Hotel Paris, 15.00 GMT
Setelah melakukan perjalanan selama 7 jam dipesawat, kini rombongan siswa serta Ruby dan Sagara berada dihotel. Mereka sampai dihotel pukul 3 sore. Sedangkan sampai di Airport Paris-Charles de Gaulle pukul 14.30.
Murid Leza High School diberikan liburan selama satu minggu di Paris. Meski cuma satu minggu mereka akan melakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan. Mereka diberikan waktu bebas selama 6 hari, sedangkan untuk hari terakhir adalah pesta.
Di salah satu kamar terdapat Ruby yang sedang membereskan barang-barangnya kedalam lemari. Sebuah tangan kekar memeluk tubuhnya dari belakang, dia meletakkan dagunya dibahu Ruby.
"Kamu tidak capek?" tanya Sagara berbisik ditelinga istrinya.
"Tidak. Cepat lepaskan! Kapan selesainya jika kamu memelukku terus," dumel Ruby dengan tangan yang sibuk meletakkan baju kedalam lemari.
Ruby semakin merasakan berat dipundaknya, ia menggerakkan tubuhnya. "Lepas ih! Berat."
Bukannya melepaskan, Sagara semakin mengeratkan pelukannya. Ia menahan senyumnya melihat istrinya yang akan mengeluarkan tanduk dikepalanya. Emangnya Ruby iblis?
"Apa yang berat? Bukankah saya membuatmu keenakan sampai mendesah-desah dibawah—Awwhh," ringis Sagara merasakan panas diperutnya.
Sedari Sagara memeluk Ruby, ia hanya memakai celana panjang tanpa atasan. Ruby menatap suaminya dengan tatapan tajam, wajahnya memerah sampai ke telinga. Ruby entah marah atau sedang menahan malu.
Tangannya yang sedari tadi sibuk memasukkan baju ke lemari kini tangan itu bebas dan ia gunakan untuk menjewer telinga suaminya yang sangat nakal.
"Akh sayang.. Itu bukan kebohongan, kamu benar-benar mend-AKHH LEPASKAN TELINGA SAYA!!" teriak Sagara ketika jeweran ditelinganya semakin kencang.
"Kamu nakal, mesum! Berat yang ku maksud bukan itu, Leroy Jungkook Sagara!!" geram Ruby menekan nama panjang Sagara diakhir kalimatnya.
"Kamu imut," sela Sagara dengan cengiran diwajahnya.
Sagara melihat istrinya yang sudah keluar tanduk dikepalanya dan ada asap yang keluar dari telinga Ruby, wajahnya memerah menahan amarah membuat Sagara tidak bisa menahan untuk mengatakan Istrinya sangat imut.
Ruby mendatarkan wajahnya, ia menarik Sagara dan mendudukkannya diatas ranjang. "Siap-siap sana, mulai hari ini kamu harus menuruti semua keinginan aku, tanpa penolakan!!"
"Kemana?" tanya Sagara mengusap telinganya yang memerah saat Ruby melepaskan jewerannya.
"Tentu saja kepantai!" balas Ruby dengan dagu terangkat dan tatapan puas dari wajahnya.
Sagara menatap tajam istrinya, kenapa pilihan pertama untuk liburan harus pantai? "Tidak tidak, kita ke tempat lain!" tolak Sagara memeluk pinggang istrinya.
Ruby berkacak pinggang melepaskan tangan Sagara dari pinggangnya. "Pokoknya aku mau ke pantai! Aku tidak menerima penolakan dari kamu ya! Kamu hanya perlu menuruti semua keinginan aku, sebagai hukuman kamu!!"
"Dan.. Tidak ada jatah selama satu minggu!" sambung Ruby dengan senyum miringnya melihat suaminya yang menatap dirinya dengan tatapan tidak terima.
"Apaan, masa enggak ada jatah?!" protes Sagara.
"Hukumanmu."
"Enggak-enggak. Saya tidak terima, kalau menuruti keinginan kamu itu udah menjadi tanggung jawab saya, kalau jatah beda lagi sayang. Jatah harus tiap hari!"
Ruby memilih pergi membiarkan Sagara tetap mendumel. Daripada telinganya sakit mendengar protesan suaminya, lebih baik dirinya bersiap.
Melihat istrinya pergi Sagara membuang napasnya kasar, Huh lagi-lagi tidak didengarkan protesan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomanceRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
