih baru itu demi mendapatkan maaf dari wanita yang dia panggil mama.

"Saya bukan mama mu bocah, mama mu sudah mati. Orang itu yang sudah membunuhnya. Bahkan Ayah mu pun pergi entah kemana."

"Tugas kami disini adalah menyiksa mu membuatmu menderita dan lebih memilih mati daripada hidup. Ingat kau harus mati, bocah! Saya yang akan membunuhmu secara perlahan."

Wanita itu kembali berulah memberikan sayatan setelah dirasa cukup. Wanita lain menggantikan memberikan lebam pada tubuh mungil.

Lisa tidak menyangka dia akan dijadikan tempat pelampiasan amarah mereka yang kini sudah tidak diberikan uang lagi oleh donatur panti asuhan.

Lisa tidak mengerti apa itu donatur, tapi ia selalu melihat orang itu selalu datang setiap bulannya untuk memberikan uang satu tas besar untuk panti asuhannya.

Ya, Lisa dibesarkan dipanti asuhan neraka. Mama hanya melukai dirinya tidak dengan anak-anak lain.

Gadis mungil itu harus merasakan tubuh yang penuh luka sayatan dan beberapa lebam yang memenuhi tubuh kecilnya.

Married With MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang