Seorang pria berjalan dengan berwibawa, Jas yang tersampir dibahunya, raut wajah yang terlihat sangat datar, orang-orang akan bergetar ketakutan ketika melihat tatapan mata hazelnya yang tajam. Hanya satu orang yang bisa membuat tatapan itu melembut.
"Selamat datang kembali, Tuan," sambut para pekerja dan bodyguard yang berjaga.
Pria itu mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang sangat ingin dia temui. baru 6 jam dia tinggal, tapi dirinya sudah merindukannya.
"Dimana dia?" tanyanya pada salah satu pekerjanya.
"Nyonya berada ditaman Tuan." Mendengar jawaban pekerjanya, rahangnya mengetat lalu menatap orang yang menjawab pertanyaannya dengan tatapan tajamnya. Pelayan tersebut bergetar ketakutan.
"M-maafkan saya Tuan, Ini keinginan Nyonya pribadi. Kami tidak ada hak untuk menolak permintaan Nyonya," jawabnya dengan terbata-bata dan tubuh bergetar ketakutan.
"Selagi menunggu kepulangan Tuan, Nyonya memilih bersantai ditaman dengan beberapa cemilan," sambung Joy.
Seulas senyum tipis terukir pada bibirnya. "Siapkan beberapa kamar untuk mereka. Saya tidak ingin waktu saya dan istri terganggu oleh mereka, Jaga mereka jangan sampai mengganggu saya!" perintahnya berlalu pergi meninggalkan Keluarga Osborne para bawahannya.
***
"Jen, kamu rindu tidak dengan Rose?" Ruby bertanya dengan tangan menyuapi mulutnya dengam cemilan.
"Aku rindu kita yang dulu, bisa berkumpul bersama. Tidak seperti sekarang yang berpencar," jawab Jennie sendu.
Ruby terdiam, apa yang dikatakan Jennie ada benarnya. Dulu mereka selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul meskipun kita berempat mempunyai kesibukan masing-masing. Tetapi sekarang dia bahkan tidak tau keberadan kedua sahabatnya yang lain.
"Jika kita berkumpul kembali, apa yang akan kamu lakukan Jen?"
Jennie menaruh telunjuknya didagu, ia berpikir sebentar sebelum menjawab. "Tentu saja melakukan kegiatan yang belum kita capai. Bukankah kita ada daftar kegiatan yang belum kita lakukan?"
"Ah~ iya aku ingat, kalau kita punya daftar kegiatan saat berkumpul. Tapi... aku lupa menaruhnya dimana, bagaimana ini Jen?" Ruby menggigiti kukunya gelisah.
"Kalo eonnie lupa, kita bisa membuat ulang." Usul Jennie mampu membuat Ruby langsung menyetujuinya dengan mengganggukan kepala.
Ruby mengambil ponselnya untuk mengecek apakah suaminya sudah membalas pesannya. Ia mengulas senyuman manisnya ketika ada balasan dari suami. Dalam sekejap senyum itu langsung menghilang tergantikan dengan raut wajah kesal. Pipinya menggembung sebal.
"Huh! Dari 3 jam yang lalu dia membalas pesanku. Tapi kenapa belum muncul juga!!" dumel Ruby.
"Kenapa?" tanya seseorang.
"Kau lihat? Ini tuanmu kenapa belum sampai juga?! Huh? Apakah dia tergoda oleh kliennya yang seksi! Awas saja jika dia tergoda dan meninggalkanku sendirian, aku akan mengambil seluruh hartanya kemudian aku akan mencari duda kaya raya. Hahaha..." tawa Ruby dengan ide gilanya.
"Kamu berani mencari yang baru?!" bisiknya tepat ditelinga Ruby.
Ruby menengok kebelakang, spontan ia mundur. Bukannya mundur ia hampir terjungkal dan dengan gesit pinggangnya ditarik oleh pria yang tadi mengejutkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomanceRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
