"Mau itu," tunjuk Ruby pada boneka hello kitty yang terpampang di lemari kaca. Ia menatap Sagara dengan puppy eyesnya.
Sagara mendatarkan wajahnya, bukankah barusan isttinya meminta pulang kenapa malah membujuk dirinya untuk pergi ke mall. Oh astaga jadi tadi dia ditipu. Demi kebahagiaan istrinya dan tidak merengek terus menerus membuat telinganya berdengung lebih baik ia menuruti keinginannya.
"Tidak boleh!" tolak Sagara.
Seketika Ruby memasang muka memelas, ia majukan bibirnya, memainkan kancing seragam yang dipakai Sagara.
Tanpa menjawab, Sagara membawa Ruby yang berada digendongannya masuk ke dalam toko boneka. Ruby meronta-ronta dalam gendongan suaminya, Sagara menghentikan langkahnya kemudian menurunkan Ruby diatas lantai.
Ruby langsung nyelonong pergi ke lemari kaca tempat bonekanya berada. Ia melompat-lompat seperti anak kecil sembari menunjuk-nunjuk boneka Kitty. Ruby menempelkan wajahnya ke kaca, menatap boneka itu dengan mata berbinar-binar.
"Mau ini~ Mau ini~" rengek Ruby menunjuk-nunjuk boneka.
Seorang pegawai perempuan menghampiri Ruby, tanpa berbicara dia menarik Ruby menjauh dari lemari kaca.
"Lepaskan!" berontak Ruby menatap tajam pegawai tersebut.
"Nyonya, jangan dekat-dekat dengan bonekanya karena itu adalah boneka edisi terbatas," ujar pegawai itu memasang muka sinis.
"Emangnya anda bisa membeli boneka itu?" sambungnya angkuh.
Ruby memberenggut kesal, ia melototkan matanya kearah pegawai toko yang tidak punya sopan santun. Sebelum Ruby membalas ucapannya beberapa bodyguard sudah mengamankan pegawai itu darinya.
"Lepaskan saya!! Harusnya kalian menangkap dia, karena sudah membuat keributan disini!" teriaknya tak terima, pegawai wanita itu menunjuk-nunjuk Ruby.
"Maafkan kami Nyonya, sudah lalai dengan tugas kami," tutur salah satu bodyguard yang sudah ditugaskan untuk menjaganya.
"Ada apa ini," celetuk seseorang yang membuat tubuh mereka bergetar kecuali Ruby. Ruby membalikkan tubuhnya, berlari kecil menuju Sagara. Ia melompat dalam gendongan Sagara, dengan sigap Sagara menangkapnya agar tidak jatuh.
"Kenapa, hm?" tanya Sagara lembut.
Ruby menatap Sagara dengan raut sebal, ia menunjuk Boneka incarannya dengan mata berkaca-kaca. "Mau itu, hiks... T-tapi..." rengeknya disertai isakan.
Sagara menunggu kelanjutan yang akan diucapkan istrinya, Siapa yang sudah membuat istrinya menangis. Dia sudah menjaga kesayangannya agar mood nya tidak turun dan sekarang ada seseorang yang sudah membuatnya menangis.
Ruby menangis sesenggukkan tapi ia berusaha melanjutkan perkataannya. Tangannya menunjuk pegawai wanita yang mendorongnya dan meragukkan kalau dirinya tidak bisa membeli Boneka itu.
"T-tapi dia meragukkan aku, karena... aku tidak bisa membelinya hiks.. Bahkan dia mendorongku, Huee... Mau boneka itu..." tangis Ruby kencang.
Sagara menatap tajam pada wanita yang ditunjuk Ruby barusan, Rahangnya mengeras. Sedangkan tangannya berusaha menenangkan istrinya yang kembali menangis.
"Ssttt... kita beli okey?" Ruby menganggukkan kepalanya.
Sagara menunjuk pegawai pria yang baru datang itu melongo melihat temannya ditahan beberapa bodyguard. "Panggil bos mu kesini, sekarang juga!!"
Pegawai pria itu melihat Sagara dengan tatapan terkejut. Ia langsung ngibrit pergi memanggil bosnya. Dirinya masih terkejut dengan kehadiran Leroy Jungkook Sagara Lloyd mendatangi toko yang terbilang masih baru, karena biasanya dia akan mendatangi brand terkenal limited edition.
Sagara menghapus air mata yang masih tersisa di pipi chubby nya. Ia kemudian menarik pipi tembam itu sampai si empu meringis kesakitan.
"Lepashhh..." ringis Ruby memukul-mukul tangan Sagara.
"Jangan nangis lagi, nanti pipi kamu tambah tembam."
"Iya kah? Bisa gitu ya?" kata Ruby dengan polosnya.
Pegawai wanita memberontak, setelah lepas dari cengkraman tangan kekar bodyguard. Dia berlari kearah Sagara, sebelum tubuh mereka bersentuhan Sagara sudah lebih dulu menghindar dan membuat pegawai itu tersungkur.
"Berani sekali kau menyentuh suami saya!!" marah Ruby, ia meminta turun dari gendongan Sagara. Setelah diturunkan, Ruby berjalan mendekati wanita itu.
"Eum.. apakah anda terpesona akan ketampanan suami saya?!" ujar Ruby menarik dagu wanita itu dengan telunjuknya.
"Huh! Anda sangat berani, saya terkagum dengan keberanianmu." Ruby menarik rambut wanita itu sampai kepala itu mendongak keatas. Ia menatap Ruby dengan tatapan marah.
"Sialan harusnya saya yang bertemu dengan suami kau lebih dulu!!"
"Kalaupun anda lebih dulu bertemu dengan suami saya, memangnya dia mau denganmu?!" sinis Ruby.
"Ah ya... Masalah tadi, Saya bahkan bisa membeli semua boneka yang ada disini!!" ketus Ruby menampilkan raut datarnya.
"Oh... Apakah anda yang mau membeli boneka yang saya mau? Boleh boleh... silakan." Ruby tersenyum miring membuat suasana semakin panas. Ah tidak.. Lebih tepatnya hanya pegawai wanita yang iri pada Ruby.
Bruk!
"Tuan maafkan saya karena sudah lalai dalam menjalankan tugas," mohon seorang pria yang bersujud dihadapan Sagara.
Sagara menatap datar orang yang ada dibawahnya. "Bungkus boneka itu!!" tunjuknya pada boneka limited edition di dalam lemari kaca.
"Saya bahkan bisa membeli toko ini. Beraninya pegawaimu meragukan istri saya! Keluarkan harga, saya akan membeli toko ini. Dan mulai hari ini, kau bukan lagi pemilik toko ini!" tegas Sagara.
"Apakah kamu suka sayang?" tanya Sagara membawa Ruby kedalam rengkuhannya. Ruby menganggukkan kepalanya semangat. "Tentu, aku sangat suka. Makasih, suami."
Ruby mencium Sagara tepat dibibirnya, hanya mengecup tidak lebih. Tidak ada lumatan, hentikan otak mesum kalian, huh.
"Jika tidak ada orang disini, kamu sudah habis dibawah saya," bisik Sagara tepat ditelinga Ruby yang membuatnya merinding seketika.
Ruby menatap suaminya dengan tatapan menggoda, bibirnya ia gigit. "Oh, suamiku~ kamu sangat seksi," godanya mengelus rahang miliknya.
"Sebelum itu, ada yang perlu diselesaikan, suami~"
Sagara menaikkan alisnya bingung dengan perkataannya. "Oh apa itu? Apakah ada yang belum saya selesaikan?"
"Um~ wanita itu eh, bukankah dia sangat mirip dengan Jalang yang haus dengan belaian? Bukankah dia cocok untuk menjadi jalang para bawahanmu, suami?"
"Sepertinya idemu tidak buruk." Sagara menunjuk bodyguard berwajah setengah tampan, "Kau, bawa dia pergi dari hadapan saya dan istri. Jika dia masih berkeliaran disekitar saya, Bunuh dia!"
"Baik, Tuan." Bodyguard itu memberi hormat sebelum pergi dari mall.
"Tuan tolong jangan pecat saya," mohon mantan pemilik sebelumnya membentur-benturkan kepalanya pada lantai.
"Tidak ada hak! Saya tidak sudi menerimamu," ketus Sagara pergi dari tempat tersebut.
"Hei kau, saya naikkan jabatanmu sebagai manajer toko ini," tunjuknya pada pegawai pria.
Pegawai yang ditunjuk tersebut langsung bersujud syukur. "Terima kasih tuan, saya berjanji akan melakukan tugas saya dengan baik."
***
Gaada ide :)
Next?
Otw 2k vote yey, ayo ayo ramaikan
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomanceRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
