Bab 31 - Perasaan Floella

873 81 4
                                        

DILARANG PLAGIAT⚠️

DILARANG SIDERS⚠️

FOLLOW DAN VOTE SEBELUM MEMBACA⚠️

***

Rose dan Ruby kini berada di taman belakang mansion. Rose menautkan kedua tangannya gugup, ia harus memulai darimana.

"Eonnie aku..."

"Kenapa kamu membohongiku?" decit Ruby tanpa menatap adiknya.

Ruby kecewa dengan Rose yang berani menyembunyikan semuanya. Kenapa dia tidak jujur saja dengan dirinya. Padahal mereka sudah berjanji untuk saling jujur.

"Kamu sudah berjanji pada eonnie untuk tidak masuk ke dalam dunia mafia, Rose!" tukas Ruby menatap Rose dengan tatapan kecewa.

"Eonnie aku.. aku.. Hiks eonnie, maafin Ochie," lirih Rose memegang tangan Ruby.

Ruby menepis tangan Rose, ia menyenderkan punggungnya pada kursi. Ia menatap langit malam.

"Kamu tau kan dunia mafia itu kejam, TAPI KENAPA KAMU TETAP MASUK KEDALAMNYA!!" murka Ruby menatap tajam adiknya.

Tubuh Rose terdiam kaku, kini tubuh itu bergetar ketakutan. Ruby mengambil napasnya dalam-dalam, ia tidak ingin lepas kendali lagi. Jari-jari tangannya memainkan gelang yang sama dengan gelang yang ada dipergelangan tangan Rose.

Ruby memberikan itu untuk mengetahui kabar dan keberadaan adiknya. Dengan gelang tersebut, ia bisa menjaga Rose dari jauh. Jika salah satu dari mereka sedang terluka, gelang itu akan berbunyi nyaring menandakan diantara mereka ada yang terluka.

"Eonnie hiks.. Ini demi eonnie, Rose masuk kedalam karena ada orang yang ingin mengetahui semua identitasnya," cicit Rose menarik-narik kulit tangannya.

Ruby memejamkan matanya sejenak, ia kemudian membuka matanya dan menatap adiknya dengan alis terangkat. Tapi tatapan yang diberikan Ruby pada Rose masih sama seperti tadi.

"Mereka menginginkanmu, Ochie hanya ingin menjaga eonnie agar tidak terluka," lirih Rose. Ia mendongakkan kepalanya menatap Ruby. Merekasaling bertatapan, Rose menatap sendu kakaknya. Ia sangat merindukannya.

"Bukan aku yang terluka, tapi kau!" hardik Ruby menunjuk Rose dengan tatapan datar.

"Mulai sekarang kau harus keluar dari Huolong!" perintah Ruby.

"T-tapi eonnie.. Rose tidak bisa," jawab Rose menundukkan kepalanya.

Bukan tidak mau menuruti perintah kakaknya tapi ada sesuatu yang perlu ia urus. Semua urusannya belum ia selesaikan.

"Kau tidak perlu mengorbankan nyawamu untukku, aku bisa menjaga diri."

Rose tersenyum miris, tapi ia akan membuktikan pada Ruby kalau dirinya bukanlah Rose yang dulu.

Ruby tidak mau Rose dalam bahaya, ia sudah berjanji pada kedua orangtua Rose untuk menjaganya.

"Aku seperti ini hanya ingin menjagamu tetap aman, kakak bisa mengurus semuanya sendiri," ucap Ruby yang tidak ingin Rose khawatir padanya.

"Kakak tenang saja, Ochie bukanlah perempuan lemah yang selalu berlindung dibalik punggung kakak. Aku ingin membantu eonnie, meskipun aku tidak bisa dibandingkan denganmu."

Married With MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang