"Mau lari kemana kamu?" cetus Sagara ketika melihat istrinya berjalan mengendap-endap dengan pakaian yang penuh lumpur.
Ruby berjengit kaget, ia menoleh perlahan. Seketika ia cengengesan tak jelas. "A-aku mau beri makan ikan," alibi Ruby mengalihkan pembicaraan.
"Alasan." Sagara berjalan mendekat, ia menarik tangan istrinya menuju bak mandi.
"Ano suami, aku ada sesuatu yang tertinggal." Ruby berusaha mencari alasan supaya dirinya tidak mandi. Padahal bermainnya belum lama kenapa sudah disuruh mandi? Huh, menyebalkan.
Sagara mendengus mendengar alasan lain yang dikeluarkan mulut istrinya. "Saya tidak menerima alasan apapun! Sekarang mandi!!" tegas Sagara, ia merengkuh pinggang istrinya membuat kedua tubuh mereka saling menempel.
Sagara bahkan membiarkan pakaiannya ikut kotor, karena istrinya penuh lumpur. Sepertinya dirinya harus mempersiapkan hukuman untuknya setelah Ruby wangi.
Ruby mencebikkan bibirnya, ia bahkan tak mencari alasan lagi untuk menghindar. Sangat menyebalkan, suami sialan.
Cup
"Jangan mengumpat." Sagara mengecup bibir mungil istrinya.
Ruby melotot garang, "Siapa yang mengumpat huh."
"Saya tau kamu pasti sedang mengumpati didalam hati," ujarnya yang membuat Ruby menatapnya tak percaya.
"Bagaimana dia tau?" ucapnya tanpa suara.
Ruby mengembungkan pipinya, ia bahkan hanya diam dan tidak mengeluarkan suara cerewetnya.
Sesampainya mereka di ruangan luas yang terdapat bak mandi luas terisi air dan kelopak bunga mawar. Ruby menatapnya dengan tatapan kagum.
"Apa-apaan itu, aku hanya mandi. Kenapa banyak kelopak bunga mawar," decak Ruby. Sungguh sia-sia kelopak bunga mawar itu.
"Siapa yang bilang hanya kamu yang mandi?"
Sontak Ruby menoleh dan menatap bingung suaminya, "Emangnya siapa lagi yang mau mandi kalau bukan aku?" tunjuknya pada dirinya sendiri.
"Percaya diri sekali."
Ruby berkacak pinggang. "Huh! Aku kan bertanya," ucapnya mendelik kesal.
"Cepatlah mandi," suruh Sagara.
Ruby berdiam diri tak mengindahkan perkataan suaminya. Sagara menghembuskan napasnya lelah. "Kenapa kamu masih berdiri diam, hm?"
"Lalu kenapa kamu masih berada disini?" ketus Ruby.
"Emangnya saya nggak boleh disini? Saya kan suami kamu."
"G-gak boleh! Aku belum menerimamu sebagai suamiku," ucap Ruby mengalihkan pandangannya.
Sagara merengkuh pinggang istrinya hingga tubuh mereka saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.
"Cepat atau lambat saya akan membuat kamu menerima saya sebagai suamimu dan mencintaiku."
"Aku tidak mau."
"Saya tidak membutuhkan jawabanmu. Saya akan membuatmu mencintaiku dan membuat keluarga kecil bersama saya."
Ruby tertegun mendengarnya, ia tak menyangka suaminya bisa berpikiran jauh seperti saat ini.
"Ayo mandi," ajak Sagara.
"A-apa yang kamu lakukan," ucap Ruby patah-patah.
Sagara melepaskan rengkuhannya. Sudut bibirnya tertarik keatas. "Apakah kamu tidak bisa membuka pakaianmu sendiri, baby?" goda Sagara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomansaRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
