Pagi ini di Mansion Foresa, terlihat sangat ramai dengan percekcokan Ibu dan anak.
"Yaya lebih baik kamu jangan berangkat ke sekolah, biarkan anak Mami yang menyelesaikannya," ujar Olive mencoba membujuk menantunya.
"Yaya?" Ruby menyatukan kedua alisnya bingung mendengar nama panggilan baru.
"Ahem.. itu panggilan khusus dari Mami untuk kamu, hehe..."
Ruby mengulas senyum tipis, ternyata ada yang masih suka membuat panggilan aneh. Hum, contohnya seseorang membuat panggilan Rubik padanya.
Sungguh tidak elit sekali, kenapa harus Rubik menjadi panggilan untuknya.
"Bukankah kita suami-istri yang harus saling membantu?"
Mendengar perkataan menantunya membuat Olive menatap anaknya tajam. Kalau tatapan bisa membunuh, saat itu juga Sagara pasti sudah mati tak berdaya.
"Dia yang mau," ketus Sagara.
"Harusnya kamu tolak dia, Kookie!" kesal Olive.
"Ck. Jangan panggil saya dengan panggilan menggelikan itu," sungut Sagara.
Ruby melihat jam tangan dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06.30 waktunya untuk berangkat sekolah.
Ruby menarik seragam yang dikenakan Sagara, si empu melirik istrinya dengan alis terangkat.
"Ayo berangkat nanti telat," bisik Ruby.
Seketika Sagara mendatarkan wajahnya, "Nggak. kamu nggak boleh sekolah lagi!" tegas Sagara.
Ruby menatap suaminya tak percaya. Apa-apaan dengan keputusan sepihak ini?
Ia menatap tajam suaminya, "Tidak! Aku mau pergi sekolah!!"
"Kamu harus nurut sama suami."
Ruby mencebikkan bibirnya, tangannya beralih mencubit pinggang suaminya keras.
"Shit!" desis Sagara kesakitan.
"Aku akan mencari suami baru yang bisa nurut sama istri," pungkas Ruby bersedekap dada.
Olive, Alby terkekeh mendengar ucapan menantunya yang terkesan tidak takut dengan putranya.
BRAK!
Sagara pergi dari ruang makan, meninggalkan Ruby yang melongo melihat kepergian suaminya. Sedangkan Olive dan Alby menggelengkan kepalanya.
"Apa-apaan itu, kenapa aku ditinggalin?!" Ruby beranjak dari duduk, sebelumnya ia berpamitan dengan mertuanya.
"Yak! Sagara tungguin, aku!!" teriak Ruby berlari menyusul langkah suaminya yang sudah menjauh.
Ruby menghentakkan kakinya sebal melihat mobil Sagara yang sudah meninggalkannya sendiri.
"Aku tidak main-main ya dengan ucapanku barusan! Awas saja, aku akan mencari suami baru!!" jerit Ruby dengan pipi mengembung.
"Ck, terus ini aku harus naik apa?" Ruby jalan kaki, sesekali menendang batu.
Tuk!
Batu yang ia tendang mengenai kepala seorang laki-laki yang berdiri tak jauh darinya, Ruby seketika panik dan langsung ngumpet dibalik pohon.
"Gimana ni~ Ini pasti gara-gara Sagara! Huh. Kenapa dia harus ninggalin aku sih. Sekarang aku sial banget deh," gerutu Ruby menggigiti kukunya.
Ruby membalikkan badannya berniat pergi dari tanggungjawab.
"Arghhh Lepasin!" Ruby sontak berteriak ketika ada tangan mengangkat tas beserta dirinya.
Ruby memberontak sekuat tenaga, tapi tangan itu tak melepaskan tasnya sedikitpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Mafia
RomanceRuby Jisoo kabur dihari pernikahannya, bukannya bebas dia malah masuk kedalam kandang harimau. Leroy Jungkook Sagara, seseorang yang sangat disegani dan ditakuti didunia bawah. Sifatnya yang dingin, cuek, arogan dan kejam membuat orang-orang tidak...
