Hotel Paris, 17.00 GMT
Tiga hari berlalu begitu cepatnya, malam ini adalah malam dimana akan mengadakan pesta di hotel. Langit sudah berubah menjadi senja, disebuah kamar hotel terlihat Ruby menatap pantulan dirinya didepan cermin.
"Aku harap kamu baik-baik saja disana," gumam Ruby mengulas senyum tipis.
Sebuah lengan kekar memeluk pinggang ramping Ruby yang sedikit berisi. Sagara meletakkan dagunya diatas bahu sang istri.
"Saya perhatikan kamu semakin cantik dan sedikit berisi," ucap Sagara mengelus perut istrinya, entah kenapa dirinya merasa hangat dihatinya saat dia mengelus perut Ruby.
"Maksudmu aku gendutan?!" cemberut Ruby dengan bibir manyun.
"Tidak, saya hanya bilang kamu sedikit berisi," jelas Sagara.
Sagara melihat pantulan dirinya dan istrinya di depan cermin. "Saya tidak tahu mengapa, hati saya menghangat melihat kamu berisi."
Ruby terdiam sejenak sebelum mengulas senyum tipis. "Karena kamu sudah berhasil menjagaku selama ini, terima kasih."
"Jangan pernah tinggalkan aku/kami." Ruby memelankan kata diakhiran kalimatnya.
"Saya akan menjagamu, saya mencintaimu," ungkap Sagara mencium pipi istrinya penuh cinta. Tatapan matanya yang melembut, tangannya melepaskan dekapan untuk mengubah posisi Ruby menjadi berhadapan dengannya.
"Bagaimana kalau ada orang penting membutuhkan mu, kamu akan meninggalkanku saat keadaanku sangat bahaya?" tanya Ruby dengan bibir bergetar.
Ctak
Sagara menyentil kening istrinya, kepalanya menggeleng pelan, "Tidak ada yang lebih penting daripada kamu, istri saya."
"Kenapa kamu berpikiran negatif terus? Berhenti memikirkan hal buruk, tidak baik untuk kesehatanmu."
Ruby hanya mampu terdiam, Sagara yang melihat keterdiaman istrinya membawa Ruby kedalam dekapan hangatnya. Mencium kepala Ruby berkali-kali.
Ruby merasakan hangat dihatinya, tapi dia merasa gelisah entah karena apa. Apakah akan terjadi sesuatu untuk kehidupan rumah tangganya?
Matanya berkaca-kaca tanpa diundang air mata itu menetes, kenapa dia merasa cengeng hanya karena pikiran negatifnya?
Isakan Ruby semakin kencang membuat Sagara panik, ia melepaskan pelukannya tapi Ruby memeluk erat suaminya.
"Ada apa sayang? Kenapa menangis?" tanya Sagara khawatir.
Karena tidak ada jawaban dari istrinya, Sagara menggendong koala Ruby. Ruby mengalungkan tangannya dileher suaminya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Sagara.
Sagara berjalan ke arah ranjang, kemudian duduk dipinggir ranjang dengan Ruby diatas pangkuannya. Tangan kekarnya mengelus punggung istrinya lembut.
"A-aku tidak bisa hidup tanpa kamu," isak Ruby semakin menjadi membuat Sagara menarik sedikit paksa istrinya.
Mata sembab, air mata yang terus berlinang, hidung merah, bibir bergetar. Keadaan Ruby sangat mengkhawatirkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomanceRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
