Bab 47 - Terlambat

482 50 8
                                        

UTAMAKAN VOTE SEBELUM MEMBACA

BRAK!!

Sagara berlari keluar dari mobil menuju ke arah pintu hotel. Hotel terlihat sangat ramai, beberapa orang berdiri melihat kebakaran yang terjadi di dalam hotel tersebut.

Police line terpasang di sekitar hotel, beberapa polisi menjaga keamanan orang-orang sedangkan pemadam kebakaran menjalankan tugasnya untuk memadamkan api.

"Lepas! Istri saya masih ada di dalam!!" berontak Sagara saat seorang polisi menghadangnya.

BUGH!

Sagara memukul polisi itu hingga terjatuh, ia berjalan pergi tanpa menghiraukan polisi yang sedang bertugas.

"Ruby, maafkan saya..." lirih Sagara dengan raut bersalahnya.

Harusnya tadi dia tidak pergi meninggalkan istrinya sendirian. Harusnya dia tidak mengangkat telepon itu. Harusnya dia membawa Ruby bersamanya. Harusnya dia tetap disamping istrinya.

Sagara menaiki setiap anak tangga darurat untuk menuju kamar hotel yang dia tempat. Perasaan bersalah itu menghantuinya.

Napasnya tersengal-sengal setelah menaiki banyak anak tangga sampai di koridor kamarnya.

Dilaver pun mengatur napasnya yang tidak beraturan, dia menatap bosnya mematung di depan pintu kamar.

"Tuan.." Dilaver berjalan mendekat, berdiri di belakang Sagara. Melihat keseluruhan kamar yang sudah berubah menjadi gosong. Bahkan beberapa mayat masih tergeletak di kamarnya.

Sagara melangkahkan kakinya dengan berat, matanya berkaca-kaca. "Ruby..." Ia mengecek orang-orang yang tergeletak dengan tubuh gosong.

Tangannya mengepal kemudian menghantam tubuh semua mayat membabi buta. "Brengsek! Beraninya kalian menyerang istri saya!!" teriak Sagara dengan raut marahnya, rahangnya mengeras.

Rasanya dia ingin menghabisi orang yang sudah menyentuh miliknya. Ia bangun mencari-cari keberadaan istrinya.

Membuka semua pintu, dari kamar mandi, bawah ranjang sampai ke walk in closet ia mengeceknya. Sebuah darah di lantai membuat tubuh Sagara lemas.

Ia menyentuh darah tersebut melihat sekitarnya dengan tatapan sendu. Ia bangun dari jongkoknya, mengikuti arah darah tersebut ke samping lemari pakaian. Darah itu arahnya berhenti disini.

Matanya menelusuri sekitar. Sebuah bayangan terlintas di benaknya. Ia kembali keluar dari walk in closet. Matanya terus mengikuti bayangan Ruby, ia mengikutinya dengan langkah perlahan.

Sagara merasakan sakit di dadanya, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. Ia terduduk di tempat Ruby sebelumnya.

"ARGH!! RUBY, DIMANA KAMU SAYANG?" teriak Sagara menyayat hati.

Dilaver terkejut mendengar teriakan dari bosnya, dengan tangan memegang suatu benda, ia berjalan ke arah walk in closet.

"Tuan... Saya menemukan ini, di dalam laci meja rias." Dilaver menyodorkan sebuah benda yang membuat tubuh Sagara bergetar hebat.

Garis dua di test pack membuat jantungnya berdebar kencang. Tangannya bergetar hebat, air matanya kembali menetes.

Kedua kakinya ambruk menghantam lantai dengan keras, membawa test pack ke dalam pelukannya. Ia menangis dengan kencang, seluruh dunianya seakan ikut hancur mendengar tangisannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Married With MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang