Brak!
"Ruby! Lo gapapa kan?" tanya Gretha khawatir, ia membolak-balik badannya yang tengah terduduk diatas ranjang uks.
"Emang sinting si Laras, masa temen gue yang imut ini dilukai. Tenang aja, By. Gue akan membalas perbuatannya," timpalnya dengan kedua tangan sambil meremas satu sama lain.
Ruby bergidik ngeri melihat temannya yang sudah mulai gila karena tikus yang menurutnya biasa saja.
"Jangan. Aku nggak apa-apa kok, Tha..," balas Ruby.
"Gapapa gimana?! Liat lutut sama telapak tangan lo tergores. Body porselen lo gak mulus lagi," sungut Gretha tak terima. Bagaimana bisa tubuh porselen yang ia sukai kini tergores, oh tidak. Ia pasti akan membalasnya lebih dari ini.
"Oh iya, dimana pacar lo?" tanya Gretha celingak-celinguk mencari keberadaan Sagara yang tidak ada didalam uks.
Seketika raut wajahnya berubah menjadi marah, "Bagaimana bisa dia malah ninggalin pacarnya sendirian di uks. Sedang sakit, pula. Awas aja kalo ketemu, udah gue bogem," gerutunya menggertakkan giginya kesal.
"Saya dari tadi disini," balas Sagara membuka gorden pembatas ranjang dengan ranjang lainnya. Terlihat Sagara tengah berbaring dengan tangan bersedekap dada.
Gretha refleks menutup mulutnya, rasanya sekarang lidahnya tidak bisa mengucapkan satu katapun.
"Siapa tadi yang bilang mau membogem saya? Ah.. dan juga siapa yang bilang saya meninggalkannya sendirian disini?"
"A-ah mungkin setan lewat," kekeh Gretha gugup.
Gretha melirik Ruby yang kini tengah tertawa kecil. Kenapa Gretha sangat lucu? Jika dia seumuran dengannya, sepertinya hidup Ruby akan lebih berwarna daripada sebelumnya.
Plak. Gretha memukul pundak Ruby pelan, ia ingin memukulnya lagi tapi tatapan dingin dari belakangnya membuat ia mengurungkan niatnya. Kenapa aura yang dikeluarkan pacarnya Ruby sangat menyeramkan.
"Gretha, gue cariin lo kemana-mana ternyata ada disini," celetuk Floella dsri arah pintu uks.
Gretha langsung berlari kecil kearah Floella, kemudian dia bersembunyi dibelakang tubuhnya.
"Kenapa lo?" tanya Floella. Gretha tak menjawab melainkan dia semakin memepetkan tubuhnya sampai rambutnya tidak terlihat. Dia memegang kuat seragam belakang Floella, sampai seragam itu kusut.
"Gretha lo kenapa sih? Bicara napa. Baju gue jadi kusut, anjir," cetus Floella menengok Gretha.
Aura diruangan itu semakin menggelap ketika mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut teman istrinya.
"Floe mending kita keluar y-yuk..." ucapnya terbata-bata, napasnya pun sudah tak beraturan lagi.
Floella semakin menatapnya bingung, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Gretha keliatan ketakutan.
Belum sempat Floella menjawab, kata-kata dingin dan datar datang dari arah depan membuat Floella dan Gretha bergidik ngeri.
"DILARANG BERKATA KASAR DI DEKAT KEKASIH SAYA!!"
Ah.. ternyata ini yang menjadi alasan Gretha ketakutan seperti tadi dan sampai sekarang. Jadi pelaku dibalik ketakutan Gretha adalah Sagara.
Bugh
Sebuah bantal melayang tepat dimuka Sagara. Sagara mengalihkan pandnagannya kearah Ruby. Ketika melihat kesempatan datang, Gretha mengambil langkah kabur sembari menarik tangan Floella.
Tanpa turun dari ranjang, Sagara menarik ranjang yang ditempati Ruby kearahnya menggunakan remot yang ada ditangannya. Murid di Leza High School tidak ad ayang tau, kalau semua alat yang digunakan di sekolah itu termasuk langka. Mungkin yang tau hanya pemilik sekolah itu, yang tak lain adalah Sagara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
Любовные романыRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
