"HENTIKAN!"
"OLIVE LLOYD, LEPASKAN MEREKA!" teriak seorang pria paruh baya mendekati tempat istrinya berada.
Mami Olive berdecih, kemudian melempar mereka ke lantai. "Papi kamu membela mereka! Menantuku terluka gara-gara mereka!"
Alby Lloyd suami Olive Lloyd, orang yang paling disegani di dunia perbisnisan. Siapapun yang tidak menghormatinya, hari itu juga bisnisnya akan hancur. Bisa saja orang yang tidak menghormatinya akan masuk ke daftar hitam. Jika seseorang masuk ke dalam daftar hitam, mereka tidak akan lepas dari genggamannya sampai orang itu mati.
Kejam? Itu sudah menjadi makanan sehari-hari keluarga Lloyd. Arogan? Sudah menjadi sifat tetap mereka. Posesif? Mereka terkenal dengan sifat posesifnya, apalagi mereka tidak suka miliknya direbut. Jika itu terjadi maka akan terjadi perang dunia bawah. Menghancurkan markas serta bawahan dan orang-orang yang ikut serta melukai miliknya.
Maka jangan pernah mengganggu tidur seorang raja, jika kalian tidak mau hancur.
Affandra membantu kedua temannya, "Kalian tidak apa-apa?"
Floella dan Gretha menggelengkan kepalanya. Meskipun mereka menjawab tidak tapi kedua tangannya masih memegang lehernya yang terasa perih. Cekikan dilehernya tidak main-main, itu bisa saja menghancurkan tulang lehernya.
Alby membawa istrinya duduk di sofa yang berada diruang tamu. Asisten Sagara mendekati Nyonya dan Tuan Lloyd, ia menaruh sebuah laptop diatas meja. Lalu mem-play video rekaman yang terjadi disekolahan.
"Anak siapa sih itu, romantisan dihadapan kaum jomblo," cibir Olive melirik Alby.
Alby yang dilirik Olive hanya menaikkan alisnya, membuat Olive mendengus kesal. Kenapa bisa dirinya punya suami macam Alby?
Sedangkan Affandra, Gretha dan Floella menyetujui perkataan Mami Olive. Maklum kalo orang pacaran tuh gak hiraukan orang lain. Merasa dunia hanya milik mereka berdua.
"Bangsat siapa tuh cewek lonte beraninya ganggu acara romantisan mantu!!" geram Mami Olive mengeluarkan kata-kata mutiara.
Alby menatap tajam istrinya yang sudah melanggar atauran. Ia menarik tengkuk istrinya sampai kedua bibir itu menempel. Ketiga teman Ruby melototkan matanya kemudian menutup wajah mereka menggunakan tangan.
Tangan Affandra menutup mata Gretha, sedangkan Floella menutup mukanya sendiri tapi kelima jarinya longgar dan sedikit mengintip.
"Argh lepasin gue, gue juga mau liat, AAAA!!" erang Gretha kesal membuat kedua paruh baya yang terlihat awet muda itu melepaskan ciumannya.
Alby menatap ketiga remaja itu tajam, Affandra tertawa garing menggaruk lehernya yang tak gatal.
"Argh! Goblok Gretha sakit, anjing!" rintih Affandra menarik tangannya dari muka Gretha.
Affandra mendelik kesal pada Gretha yang sudah berani menggigit tangannya. Gretha tak kalah tajam menatap balik Affandra.
"Harusnya elo nggak usah nutup muka gue! Gue juga mau liat kissing live, ih!!" geram Gretha berkacak pinggang dengan mata mendelik.
"Lo masih anak kecil gak boleh liat yang kayak begituan!"
Gretha menarik telinga Affandra sampai membuat si empu merintih kesakitan. "Gue udah umur 17thn ya, udah bisa nonton kissing live!!"
"Kalo gue bilang gak boleh, ya gak boleh!!"
"Argh Affandra rasanya gue mau lempar lo ke sungai amazon!!" erangnya kesal.
Gretha semakin mengencangkan tarikan ditelinganya, Affandra berteriak kesakitan.
"Lepasin goblok. Sakit, woilah. Lo mau liat kissing live?"
Gretha melepaskan tarikannya, ia menatap Affandra dengan mata berbinar-binar. "Mau mau mau!"
Affandra tersenyum miring, senyumnya menarik perhatian Alby dan Olive yang kini menunggu drama kissing livenya.
"Lo majuan sini dikit, Lo jinjit..," perintah Affandra yang diikuti Gretha.
Karena menunggu lama, Affandra menarik pinggang Gretha mendekat membuat si empu terlonjak dan berteriak.
"Arghh! Apa yang mau lo lakuin!" teriak Gretha mendorong-dorong Affandra.
"Katanya lo mau liat kissing live? Gak jadi?"
"Emangnya kalo mau liat orang kissing live harus sedekat ini?" tanya Gretha polos.
"Ya. Udah deh diem lu, jangan banyak tanya. Kissing livenya mau dimulai."
Gretha mengangguk-anggukkan kepalanya semangat menunggu kissing live.
"Nih orang tolol apa bego sih?" batin Floella menggelengkan kepalanya.
Cup
Kedua bibir remaja tersebut menyatu dengan sempurna, pikiran Gretha mendadak kosong. Bibir Affandra mulai bergerak melumatnya lembut, ia semakin memperdalam ciuman tersebut.
Gretha memukul-mukul Affandra, membuat Affandra mau tak mau melepaskan ciumannya. Gretha merqup udara dengan brutal. Ia seketika ingat ciuman barusan, kedua pipinya merona. Tapi dirinya juga marah, first kiss nya sudah diambil.
"Arghhh Affandra! First kiss gue!!" marah Gretha mengejar Affandra yang sudah kabur lebih dulu.
"Dasar anak jaman sekarang," lontar Olive menggelengkan kepalanya.
"Mami juga mau?" goda Alby menaik turunkan alisnya.
Floella segera pergi dari ruangan itu, sepertinya disini yang waras cuma Floella seorang.
***
"Gretha anjing lepasin gue woi!!"
"Argh! Lo nipu gue Affandra!" marah Gretha memukul-mukul tubuh Affandra.
"Sudah berapa banyak cewek yang lo ambil first kiss nya huh?!" Gretha menghentikan memukul Affandra.
Affandra menaruh telunjuknya didagu dengan pose berpikir. "Heum berapa ya?"
"Pasti bukan cuma gue kan!!" Gretha menghentakkan kakinya kesal.
"Emangnya kenapa kalo ada orang selain elo?"
Gretha mendadak jadi salah tingkah. "Ya gapapa gue kan penasaran aja..." ucapnya mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kenapa hayo..."
Affandra berputar-putar dihadapan Gretha dengan kepala sesekali menengok kearah Gretha.
"A-apa sih Andra!" Gretha menghentakkan kakinya kemudian berlalu pergi.
Tapi sebelum menjauh, Affandra sudah lebih dulu menarik tangannya sampai tubuh mereka kini saling berdekatan dengan tangan Affandra memeluk pinggang Gretha.
"Ayo kita lanjutkan ciuman yang tertunda," bisik Affandra menggoda Gretha.
"Lepasin gue!!"
"Mmmhh.. Lepasin G-gue... Ahh.."
***
Mari biarkan mereka saling ehem-ehem ><
JANGAN LUPA FOLLOW YAW
VOTE & KOMEN!!
REKOMENDASIKAN KE TEMAN KALIAN ATU BANTU PROMOSI KE STATUS WA.
SAYANG KALIAN BANYAK-BANYAK 😗
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomantikRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
